Satunews.id
Kab. Bandung — Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suyatman, bersama Ketua Pentahelix Dayeuhkolot, Camat Dayeuhkolot dan Kepala Desa Cangkuang Kulon, turun langsung dalam aksi gabungan bersih-bersih saluran air di kawasan Bendungan Situ Tarate, Taman Cibaduyut Indah (TCI), Desa Cangkuang Kulon, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.
Kegiatan yang mengusung semangat Gempur Lawan Banjir tersebut merupakan bentuk sinergi lintas wilayah antara Kelurahan Cibaduyut Wetan, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung, dengan Desa Cangkuang Kulon, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. Senin (02/11/2026).
Dalam aksi tersebut, petugas gabungan melakukan pembongkaran dan pembersihan saluran crossing di samping akses masuk Taman Cibaduyut Indah sepanjang kurang lebih 100 meter. Saluran tersebut diketahui sudah puluhan tahun tidak mendapatkan pembersihan secara menyeluruh.
Dari proses pembersihan itu, sampah yang menumpuk di dalam saluran berhasil diangkat dan dikumpulkan hingga mencapai tiga truk.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena sedimentasi dan tumpukan sampah diduga turut memengaruhi kelancaran aliran air di kawasan perbatasan Kota Bandung dan Kabupaten Bandung, termasuk jalur underpass Cibaduyut yang kerap mengalami genangan saat hujan.
Ketua Pentahelix Dayeuhkolot, Tri Rahmanto, menjelaskan bahwa fokus utama kegiatan ini adalah mengoptimalkan fungsi saluran drainase melalui pengerukan sedimentasi dan pengangkatan sampah yang terbawa aliran air dari wilayah hulu Kota Bandung menuju kawasan Cibaduyut dan Dayeuhkolot.
“Penumpukan sedimentasi dan sampah di jalur drainase ini menjadi salah satu persoalan yang perlu ditangani. Kita melihat kawasan underpass Cibaduyut kerap tergenang ketika hujan turun, sehingga berdampak terhadap kelancaran arus lalu lintas,” ungkap Tri.
Pengangkutan sampah dilakukan menggunakan tiga unit truk dari Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Barat. Banyaknya material sampah yang berhasil dikeluarkan membuat petugas juga harus mengemas sebagian sampah ke dalam karung sambil menunggu pengangkutan lanjutan.
Tri menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan komitmen pemerintah dari berbagai tingkatan, mulai dari kecamatan, kabupaten/kota hingga Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mendukung penanganan persoalan banjir di kawasan perbatasan.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai aksi sesaat, melainkan menjadi kolaborasi berkelanjutan dalam menjaga fungsi drainase dan kebersihan lingkungan.
“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada para relawan PRIMA Citeureup yang selalu hadir dan berkontribusi dalam berbagai kegiatan penanganan banjir di wilayah Dayeuhkolot,” tuturnya.
Menurut Tri, persoalan banjir tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi pemerintah, masyarakat, relawan, dan seluruh unsur terkait, baik di wilayah Kota Bandung maupun Kabupaten Bandung.
Sementara itu, Camat Dayeuhkolot, Asep Suryadi, yang ditemui di lokasi kegiatan, menegaskan bahwa tumpukan sampah di sungai dan saluran drainase menjadi salah satu persoalan yang harus segera ditangani untuk mengurangi risiko banjir berulang di kawasan perbatasan.
Sampah yang menumpuk dapat memicu pendangkalan dan menghambat aliran air. Ketika kapasitas saluran tidak mampu menampung debit air, genangan berpotensi meluap ke jalan hingga permukiman warga.
“Melalui kegiatan ini, saya mendorong pentingnya kolaborasi lintas sektor. Tidak hanya Pemerintah Kabupaten Bandung beserta jajarannya, tetapi juga diperlukan kesadaran dan keterlibatan aktif masyarakat,” ujar Asep.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, khususnya ke sungai dan saluran drainase, karena kebiasaan tersebut dapat memperburuk kondisi lingkungan dan meningkatkan risiko banjir.
“Penanganan banjir membutuhkan kolaborasi dan sinergi semua pihak. Ini bukan hanya tugas pemerintah maupun Pentahelix, tetapi kita semua memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga lingkungan,” tegasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Dinas PSDA Provinsi Jawa Barat, Forkopimcam Dayeuhkolot, Dinas PUTR Kabupaten Bandung, Polsek Dayeuhkolot, Satpol PP Kecamatan, Pemerintah Desa Cangkuang Kulon, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung, B3S Kecamatan Dayeuhkolot, Relawan PRIMA, serta Satgas Citarum Harum.
(Asp)


























