Warga Berharap Kepada Dinas terkait Perhatikan Makam Kuno Di Era 1400 Masehi Di Desa Lecari Kota Pasuruan Jawa Timur.

Satunews.id

- Redaksi

Jumat, 8 November 2024 - 00:36 WIB

5050 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasuruan, Satunews.id-Makam adalah wujud budaya yang mencerminkan persepsi dan alam pikir masyarakat. Makam juga tidak hanya sekadar benda yang mewakili makna fungsional sebagai benda kubur. Apalagi makam kuno yang dari zaman dahulu berada di desa lecari  diyakini sangat sakral akan simbol, nilai kebudayaan yang sangat tinggi apalagi makam kuno yang  mempunyai nilai sejarah namun tak terurus  bahkan di biarkan begitu saja.

Hingga pernah sekali di tinjau oleh oknum yang mengatasnamakan dari dinas kebudayaan bahkan mengakui kalau makam tersebut adalah makan yang berada di era Troloyo di tahun 1400 masehi dan ini harus di perbaiki dan dijadikan destinasi budaya karena makam tersebut termasuk makam yang sangat bersejarah. namun dari dahulu hingga sekarang tidak tersentuh sama sekali hanya cuap-cuap belaka.

Warga berharap lokasi ini bisa menjadi destinasi wisata baru yang menawarkan pengalaman mengenal sejarah masa lalu di tengah pesona alam yang asri.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keberadaan warisan budaya berupa makam kuno yang dari dahulu bahkan orang desa sekitar selalu mengawasi makam kuno tersebut yang masih berdiri tegak dan kokoh hingga sampai saat ini.Masyarakat setempat pun menganggap makam ini sakral, dengan tradisi dan cerita turun-temurun yang menambah daya tarik spiritual dan budaya bagi wisatawan.

Bahkan pernah terjadi hal yang sangat aneh terjadi disitu sebuah mobil pick up  pengangkut material mundur tanpa diketahui kalau di belakang tersebut ada makam kuno itu. Sehingga mobil pick up tersebut menabrak batu nisan nya hingga mobil pick up tersebut langsung terguling di tempat,”Ungkapnya.

Hingga kamipun sempat mengomentari warga sekaligus masih keluarga leluhur dan juga orang tertua di sekitaran makam mbah Tolo di desa lecari yaitu ibu Umi Kulsum yang termasuk ibu kandung dari salah satu ketua RT.04 RW.01 yaitu Budi Santoso hingga bapak ilham selaku lurah tapaan ikut hadir dan menyaksikan adanya makam kuno tersebut minggu kemarin pas dalam momen kerja bhakti di wilayah makam mbah Tolo.

Bahkan kamipun mempertanyakan terkait makam kuno dengan batu nisan yang sangat besar masih berdiri tegak hingga kamipun mendapatkan informasi bahwa di sekitaran lingkungan makam tersebut ibu umi kulsum lah yang masih bisa sedikit menjelaskan terkait Makam kuno itu hingga beliau menyebutkan itu makam Mbah Tolo,” Tuturnya.

Untuk menjaga cagar budaya tersebut, kami berharap pihak pemerintah harus bekerjasama dengan masyarakat setempat harus melakukan kegiatan sosialisasi dan konservasi yang meliputi perlindungan fisik hingga mendatangi tempat pemakaman kuno tersebut untuk memastikan keakuratan informasi dari salah satu warga setempat.

Hal tersebut, menjadi sebuah akulturasi yang terus terpatri hingga saat ini dimasyarakat. Begitu pula dengan penempatan makam. Biasanya untuk para orang sakti dimasa raja-raja mataram atau majapahit.

Bahkan masyarakat setempat setiap tahun mengadakan barik’an dzikir dan doa bersama khususnya mendoakan semua ahli kubur yang berada di lingkungan makam keluarga didesa Lecari tersebut hingga tanpa terkecuali. bahkan dapat terlihat makam kuno tersebut di duga berada dikisaran tahun 1400 masehi yang berada di era troloyo.

Selain itu batu tegak atau menhir dari dahulu warga sekitar semua sudah mengetahui akan adanya makam bersejarah yang selalu bersih tanpa adanya tumbuhan sedikitpun di atas makam tersebut

Kami sebagai warga setempat dan juga masih ada keterkaitan hubungan keluarga besar yang berada tidak jauh dari makam mbah tolo tersebut hingga harapan kami agar dari dinas cagar budaya terkait makam kuno ini agar sedikit di perhatikan karena ini bisa menjadi destinasi wisata budaya, serta memastikan pelestariannya untuk generasi mendatang.

(yahya)

#Satunews.id

#Satunews.idJatim

Tags: Breaking news

 

Berita Terkait

Hadiri Pelantikan Kader Inti Pemuda Anti Narkoba (KIPAN), Polres Pasuruan Kota Ajak Pemuda Perkuat Pencegahan Narkoba
MARINES SUPER ENDURO & TRABAS HOREE!
Kapolres Pasuruan Ajak Masyarakat Bijak Bermedia Sosial Dalam Majelis Subuhan Al-Busyro.
Puluhan Personil Polres Pasuruan Bersama Ribuan Santri PP Dalwa Melaksanakan Sholat Istisqa’ Dan Do’a Bersama Berharap Bencana Karhutla lekas Berlalu
MEDIASI BELUM HASILKAN KESEPAKATAN, AHLI WARIS SAMPAIKAN ASPIRASI DI DEPAN PENGADILAN NEGERI KOTA PASURUAN
Polres Pasuruan Kota Gandeng Pemerintah Desa dan Masyarakat Perkuat Pencegahan Narkoba.
Petugas KB Samsat Kota Pasuruan Berlakukan Transparansi Tanpa Penolakan Kepada Semua Wajib Pajak Tanpa Terkecuali.
Bentuk Kepedulian Kapolres Pasuruan Mendatangi Kediaman Korban Pembunuhan Dusun Karangpanas Dayurejo Prigen Kabupaten Pasuruan.

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:28 WIB

Rp696,78 Juta untuk Lebak Nangka! Mulyadi Anwar Dorong Jalan Desa Kadumanggu Kini Lebih Bagus dan Mulus

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:36 WIB

Rp701,28 Juta untuk Cipambuan! Dadang Darajat Launching Rehabilitasi Kantor Desa dan Dayeuh Pajajaran

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Perkuat Kualitas Pelayanan, Lapas Palembang Terima Kunjungan Ombudsman Sumsel

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:24 WIB

Kapolda Sumsel Dorong Pelajar SMKN 6 Palembang Berprestasi, Disiplin, dan Bebas Narkoba

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Karutan Kelas I Palembang Bersama Jajaran Panen Kangkung, Dukung Ketahanan Pangan dan Optimalisasi Lahan Produktif

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Rutan Kelas I Palembang Jalin Kerja Sama dengan Bank Sampah Graha Pena untuk Pengelolaan Sampah Anorganik  

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:20 WIB

Firdaus Hasbullah: Jangan Biarkan Narkoba Merampas Masa Depan Anak-Anak PALI!  

Senin, 26 Oktober 2026 - 07:58 WIB

Sinergi Forkopimda di The 12th World Anxi Conference, Polda Sumsel Dukung Iklim Daerah yang Kondusif

Berita Terbaru