Desa Cikitu Terapkan 5 Point’ Kegiatan Ketahanan Pangan

Satunews.id

- Redaksi

Rabu, 1 November 2023 - 04:04 WIB

508 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satunews.

Kabupaten Bandung // Kegiatan pemberdayaan masyarakat yang bertujuan untuk penguatan ekonomi serta ketahanan pangan, sudah diatur dalam Permendes mengenai penggunaan anggaran Dana Desa, dengan besaran sekitar 20%. Ketentuan Pemerintah ini bertujuan untuk penguatan sumberdaya masyarakat Desa, diantaranya pencegahan rawan pangan. Bisa dikata jika suatu Desa mengalami rawan pangan atau ada warganya yang sampai tidak bisa makan, maka bokeh jadi Desa tersebut sangat buruk dalam penyelenggaraan anggaran maupun tidak menerapkan aturan tentang ketahanan pangan yang nilainya cukup besar.

Dalam rangka mengimplementasikan Permendes tentang alokasi program ketahanan pangan, Desa Cikitu Kecamatan Pacet Kabupaten Bandung, menuangkan 5 program yang saling berkaitan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Desa Cikitu memiliki 5 point’ kegiatan tahan pangan. Tujuannya untuk kelangsungan ekonomi dan peningkatan taraf hidup masyarakat. Point’ yang pertama yaitu untuk ternak sapi, yang kedua ternak doma, yang ketiga pelatihan untuk peternak domba, yang keempat jalan usaha tani dan yang kelima penyediaan gabah untuk mengantisipasi rawan pangan.” Demikian dikatakan oleh Sekretaris Desa Cikitu, Yoga Fadilah pada wartawan yang mewawancara soal kegiatan ketahanan pangan pada (30/10).

Untuk penyediaan gabah dan Jalan Usaha Tani, akan dilaksanan pada akhir tahun. Sedangkan yang sudah berjalan adalah ternak sapi potong dan domba. Saat ini sapi potong merupakan prioritas karena perputaran uangnya tergolong cepat, yaitu bisa dijual satu tahun sekali yaitu pada saat Idul Adha. Begitupun dengan domba, Cikitu memiliki 18 domba yang terdiri dari 15 domba betina dan 3 orang domba jantan atau 1:3.
Sedangkan untuk ketersediaan pangan, Desa membeli gabah untuk antisipasi rawan pangan. Walaupun hingga saat ini tidak ada warga yang kekurangan makanan. Rencananya, karena harga beras saat ini mahal, maka fihak Desa akan mengadakan beras murah untuk membantu masyarakat.

“Pembangunan Jalan Usaha Tani dan Gabah akan dilaksanakan di tahap 3” lanjut Yoga Fadillah.

Mayoritas masyarakat Desa Cikitu adalah bertani dan beternak, sehingga memiliki keahlian di bidang masing2. Dengan berjalannya program ketahanan pangan, dia berharap akan ada peningkatan ekonomi secara signifikan. Desa Cikitu menganggarkan Rp.400 juta lebih, sesuai dengan aturan yg berlaku.

(Rina)***

Berita Terkait

IKM Tasikmalaya Gagas Masjid Budaya Minang–Sunda, Lahan Sudah Siap Dan Ditargetkan Jadi Ikon Baru Daerah
71 Tahun KAA: Bandung Teguhkan Diplomasi Budaya dan Status Warisan Dunia
Gerak Cepat Polsek Muara Satu, HP Mahasiswa Hilang di Kos Berhasil Ditemukan dalam Hitungan Jam
Frutika Sirup Indonesia Hadirkan Produk Minuman Premium, Siap Bersaing di Pasar Global
Lantik Ketua dan wakil Ketua Baznas OKU, Teddy: Langsung Kerja Jangan Banyak Retorika BATURAJA – Bupati Ogan Komering Ulu
Halalbihalal NasDem Jabar Jadi Momentum Kolaborasi dengan Pemprov
Pangdam Siliwangi Turun Langsung: Halal Bihalal KBT Jabar Bagi Rutilahu Rp25 Juta, Tegaskan Silaturahmi Nggak Ada Matinya
Pansus XI DPRD Provinsi Jawa Barat Dorong Optimalisasi Perumda Tirta Tarum

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 19:03 WIB

71 Tahun KAA: Bandung Teguhkan Diplomasi Budaya dan Status Warisan Dunia

Sabtu, 18 April 2026 - 21:09 WIB

Aksi Pentahelix Dayeuhkolot, 7 Titik Disasar: Sedot Genangan hingga Bersih-Bersih Sampah

Jumat, 17 April 2026 - 16:48 WIB

Pangdam Siliwangi Turun Langsung: Halal Bihalal KBT Jabar Bagi Rutilahu Rp25 Juta, Tegaskan Silaturahmi Nggak Ada Matinya

Jumat, 17 April 2026 - 13:52 WIB

625 KK Terdampak Banjir di Desa Cangkuang Wetan Terima Bantuan Pangan

Kamis, 16 April 2026 - 07:06 WIB

Bupati KDS: Selain Satgas Bangli dan Tim Pentahelix, Satgas Citarum Harum Masih Dibutuhkan

Rabu, 15 April 2026 - 17:11 WIB

Dulu Terendam, Kini Kering: Bukti Nyata Kerja Pentahelix – BBWS di Kampung Bolero Dayeuhkolot

Rabu, 15 April 2026 - 11:37 WIB

Pantauan Tim Pentahelix: Hampir Seluruh Wilayah Dayeuhkolot Masih Terendam Banjir Akibat Luapan Sungai Citarum

Selasa, 14 April 2026 - 18:00 WIB

Bandung Makin Geulis! DSDABM Gaspol Benerin Jalan Biar Nggak Bikin Emosi

Berita Terbaru