Desa Gegbrong Butuh Perhatian Pemerintah

satu news 01

- Redaksi

Kamis, 12 Desember 2024 - 21:06 WIB

5051 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satunews.id

Cianjur – Desa yang terletak di kaki Taman nasional gunung Gede pangrango dan berada di wilayah kecamatan gekbrong kabupaten Cianjur,desa gekbrong ini merupakan Salah satu Cagar Biosfer yang tercatat di Unesco,Biosfer juga dikenal sebagai ekosfer, adalah jumlah seluruh ekosistem di seluruh penjuru Bumi. Biosfer juga dapat disebut zona kehidupan di Bumi, sistem tertutup, dan sebagian besar mengatur diri sendiri.

Menurut penuturan Kepala Desa Gekbrong Dadang Hikmat Sudarni saat di temui Awak Media di ruang kerjanya,Kamis (11/12/2024) Malam

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Membenarkan 325×300
“Desa gekbrong adalah salah satu desa yang berada di taman nasional Gunung Gede pangrango, dan merupakan salah satu cagar biosfer dunia,bukan hanya milik Cianjur dan jawa barat juga indonesia,tapi juga sudah tercatat di unesco”.

Dadang pun memaparkan kalau desa gekbrong juga menjadi salah satu desa yang menjadi penyangga Gn Gede pangrango,
“Kami desa gekbrong adalah salah satu desa penyangga Taman nasional Gunung gede pangrango,ada sekitar 50 desa kalau tidak salah 50 desa lebih itu berada di wilayah kabupaten cianjur,Sukabumi dan bogor ,

“Nah potensi alam Salah satunya taman nasional Gunung gede pangrango itu merupakan potensi yang bisa di kembangkan untuk menjadi destinasi wisata atau juga desa wisata”,

“Hal tersebut sesuai dengan arahan dari kementrian desa dan juga pemerintah daerah serta merupakan program pemerintah,ke depan rencananya selain destinasi di taman nasional juga kita akan memanfaatkan Tanah-tanah desa dan Tanah HGU yang berada di kp kandang kuda,itu menjadi bagian daripada destinasi yang akan kita kelola”,

Masih menurut Dadang
“Tapi sampai saat ini kami belum bisa melakukan action secara maksimal di karenakan keterbatasan anggaran, kami hanya baru melakukan secara bertahap dan kami mohon kepada pemerintah kabupaten dan provinsi juga Pusat semoga saja bisa segera membantu,rencana kita ke depan selain kita menjaga aset bangsa yaitu taman nasional gunung gede pangrango dan sekitarnya juga kita bisa menjadi pemberdaya ekonomi bagi Masyarakat,”

“Kalau tidak salah ada 32 negara turis yang sudah tercatat melakukan pendakian melalu jalur desa gekbrong,mereka bertujuan untuk meneliti apa itu taman nasional tersebut dan sifatnya wisata agro ya,selain wisata alam juga ada wisata edukasi karena banyak nya tumbuhan dan hewan dan keanekaragaman hayati yang bisa di teliti secara ilmiah”.

Kades gekbrong ini pun mengatakan Bahwa ada lebih dari 10 hektar lahan yang sudah di alokasikan.

“Destinasi utamanya itu kurang lebih sepuluh hektar lah ya,karena kita juga agro rencananya jadi pertanian masyarakat juga akan di tata dan masuk kepada bagian dari pemberdayaan ekonomi,yang di jadikan obyek wisata,pertaniannya di tata dengan baik sehingga menimbulkan daya tarik untuk wisatawan domestik maupun mancanegara”‘

“Sebetulnya kita sudah ke dewan provinsi,bahkan kementerian desa,pernah kita ajukan terkahir kita sudah mencoba ke Bupati cianjur Herman Suherman kita sudah sampaikan hanya saja mungkin karena beliau masih banyak kesibukan jadi belum ada respon,”Kata dia

(Usman/Zn)

Berita Terkait

Polda Sumsel Laksanakan Kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental Personel
Rp205 Juta Digelontorkan! Pemdes Bojongnangka Bangun TPT 400 Meter, H. Amir Arsyad Apresiasi Bupati Bogor
Bertepatan dengan Sumpah Pemuda 2026, Satunews.id Sampaikan Ucapan HUT ke-67 Pemuda Pancasila Kabupaten Bogor: Teguhkan Persatuan, Perkuat Pengabdian!
BKK 2026 Desa Karang Tengah Diluncurkan! Kades Suhandi Apresiasi Bupati Bogor, Pembangunan Dituntut Transparan dan Tepat Sasaran
Gandeng GP Ansor Sumsel, Kapolda Sumsel Perkuat Kerukunan dan Stabilitas Kamtibmas
Semangat Sumpah Pemuda ke-98, Lapas Kelas I Palembang Perkuat Patriotisme dan Integritas
PULUHAN JUTA ROKOK ILEGAL DIMUSNAHKAN, BEA CUKAI SUMBAGTIM SELAMATKAN POTENSI KERUGIAN NEGARA Rp 20,56 MILYAR  
Ombudsman RI Lakukan Monitoring dan Pengawasan Layanan Pemasyarakatan di Rutan Kelas I Palembang  

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Pasawahan Alokasikan Sebagian Hadiah untuk Dua Rumah Pompa, Pentahelix Siap Kawal Pembangunan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Pentahelix Dayeuhkolot Jelaskan Dukungan CSR dan Dana Pribadi untuk Penanganan Lingkungan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:28 WIB

Dorong Kualitas Layanan Publik, Bupati Bandung Bahas Optimalisasi RSUD Majalaya hingga Penataan Aset Daerah

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:42 WIB

Sampah Kiriman Menumpuk di Sungai, Pentahelix: Dayeuhkolot Bukan Muara Sampah

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:47 WIB

KNPI Kabupaten Bandung Launching Pelor Handal, Kadistan Dorong Pemuda Garap Ayam Petelur

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Pandangan Umum Fraksi PSI: 4 Raperda Baru Harus Beri Manfaat Nyata, Bukan Sekadar Banyak Norma

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:07 WIB

Musdes Ketiga, Pemdes Malakasari Mantapkan Risalah Tanah Carik untuk Dukung Pembangunan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:14 WIB

Distan Gelar Tani Verse, Dukung Lahirnya Generasi Baru Petani

Berita Terbaru