Hadirkan 23 Etnis Yang Ada Di kota Cimahi ” Sangkuriang Festival 2025″

satu news 01

- Redaksi

Sabtu, 13 Desember 2025 - 13:36 WIB

5022 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hadirkan 23 Etnis Yang Ada Di kota Cimahi ” Sangkuriang Festival 2025″

Kota Cimahi . Satunews. Id, -Cimahi akan berubah menjadi panggung budaya Nusantara pada Sabtu, 13 Desember 2025, melalui gelaran Sangkuriang Festival 2025. Festival ini digagas sebagai ruang perayaan budaya, seni, dan kebersamaan masyarakat lintas generasi.

Mengusung nuansa kearifan lokal yang dipadukan dengan semangat kebangsaan, Sangkuriang Festival menghadirkan beragam agenda atraktif sejak sore hingga malam hari. Pengunjung akan disuguhkan Musik Senja, dilanjutkan Musik Malam Kaki Gunung yang menyajikan pertunjukan bernuansa etnik dan modern dalam satu harmoni.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya itu, kawasan festival juga akan dihidupkan dengan Kampung Nusantara, tempat ragam budaya daerah diperkenalkan melalui busana, seni, dan tradisi. Atraksi Nusantara Menari dan Parade Nusantara siap memanjakan mata, sementara Podium Nusantara menjadi ruang ekspresi bagi para pelaku seni dan budaya.

Kehadiran unsur kolaborasi dari berbagai pihak menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar hiburan, melainkan ajang pemersatu yang mengangkat identitas budaya sebagai kekuatan daerah. Dengan latar Alun-Alun Cimahi yang ikonik, Sangkuriang Festival 2025 diharapkan menjadi magnet wisata budaya sekaligus ruang interaksi kreatif masyarakat.

Sangkuriang Festival 2025 bukan hanya perayaan, tetapi juga pesan bahwa Cimahi terus bergerak menjaga warisan budaya di tengah dinamika zaman.

Sangkuriang Festival 2025, Simbol Harmoni 23 Etnis di Kota Cimahi, Wali Kota Cimahi, Ngatiyana kembali menegaskan wajahnya sebagai kota mini Indonesia melalui gelaran Sangkuriang Festival 2025.

Festival yang diinisiasi Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) ini menjadi panggung persatuan bagi 23 etnis yang hidup berdampingan secara rukun di wilayah Cimahi.

Ngatiyana, mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan festival yang berlangsung meriah dengan dukungan penuh Pemerintah Kota Cimahi dan berbagai unsur masyarakat. Rangkaian kegiatan dimulai dari pawai budaya yang bergerak dari kawasan Cimol menuju Alun-alun Cimahi, lalu dilanjutkan dengan parade seni dan budaya Nusantara dari Sabang hingga Merauke.

“Ini adalah bukti nyata bahwa Cimahi tidak membeda-bedakan suku, ras, dan agama. Sebanyak 23 etnis hari ini tampil bersama, menyampaikan pesan kebersamaan, persatuan, dan hidup rukun berdampingan,” ujar Ngatiyana.

Beragam seni budaya ditampilkan, mulai dari tarian tradisional, busana adat, hingga pertunjukan khas daerah masing-masing etnis. Kolaborasi antara Forum Pembauran Kebangsaan dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) turut memperkuat pesan bahwa perbedaan bukan alasan untuk berjarak, melainkan jembatan persaudaraan.

Ngatiyana menjelaskan, nama Sangkuriang bukan sekadar simbol budaya Sunda, melainkan filosofi kerja cepat, tepat, dan tuntas.

“Sangkuriang itu bekerja cepat, bahkan satu malam bisa selesai. Perencanaannya cepat, pelaksanaannya cepat, hasilnya pun tepat,” katanya.

Menariknya, festival ini tidak menggunakan anggaran APBD. Seluruh kegiatan murni digerakkan melalui swadaya Forum Pembauran Kebangsaan, sebagai bentuk kemandirian dan kepedulian lintas etnis di Kota Cimahi.

Ke depan, Sangkuriang Festival direncanakan menjadi agenda rutin tahunan, bahkan terbuka kemungkinan digelar dua tahun sekali sebagai ruang silaturahmi antar-etnis. Meski demikian, komunikasi dan pertemuan antar komunitas tetap berjalan rutin setiap bulan.

“Keragaman bukan tantangan, tapi kekuatan. Perbedaan jangan dijadikan sumber permusuhan, justru harus kita rawat sebagai persaudaraan. Persatuan dan kesatuan Indonesia adalah yang utama,” tegas Ngatiyana.

Melalui Sangkuriang Festival 2025, Cimahi kembali menunjukkan bahwa meski kecil secara wilayah, namun besar dalam semangat persatuan dan kebhinekaan. (Tini)**

Berita Terkait

Kapolda Sumsel Siapkan 159 Trainer AI, Bentengi Pelajar dari Kejahatan Siber
Panen Jagung Hibrida di Ciangsana Sukses, Sinergi Polsek Gunung Putri dan Pemdes Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
Sambut HUT ke-81 RI, Kades Burhanudin Pimpin Gerakan Bersih Desa: Gotong Royong Jadi Fondasi Wujudkan Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur
Danramil Cileungsi Satukan Langkah Kepala SPPG, Tegaskan MBG Harus Tepat Sasaran dan Berdampak Nyata bagi Masyarakat
Perangi Korupsi Lewat Aset, KDM Minta Seluruh Tanah Pemerintah Bersertifikat
Optimalkan Media Sosial Wilayah, Diskominfo Bandung Gelar Sinkronisasi di Bandung Kulon
Pesantren Harus Jadi Rumah yang Aman bagi Santri, Kemenag Palembang Kukuhkan Komitmen Bersama
IKM Tasikmalaya Terima Undangan Milad DPD IKM Cirebon, Komitmen Pererat Persatuan Perantau Minang

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:08 WIB

Tanggapan Perumda Tirta Jaya Mandiri Atas Aksi Unjuk Rasa Forum Mahasiswa Perubahan Sukabumi

Rabu, 5 Agustus 2026 - 14:28 WIB

WABUP DAMPINGI WAMENDIKDASMEN RI BAHAS KEBIJAKAN DAN PENGUATAN MUTU PENDIDIKAN DI SUKABUMI 

Selasa, 4 Agustus 2026 - 12:05 WIB

Adhitia Buka Seleksi CAT Calon Pimpinan BAZNAS Cimahi Periode 2026-2031

Selasa, 4 Agustus 2026 - 07:15 WIB

Rapat Paripurna ke-12 DPRD Kabupaten Sukabumi Tahun Sidang 2026

Senin, 3 Agustus 2026 - 16:19 WIB

PROGRAM PARKIR WISATA SOMEAH DILUNCURKAN, TINGKATKAN KUALITAS LAYANAN KEPARIWISATAAN

Senin, 3 Agustus 2026 - 10:48 WIB

Resmi Terdaftar, H.M. Sakim Siap Maju Sebagai Bakal Calon Kepala Desa Bojongmangu

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 07:15 WIB

SILATURAHMI KAPOLRES SUKABUMI BERSAMA FORKOPIMDA, TOKOH AGAMA DAN TOKOH MASYARAKAT 

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:57 WIB

‎Ki Jaga Kali Tanggapi Audensi Plt Bupati Bekasi Dengan Kementrian ATR BPN Terkait Dispensasi Lahan Baku Sawah Tidak Tepat

Berita Terbaru