Proyek U-Ditch di Babakan Madang Diduga Dikerjakan Serampangan, Permukiman Warga Kebanjiran

Satunews.id

- Redaksi

Senin, 8 Desember 2025 - 16:10 WIB

5023 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor, Satunews.id – Pembangunan saluran U-Ditch yang seharusnya berfungsi sebagai pengendali banjir justru diduga menjadi pemicu baru masuknya air ke permukiman warga di Kampung Leuwi Go’ong, Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

Hujan dengan intensitas sedang yang turun pada Jumat (5/12/2025) menyebabkan air meluap dari saluran dan menggenangi rumah-rumah warga hingga setinggi sekitar 20 sentimeter. Kondisi tersebut memunculkan dugaan kuat bahwa proyek tidak dikerjakan sesuai standar teknis dan spesifikasi yang ditetapkan.

Hasil penelusuran di lokasi menemukan sejumlah kejanggalan, mulai dari kemiringan U-Ditch yang tidak seragam, sambungan antarsegmen yang tidak rapat, hingga tumpukan material sisa pekerjaan yang menyumbat aliran. Akibatnya, saluran air tidak berfungsi optimal dan justru mengarahkan limpasan ke wilayah permukiman.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini proyek baru selesai, tapi kualitasnya sangat memprihatinkan. Hujan sebentar saja, air langsung naik dan masuk ke rumah,” ujar salah seorang warga yang terdampak.

Warga pun mempertanyakan kinerja kontraktor pelaksana dan pihak pengawas proyek yang dinilai lalai dalam memastikan mutu pekerjaan. Mereka menilai, proyek yang menggunakan anggaran publik seharusnya dikerjakan dengan profesional dan bertanggung jawab, bukan sebaliknya menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat.

Tak hanya itu, warga mendesak pemerintah desa hingga pihak kecamatan untuk segera melakukan audit fisik terhadap proyek tersebut dan memanggil pihak-pihak terkait guna dimintai pertanggungjawaban.

“Kalau hasilnya seperti ini, untuk apa dibangun? Bukannya menyelesaikan masalah, malah menambah masalah baru,” tambah warga lainnya.

Hingga berita ini diterbitkan, warga masih membersihkan sisa genangan air dan menunggu langkah konkret dari pemerintah untuk memastikan perbaikan segera dilakukan serta menetapkan pihak yang bertanggung jawab atas kerugian yang ditimbulkan.

(red)

Berita Terkait

BKK 2026 Desa Karang Tengah Diluncurkan! Kades Suhandi Apresiasi Bupati Bogor, Pembangunan Dituntut Transparan dan Tepat Sasaran
8 Tersangka Pengeroyokan di Pasar Caringin Diamankan Polrestabes Bandung
PT Phytochemindo Reksa Turun Tangan Perbaiki Jalan Cibugis! Kades Gonon: Sinergi Perusahaan dan Desa, Manfaatnya Dirasakan Warga
Calon Tunggal di Desa Lemeu, Kadis PMD Lebong: Pemilihan Tetap Dilanjutkan
Duka di Pasar Caringin, Farhan Minta Aparat Kewilayahan Lebih Perhatikan Wilayahnya
Pemkot Bandung dan Kemenkes Bakal Bangun Central Medical Unit di Ujungberung
Pilkades Serentak Lebong 2026, Panitia Tetapkan Nomor Urut dan Deklarasi Damai
102 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan MBG, Ketua FJP2 Desak BGN Bongkar Pengawasan SPPG: Siapa Bertanggung Jawab?

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:41 WIB

Angie Natesha Ketua Wanoja Perjuangan, Gelar Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis di Sukamenak

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Wujudkan Sekolah Layak, SDN Pandan Arum Sambut Program Revitalisasi APBN 2026

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Bupati Asep Japar Lepas Atlet Sukabumi, Bidik 10 Besar Porprov Jabar

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:12 WIB

H. Gundar Pimpin Golkar Kota Sukabumi, Targetkan Enam Kursi Legislatif

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:59 WIB

Direksi dan Civitas Hospitalia RSUD Sekarwangi Ucapkan Selamat Hari Dokter Nasional 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:04 WIB

Hari Santri Nasional 2026, Kades Sukagalih Aja Waridin Ajak Generasi Muda Perkuat Akhlak, Ilmu, dan Semangat Membangun Negeri

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Momentum Hari Santri Nasional 2026, Danramil Cileungsi Mayor , Endang Lili Gaungkan Pesan Indonesia Damai dan Penuh Berkah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:53 WIB

Hadirkan KH Cucun Ahmad Syamsurijal, KAC Bahas Modernisasi Pesantren yang Tetap Luhur Tradisinya

Berita Terbaru