Setelah Bangun 5 RSUD Bedas, Bupati Targetkan Penambahan 62 Puskesmas

- Redaksi

Sabtu, 2 Maret 2024 - 12:18 WIB

504 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAB. BANDUNG // SATUNEWS.id – Pemerintah Kabupaten Bandung terus berusaha untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya pada bidang kesehatan. Peningkatan pelayanan itu di antaranya melalui pelaksanaan peresmian pelayanan stroke center dan ruang rawat inap lantai 4 Gedung Alamanda RSUD Majalaya oleh Bupati Bandung Dadang Supriatna di Jalan Raya Cipaku Desa Cipaku Kecamatan Paseh Kabupaten Bandung, Sabtu (2/3/2024).

Peningkatan prasarana sarana pelayanan kesehatan itu diharapkan dapat mengurangi angka kematian, dan meningkatkan angka harapan hidup masyarakat Kabupaten Bandung.

Pada sambutannya, Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan bahwa rumah sakit adalah bukan merupakan suatu perusahaan, dan rumah sakit bukan merupakan untuk mengambil keuntungan atau profit oriented.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tapi rumah sakit lebih cenderung adalah untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada warga masyarakat,” kata Bupati Dadang Supriatna.

Bupati Bandung mengatakan inovasi yang dilakukan RSUD Majalaya adalah sebuah terobosan yang sangat luar biasa, sehingga perlu diapresiasi dalam pelayanan kesehatan ini.

“Saya merasakan betul, adanya perubahan-perubahan dan peningkatan pelayanan di RSUD Majalaya ini. Karena saya pernah merasakan dan berkunjung ke RSUD Majalaya ini, saat masih sekolah SD. Saat itu, terkenal dengan Rumah Sakit Ebah. Tentunya, dengan adanya peningkatan prasarana sarana ini perlu kita tingkatkan kembali,” ujarnya.

Bukan hanya saja pelayanan yang harus ditingkatkan, imbuh Dadang Supriatna, tetapi prasarana dan sarana pun perlu ditingkatkan untuk pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Bahwa RSUD Majalaya ini merupakan rumah sakit berkualitas, terutama dalam hal pelayanan. Lingkungan juga jangan sampai terlihat kumuh,” harap Bupati Bedas ini.

Bupati Bandung pun tidak bosan-bosannya untuk menyampaikan dalam hal pelayanan kesehatan. Ia menjelaskan, penyakit stroke itu akibat penyempitan pembuluh darah atau disebabkan kurang gerak dan olahraga.

“Mandi tidak beraturan juga bisa menjadi salah satu penyebab stroke. Meninggal di kamar mandi itu memang ada proses, sehingga dalam hal ini perlu edukasi bagaimana supaya tetap sehat. Kita harus bisa meminimalisir penyebab penyakit stroke,” katanya.

Orang nomor satu di Kabupaten Bandung ini juga berharap kepada pihak rumah sakit, para camat maupun kepala desa untuk diadakan sosialisasi kepada masyarakat terkait pencegahan atau meminimalisir penyakit stroke, salah satunya masyarakat harus paham bagaimana cara mandi yang benar itu harus diawali dari bawah dulu.

“Jangan langsung mandi dari atas. Pecah pembuluh darah itu, bisa menjadi penyebab stroke. Itu berdasarkan informasi dari dokter, sehingga upaya pencegahan penyakit stroke perlu disosialisasikan kepada masyarakat,” katanya.

Ia mengatakan terjadi stroke itu salah satu penyebabnya kurang berolahraga. Minimal sehari itu olahraga setengah jam, sehingga harus dibiasakan setiap hari, terutama bagi para karyawan Pemkab Bandung maupun masyarakat sebelum bekerja dibiasakan dulu olahraga.

Bupati Bandung mencontohkan sebuah perkantoran di Jepang. Di lantai satu dan dua jalan kaki, kemudian di lantai tiga, lantai empat dan seterusnya baru ada lift.

“Itu untuk menggerakkan otot, dengan cara jalan kaki. Sedangkan di kita, dari lantai satu sudah ada lift. Ini perbedaannya. Ke kantor juga pakai mobil atau motor. Dengan nyetir mobil itu juga bisa menggerakkan otot. Pola makan juga harus diperhatikan, karena bisa menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang mengalir ke jantung,” katanya.

Dadang Supriatna mengungkapkan bahwa sebagai pemerintah dan pelayanan masyarakat, bahwa pelayanan kesehatan merupakan hak dasar masyarakat.

“Untuk itu kita perlu melakukan langkah-langkah dan inovasi untuk terus ikhtiar meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” katanya.

Bupati Bandung mengaku bersyukur harapan hidup masyarakat Kabupaten Bandung sudah meningkat mencapai 74,27 tahun. Kenapa meningkat, kata dia, karena indikator kesehatan di Kabupaten Bandung ada peningkatan.

“Kita sudah mempunyai 62 puskesmas. Berdasarkan hitungan dan analisa Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, bahwa target kita kedepan harus menambah 62 puskesmas lagi. Karena jumlah penduduk kita 3,7 juta jiwa,” ujarnya.

Ia mengungkapkan selama 2 tahun 10 bulan menjabat Bupati Bandung, dari target membangun 5 RSUD, sudah menyelesaikan 4 RSUD yaitu, RSUD Bedas Cimaung, Kertasari, Tegalluar dan Arjasari.

“Insya Allah bulan Maret 2024 ini, kita akan melaksanakan ground breaking RSUD Bedas Pacira. Kita tidak puas dengan hadirnya 5 RSUD ini, maka saya minta kepada Ibu Kadis Kesehatan Kabupaten Bandung, kita targetkan lagi menambah puskesmas sebanyak 62 puskesmas,” ujarnya.

Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna, menuturkan dari semula 3 RSUD di Kabupaten Bandung bertambah menjadi 8 RSUD. Kemudian dari 62 puskesmas, katanya, ditambah lagi 62 puskesmas, sehingga jumlahnya mencapai 124 puskesmas.

“Untuk anggaran, insya Allah saya akan berjuang,” ucapnya.

Menurut Kang DS, bukan hanya menambah kontruksi 62 puskesmas, tetapi alat kesehatannya juga harus ditambah.

“62 puskesmasnya juga kita tingkatkan, yaitu akan pasang pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) supaya biayanya tidak mahal dalam pengadaan listrik. Saya juga berharap semua rumah sakit menggunakan PLTS. Kenapa? Karena kita tahu kebutuhan biaya listrik sangat besar, yaitu mencapai miliaran rupiah pada setiap tahunnya,” katanya.

Kang DS mengaku merasakan bahwa setelah menggunakan PLTS, biaya listrik berkurang sampai 60 persen.

Kang DS juga berharap kepada para pegawai rumah sakit untuk mengedepankan pelayanan 3S (senyum, sapa dan salam) selain santun untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Upayakan dulu penanganan kepada setiap pasien yang datang untuk berobat, jangan dulu menanyakan atau membicarakan biaya karena sudah ada BPJS Kesehatan,” ucapnya.  ***

Berita Terkait

BPJS Kesehatan Cikarang Beri Penghargaan Transformasi Digital untuk FKTP dan FKRTL
Ali Syakieb Apresiasi Kemenko PMK Turun Tangan Atasi Keluarga Rentan di Daerah
SMPN 1 Cibitung Sukseska Program Cek Kesehatan Gratis 1200 Siswa
RSUDMA Sumenep Wujudkan Pelayanan Berbasis Teknologi Lewat Platform Satu Sehat
DP2KBP3A Gelar Pelayanan KB Gratis, Dukung 100 Hari Kerja Bupati Bandung di RSUD Bedas Tegalluar
Prevalensi Stunting Kabupaten Bandung Turun Signifikan Hingga 5,1 Persen, Dinkes: Berkat Kolaborasi Pentahelix
Perangi Stunting, Kepala DP2KBP3A Dampingi Ketua TPPS Salurkan Bantuan Stunting
DP2KBP3A Bandung Hadirkan Layanan KB MoW dan MoP Dalam Rangka 100 Hari Kerja Bupati

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 10:15 WIB

Komisi IV DPRD Bekasi Soroti Kasus 78 TKA Ilegal, Minta Perusahaan Ditindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 - 22:22 WIB

ANGKA FANTASTIS! BELANJA ELEKTRONIK, FURNITUR DAN PAKAIAN SEKRETRIAT DPRD PRINGSEWU TEMBUS MILYARAN, DISOROT TAJAM PULIK

Jumat, 17 April 2026 - 17:39 WIB

LSM Trinusa DPD Lampung Akan Gelar Aksi di KPK 21 April, Soroti Dugaan Kejanggalan Banjir, Hibah Rp60 Miliar, Program Umroh berulang serta Proyek PUPR Bermsalah

Kamis, 16 April 2026 - 22:24 WIB

Gerak Cepat, Bupati OKU Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir

Kamis, 16 April 2026 - 21:48 WIB

Pemkot Bandung: FKPPI Harus Jadi Motor Bela Negara dan Solusi Masalah Kota

Kamis, 16 April 2026 - 07:08 WIB

DATA TERUNGKAP: ANGGARAN MAKAN MINUM DPRD PRINGSEWU TAHUN 2025 MENCAPAI RP1,35 MILIAR, DINILAI TIDAK WAJAR DAN MEMBOROSKAN

Rabu, 15 April 2026 - 06:33 WIB

Pembayaran MoU Media Tahun 2025 Rp1,3 Miliar: Sekwan Lempar Tanggung Jawab, Sekretariat & Kaspro Bungkam Saat Dikonfirmasi

Selasa, 14 April 2026 - 11:06 WIB

LSM PENJARA INDONESIA TANGGAPI PERNYATAAN WAKIL KETUA I DPRD PESAWARAN TERKAIT PERBAIKAN GEDUNG DPRD

Berita Terbaru