BPJS Pasisie Rancak Banyak Yang Tidak Aktif, Dani Sopian Desak Pemkab Pessel Agar Menyelesaikan Tunggakan

- Redaksi

Selasa, 29 Oktober 2024 - 18:00 WIB

5022 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pessel, Satunews.id –Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Selatan (Pessel) diminta agar menyelesaikan keluhan masyarakat miskin peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang terjebak dengan tunggakkan karena iuran bulanan yang selama ini ditanggung oleh APBD dihentikan.

Pasalnya bila itu tidak diselesaikan, maka akan menjadi beban bagi puluhan ribu masyarakat miskin di daerah itu, sebab beban tunggakan yang sudah berlalu itu menjadi tanggungannya secara mandiri.

Hal itu ditegaskan Wakil Ketua DPRD Pessel, Dani Sopian, kepada wartawan Selasa (29/10).

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dijelaskannya bahwa berdasarkan data yang dia dapatkan per 1 September 2024, peserta BPJS Kesehatan yang iurannya ditanggung oleh Pemkab Pessel hanya 78,46 persen yang aktif dari 113 ribu lebih peserta jumlah Universal Health Coverage (UHC) Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBD.

“Karena dari 113 ribu ada sebanyak 21,54 persen kartunya telah mati karena tidak dibayar, sehingga ada sebanyak 24 ribu lebih kartu BPJS nya yang telah mati dan tidak bisa digunakan lagi. Kalaupun bisa dihidupkan kembali, masyarakat miskin ini harus membayarnya secara mandiri. Ini jelas sangat memberatkan, sebab diantaranya ada yang sudah off lebih dari 3 tahun. Dari itu saya minta Pemkab bisa menyelesaikan tunggakan tersebut,” pintanya.

Dia menambahkan bahwa ada beberapa alasan kartu BPJS Kesehatan yang iuran berasal dari APBD itu di off kan. Diantaranya jika di dalam kartu keluarga (KK) salah satunya terdaftar sebagai karyawan, maka secara otomatis akan langsung berdampak dan di off kan iurannya.

“Ini mungkin bisa kita terima. Namun karena asumsi tidak digunakan lebih dari enam bulan, sementara pesertanya masih dalam usia produktif, ini jelas keliru. Sebab kita tidak bisa memprediksi kapan kita sakit. Karena tidak bisa, maka mereka harus dibekali dengan kartu BPJS Kesehatan yang aktif supaya masyarakat miskin ini tidak lagi susah ketika menghadapi masa sakit,” ingatnya.

Lebih jauh dijelaskan bahwa memasuki bulan November hingga akhir tahun 2024 ini Pemkab Pessel akan melakukan penambahan peserta baru BPJS Pasisia Rancak yang akan ditanggung melalui APBD murni sebanyak 3.247 jiwa.

“Karena ada sebanyak 24 ribu jiwa lebih kartu BPJS masyarakat miskin yang di off kan saat ini, maka saya sarankan agar ini yang diselesaikan terlebih dahulu oleh Pemkab Pessel. Tentunya dengan cara melakukan pendataan secara akurat agar tepat sasaran, dan juga supaya pembayaran tunggakan itu tidak dibebankan kepada masyarakat sebagaimana saat ini,” tegasnya.

Kepala BPJS Pessel, Rezna Afre Yanti, ketika wartawan Selasa (29/10) menjelaskan bahwa jumlah Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBD per 1 Oktober di daerah itu sebanyak 89.936 yang terdiri dari 83.000 JKSS dan 6.936 APBD Murni.

“Dan untuk 1 November 2024 Pemkab Pessel akan melakukan penambahan sebanyak 3.247 jiwa. Berdasarkan penambahan itu, maka Pemkab Pessel sudah menganggarkan sebanyak 93.175 jiwa. Jumlah ini adalah dalam kondisi aktif,” jelasnya.

Ditambahkannya bahwa terkait aktif atau tidak aktifnya kartu BPJS itu banyak penyebabnya. Baik karena penunggakan, sudah berhenti bekerja, atau tidak masuk karena verivali baik Kemensos, maupun penyesuaian data oleh Dirjen Dukcapil.

“Termasuk juga penonaktifan PBI APBD, juga hasil verivali di lapangan maupun temuan BPK apakah itu ganda, meninggal, atau peserta sudah pindah alamat,” jelasnya.

Terkait berapa jumlah peserta BPJS Kesehatan yang PBI bersumber dari APBD yang dinonaktifkan Pemkab Pessel, dijelaskan Rezna hingga saat ini mencapai 21,54 persen.

“Jumlah data UHC PBI APBD Pessel lebih kurang 113 ribu. Dari jumlah itu yang aktif saat ini hanya sebanyak 89.928 orang, atau sekitar 78,46 persen,” pungkasnya.

 

Pewarta : Don

Berita Terkait

Lantik Ketua dan wakil Ketua Baznas OKU, Teddy: Langsung Kerja Jangan Banyak Retorika BATURAJA – Bupati Ogan Komering Ulu
Pangdam Siliwangi Turun Langsung: Halal Bihalal KBT Jabar Bagi Rutilahu Rp25 Juta, Tegaskan Silaturahmi Nggak Ada Matinya
Bupati OKU Gandeng Danantara, RDF Plant Jadi Solusi Sampah
HKG PKK ke-54 OKU, Zwesty Ajak Kader Tetap Bergerak Meski Efisiensi
Ukir Prestasi Tingkat Nasional, Bupati OKU dan BPR Baturaja Bawa Pulang 3 Trofi TOP BUMD 2026
Program Gentengisasi Hidupkan Kembali UMKM Genteng di Purwakarta
Bandung Makin Geulis! DSDABM Gaspol Benerin Jalan Biar Nggak Bikin Emosi
IPPAT Jabar Gelar Halal Bihalal di Holiday Inn Bandung, Usung Tema Integritas Profesi

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 11:04 WIB

Ketua Pentahelix Tri Rahmanto Apresiasi Langkah Bupati Bandung Prioritaskan Penanganan Banjir

Jumat, 17 April 2026 - 22:22 WIB

ANGKA FANTASTIS! BELANJA ELEKTRONIK, FURNITUR DAN PAKAIAN SEKRETRIAT DPRD PRINGSEWU TEMBUS MILYARAN, DISOROT TAJAM PULIK

Jumat, 17 April 2026 - 17:39 WIB

LSM Trinusa DPD Lampung Akan Gelar Aksi di KPK 21 April, Soroti Dugaan Kejanggalan Banjir, Hibah Rp60 Miliar, Program Umroh berulang serta Proyek PUPR Bermsalah

Kamis, 16 April 2026 - 22:24 WIB

Gerak Cepat, Bupati OKU Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir

Kamis, 16 April 2026 - 21:48 WIB

Pemkot Bandung: FKPPI Harus Jadi Motor Bela Negara dan Solusi Masalah Kota

Kamis, 16 April 2026 - 07:08 WIB

DATA TERUNGKAP: ANGGARAN MAKAN MINUM DPRD PRINGSEWU TAHUN 2025 MENCAPAI RP1,35 MILIAR, DINILAI TIDAK WAJAR DAN MEMBOROSKAN

Rabu, 15 April 2026 - 06:33 WIB

Pembayaran MoU Media Tahun 2025 Rp1,3 Miliar: Sekwan Lempar Tanggung Jawab, Sekretariat & Kaspro Bungkam Saat Dikonfirmasi

Selasa, 14 April 2026 - 11:06 WIB

LSM PENJARA INDONESIA TANGGAPI PERNYATAAN WAKIL KETUA I DPRD PESAWARAN TERKAIT PERBAIKAN GEDUNG DPRD

Berita Terbaru