KAMPANYE ITU HARUS RASIONAL-PERSUASIF BUKAN EMOSIONAL KONFRONTATIF

Satunews.id

- Redaksi

Selasa, 12 November 2024 - 07:53 WIB

5023 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Idat Mustari

 

 

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

SATUNEWS.ID 

OPINI — Seperti diketahui kampanye Pilkada telah berlangsung sejak beberapa waktu lalu. Masing-masing Paslon  dengan para jurkamnya, telah pula mengedepankan pelbagai rencana program yang akan diekskusi sekiranya nanti mereka  terpilih jadi Kepala Daerah.

Hampir dalam waktu yang bersamaan pula masyarakat sedikit paham (untuk tidak mengatakan samar-samar) mau ke arah mana akan dibawa para Paslon lima tahun ke depan.

Akan tetapi perlu dicatat. Hasil amatan empirik penulis, selain perilaku para kampanyewan tampak masih konsisten dengan aturan yang disepakati. Ada juga yang tidak taat asas. Alias telah keluar dari koridor. Mereka tidak lagi berpegang pada  “pakem” kegiatan kampanye, sebagai wahana pendidikan politik masyarakat.

Maka untuk hal amat penting ini, kita himbau alangkah elok kalau masing-masing kontestan melakukan introspeksi, agar sadar diri, untuk kemudian kembali ke jalur yang benar, sesuai aturan legal dan tuntutan etik moral.

Bahwa, kemungkinan adanya kritik atas gagasan lawan, sepedas apapun sifatnya tidak soal. Yang demikian itu suatu indikasi bahwa demokrasi berjalan sehat. Malahan dengan adanya kontra argumentasi, pada gilirannya dapat meningkatkan kecerdasan para atau bakal calon pendukung. kampanye yang besifat diskursus tersebut, akan lahir suatu kebenaran dengan basis keilmuan yang kokoh.

Sekali lagi, elok kalau kampanye Pilkada sarat dengan dirkursus intelektual. Saling mengritisi program dan wacana lawan. Tetapi dengan catatan harus tetap dalam kendali diri yang prima. Sebab jika sedikit saja kendali ini kendur, maka pasti kampanye akan berlansung secara emosional-konfrontatif.

Di sini akan penulis kedepankan salah contoh kampanye yang lepas kendali dan emosional. Yakni, menyerang dengan mengungkapkan kekurangan fisik lawan. Dengan kata lain, upaya mendiskreditkan kondisi fisik seseorang. Misalnya kata “Pendek “yang ditujukan pada seorang calon kepala daerah yang dianggap jadi lawannya.

Padahal dilihat dari perspektif Islam, terang saja perilaku seperti itu tidak dibenarkan. Dengan kata lain perlu dijauhi. Sebab yang demikian itu pada identik dengan menggugat Penciptanya. Na`udzu billah.

Setiap muslim diingatkan oleh peristiwa ketika Rasulullah SAW menegur Abu Dzar al-Ghifari gara-gara ketika berselisih paham dengan Bilal mengucapkan, “Dasar, kulit hitam!” Bilal sangat tersinggung mendengar ucapan itu. Ia datang kepada Rasulullah SAW dan mengadukannya.

Mendengar hal itu, rona wajah Rasulullah SAW berubah dan bergegas menghampiri Abu Dzar. Lalu berkata, “Sungguh dalam dirimu masih terdapat Jahiliyah!” Sampai kemudian Abu Dzar bukan saja meminta maaf kepada Bilal, bahkan meminta Bilal menginjak wajahnya. Tentu saja Bilal tidak melakukannya.

Oleh karena itu seyogiyanya kampanye dengan pelecehan seperi itu, jelas tak boleh terjadi lagi. Bagi pelakunya minta maaflah—bertobatlah sebab pasti sanksi eskatologis kelak di Akhirat telah menanti. Percaya kepada hari akhir merupakan rukun iman bagi seorang muslim.

Sekali lagi jika berkampanye gunakan pendekatan rasional-persuasif, sebab ini lebih elegan dari pada kampanye emosional konfrontatif.

*_Pemerhati Sosial dan Keagamaan_

Berita Terkait

Rp229,5 Juta untuk Pembangunan Sentul, Kades Alex dan Camat Makmun Tekankan Kualitas
BKK 2026 Desa Karang Tengah Diluncurkan! Kades Suhandi Apresiasi Bupati Bogor, Pembangunan Dituntut Transparan dan Tepat Sasaran
8 Tersangka Pengeroyokan di Pasar Caringin Diamankan Polrestabes Bandung
PT Phytochemindo Reksa Turun Tangan Perbaiki Jalan Cibugis! Kades Gonon: Sinergi Perusahaan dan Desa, Manfaatnya Dirasakan Warga
Calon Tunggal di Desa Lemeu, Kadis PMD Lebong: Pemilihan Tetap Dilanjutkan
Duka di Pasar Caringin, Farhan Minta Aparat Kewilayahan Lebih Perhatikan Wilayahnya
Pemkot Bandung dan Kemenkes Bakal Bangun Central Medical Unit di Ujungberung
Pilkades Serentak Lebong 2026, Panitia Tetapkan Nomor Urut dan Deklarasi Damai

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Lapas Kelas I Palembang Bagikan Al-Qur’an, Juz Amma dan Alkitab kepada Warga Binaan  

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:52 WIB

Rp229,5 Juta untuk Pembangunan Sentul, Kades Alex dan Camat Makmun Tekankan Kualitas

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:30 WIB

Dandim 0418/Palembang Ajak Mahasiswa UIN Raden Fatah Jaga Keutuhan Bangsa di Tengah Geopolitik Dunia

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:47 WIB

Polda Sumsel Laksanakan Kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental Personel

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:36 WIB

Rp205 Juta Digelontorkan! Pemdes Bojongnangka Bangun TPT 400 Meter, H. Amir Arsyad Apresiasi Bupati Bogor

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:25 WIB

Bertepatan dengan Sumpah Pemuda 2026, Satunews.id Sampaikan Ucapan HUT ke-67 Pemuda Pancasila Kabupaten Bogor: Teguhkan Persatuan, Perkuat Pengabdian!

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:09 WIB

BKK 2026 Desa Karang Tengah Diluncurkan! Kades Suhandi Apresiasi Bupati Bogor, Pembangunan Dituntut Transparan dan Tepat Sasaran

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:53 WIB

Gandeng GP Ansor Sumsel, Kapolda Sumsel Perkuat Kerukunan dan Stabilitas Kamtibmas

Berita Terbaru