Bappeda Sumenep : Penyusunan RAD TPB/SDGs 2025–2029 Percepat Pembangunan Daerah Berkelanjutan

Satunews.id

- Redaksi

Kamis, 12 Juni 2025 - 12:19 WIB

5029 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, satunews.id – Melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemerintah Kabupaten Sumenep, resmi memulai proses Penyusunan Rencana Aksi Daerah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (RAD TPB/SDGs) untuk periode 2025–2029.

Proses ini ditandai dengan kegiatan awal yang digelar pada Kamis, 5 Juni 2025.

Penyusunan dokumen RAD TPB/SDGs ini bertujuan untuk menjadi pedoman pembangunan daerah yang lebih presisi, terarah, inklusif, serta selaras dengan prinsip keberlanjutan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen daerah dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) secara nasional maupun global.

Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, menjelaskan bahwa dokumen RAD akan menjadi acuan lintas sektor dalam menjalankan program pembangunan lima tahun ke depan.

“RAD TPB/SDGs ini adalah peta jalan pembangunan Kabupaten Sumenep. Seluruh perangkat daerah akan merujuk pada dokumen ini agar arah kebijakan pembangunan lebih terukur dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta tantangan zaman,” ujar Arif Firmanto.

Arif menambahkan ada empat tujuan pokok yang ingin dicapai dalam penyusunan RAD ini, yakni:

1. Meningkatkan pemahaman lintas sektor terhadap prinsip dasar SDGs, seperti kesetaraan, inklusivitas, dan prinsip no one left behind.

2. Mengidentifikasi capaian dan tantangan pembangunan berkelanjutan yang telah dan sedang dihadapi daerah.

3. Merumuskan strategi, arah kebijakan, dan target pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan lokal, sekaligus mendukung prioritas nasional.

4. Membangun sistem pemantauan, evaluasi, dan pelaporan yang efektif, agar pelaksanaan pembangunan dapat terus dikaji dan diperbaiki secara berkala.

“Kita ingin memastikan bahwa kebijakan yang dibuat tidak hanya baik secara konsep, tetapi juga memberi dampak nyata di lapangan. Oleh karena itu, pemantauan dan evaluasi adalah komponen penting,” tambahnya.

Menurut Arif, Penyusunan RAD TPB/SDGs 2025–2029 dirancang menggunakan pendekatan partisipatif. Pemerintah daerah membuka ruang dialog dan masukan dari berbagai pihak, termasuk akademisi, organisasi masyarakat sipil, pelaku usaha, dan komunitas lokal.

Langkah ini sejalan dengan semangat inklusivitas dalam SDGs, yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan.

“Kami mengajak seluruh pihak untuk terlibat aktif dalam proses ini. Semakin banyak suara yang terlibat, semakin kuat pula dokumen RAD ini sebagai refleksi kebutuhan nyata masyarakat Sumenep,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, Arif juga menegaskan bahwa sebagai alat perencanaan pembangunan lokal, RAD TPB/SDGs juga berfungsi sebagai upaya daerah dalam mendukung pencapaian 17 tujuan SDGs yang telah menjadi komitmen Indonesia dalam forum internasional.

Beberapa isu utama yang menjadi perhatian dalam SDGs antara lain: pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, kesetaraan gender, pertumbuhan ekonomi inklusif, serta pelestarian lingkungan hidup.

Bappeda Sumenep menegaskan bahwa seluruh proses penyusunan RAD akan dilakukan secara terbuka dan transparan. Setelah selesai, dokumen ini juga akan dipublikasikan kepada masyarakat agar dapat diketahui, dikritisi, dan dipantau secara luas.

“RAD ini bukan milik pemerintah semata. Ini adalah dokumen publik yang harus bisa diakses, dipahami, dan dikawal bersama,” pungkasnya.

Dengan tersusunnya RAD TPB/SDGs 2025–2029, Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap mampu mempercepat pencapaian pembangunan daerah yang menyeluruh, terukur, dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Upaya ini juga diharapkan mampu menjembatani kesenjangan pembangunan antara wilayah pedesaan dan perkotaan, serta memberikan ruang yang lebih besar bagi kelompok rentan dan marjinal agar ikut terlibat dalam proses pembangunan.

(rul)

Penerbit : Satunews.id

Berita Terkait

BKK 2026 Desa Karang Tengah Diluncurkan! Kades Suhandi Apresiasi Bupati Bogor, Pembangunan Dituntut Transparan dan Tepat Sasaran
8 Tersangka Pengeroyokan di Pasar Caringin Diamankan Polrestabes Bandung
PT Phytochemindo Reksa Turun Tangan Perbaiki Jalan Cibugis! Kades Gonon: Sinergi Perusahaan dan Desa, Manfaatnya Dirasakan Warga
Calon Tunggal di Desa Lemeu, Kadis PMD Lebong: Pemilihan Tetap Dilanjutkan
Duka di Pasar Caringin, Farhan Minta Aparat Kewilayahan Lebih Perhatikan Wilayahnya
Pemkot Bandung dan Kemenkes Bakal Bangun Central Medical Unit di Ujungberung
Pilkades Serentak Lebong 2026, Panitia Tetapkan Nomor Urut dan Deklarasi Damai
102 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan MBG, Ketua FJP2 Desak BGN Bongkar Pengawasan SPPG: Siapa Bertanggung Jawab?

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:41 WIB

Angie Natesha Ketua Wanoja Perjuangan, Gelar Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis di Sukamenak

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Wujudkan Sekolah Layak, SDN Pandan Arum Sambut Program Revitalisasi APBN 2026

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Bupati Asep Japar Lepas Atlet Sukabumi, Bidik 10 Besar Porprov Jabar

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:12 WIB

H. Gundar Pimpin Golkar Kota Sukabumi, Targetkan Enam Kursi Legislatif

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:59 WIB

Direksi dan Civitas Hospitalia RSUD Sekarwangi Ucapkan Selamat Hari Dokter Nasional 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:04 WIB

Hari Santri Nasional 2026, Kades Sukagalih Aja Waridin Ajak Generasi Muda Perkuat Akhlak, Ilmu, dan Semangat Membangun Negeri

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Momentum Hari Santri Nasional 2026, Danramil Cileungsi Mayor , Endang Lili Gaungkan Pesan Indonesia Damai dan Penuh Berkah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:53 WIB

Hadirkan KH Cucun Ahmad Syamsurijal, KAC Bahas Modernisasi Pesantren yang Tetap Luhur Tradisinya

Berita Terbaru