“Cara Bedain Bos yang Jenius dan Bos yang “Toksik* “

satu news 01

- Redaksi

Sabtu, 26 September 2026 - 10:37 WIB

5013 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Idat Mustari**

Satunews.id — Pernah gak sih kamu punya bos yang rasanya pinter banget, tapi di saat bersamaan bikin kamu sering elus dada? Di dunia kerja, batas antara pemimpin yang cerdik dan yang licik itu emang tipis banget. Dua-duanya sama-sama punya otak encer, sama-sama jago nyari celah, dan sama-sama tahu cara dapetin apa yang mereka mau.

Tapi, dampak ke timnya? Bak bumi dan langit.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kalau kamu lagi terjebak di antara dua tipe ini, atau pengen tahu bosmu masuk kategori mana, yuk kita bedah bareng-bareng bedanya lewat tiga poin sederhana ini.

1. Niatnya: Demi Maju Bareng atau Cuma “Panggung” Sendiri?

Bos yang cerdik itu ibarat kapten kapal yang visioner. Waktu ada badai (baca: krisis perusahaan), dia bakal muter otak nyari jalan pintas yang aman dan kreatif biar semua kru kapal selamat. Fokusnya adalah win-win solution. Kalau perusahaan untung, timnya juga kecipratan suksesnya.

Nah, kalau bos yang licik beda cerita. Fokus utama dia cuma satu: gimana caranya biar posisi dia aman dan kelihatan keren di mata top management. Dia gak peduli kalau timnya harus lembur bagai kuda sampai tumbang, asalkan nama dia yang harum. Intinya, dia maju dengan menjadikannya kamu sebagai keset.

2. Pas Ada Masalah: Nyari Solusi vs. Nyari Kambing Hitam

Ini adalah red flag paling gampang buat ngeliat kelicikan seseorang.

Pas rencana kerjaan gagal atau target meleset, bos yang cerdik bakal langsung pasang badan. Dia bakal ngumpulin tim, nge-evaluasi apa yang salah secara objektif, dan nyari solusi bareng. Dia tahu kalau menyalahkan orang lain itu gak bakal beresin masalah.

Sebaliknya, bos yang licik punya jurus “lempar batu sembunyi tangan.” Begitu ada blunder, dia bakal langsung sibuk nyari siapa yang bisa disalahin biar cuci tangan. Yang lebih parah, dia jago banget memanipulasi fakta sampai kamu ngerasa kalau itu beneran salah kamu (gaslighting kerjaan).

3. Cara Mainnya: Memotivasi vs. Mengadu Domba

Pemimpin yang cerdik itu paham cara main politik kantor yang sehat. Dia tahu siapa yang punya potensi dan gimana cara merangkul mereka. Dia taktis dalam berkomunikasi, tahu kapan harus tegas dan kapan harus fleksibel, tapi semuanya dilakukan dengan transparan. Kamu bakal ngerasa berkembang kerja di bawah orang kayak gini.

Sementara itu, bos yang licik adalah master dalam strategi divide and conquer alias adu domba. Dia suka bisik-bisik di belakang, bikin kubu-kubuan di kantor, dan sengaja bikin suasana tim gak harmonis. Kenapa? Karena menurut dia, tim yang saling curiga bakal lebih gampang dikendalikan dan gak bakal bersatu buat ngelawan dia.

Kecerdasan tanpa integritas itu namanya kelicikan. Punya bos cerdik bakal bikin kita termotivasi buat tumbuh, tapi kalau punya bos licik, yang tumbuh justru cuma tingkat stres kita.

Kalau kebetulan kamu kerja di perusahaan yang  bosnya   masuk kategori yang licik, maka bersabarlah dan berdoalah semoga kelicikannya tidak membuat mental kamu terpental

** Penulis Buku Bekerja Karena Allah

Berita Terkait

Bupati Asep Japar Lepas Atlet Sukabumi, Bidik 10 Besar Porprov Jabar
H. Gundar Pimpin Golkar Kota Sukabumi, Targetkan Enam Kursi Legislatif
Direksi dan Civitas Hospitalia RSUD Sekarwangi Ucapkan Selamat Hari Dokter Nasional 2026
Hari Santri Nasional 2026, Kades Sukagalih Aja Waridin Ajak Generasi Muda Perkuat Akhlak, Ilmu, dan Semangat Membangun Negeri
Momentum Hari Santri Nasional 2026, Danramil Cileungsi Mayor , Endang Lili Gaungkan Pesan Indonesia Damai dan Penuh Berkah
Hadirkan KH Cucun Ahmad Syamsurijal, KAC Bahas Modernisasi Pesantren yang Tetap Luhur Tradisinya
Prabowo Salurkan Becak Listrik di Cimahi, Bambang Purnomo Apresiasi Perhatian bagi Pengayuh Becak Lansia
Pelepasan Kontingen PORSADIN VIII Kabupaten Bandung Menuju Cianjur

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 05:59 WIB

Lapas Kelas I Palembang Laksanakan Rekredensialing Klinik Pratama Bersama BPJS Kesehatan

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:28 WIB

Rp696,78 Juta untuk Lebak Nangka! Mulyadi Anwar Dorong Jalan Desa Kadumanggu Kini Lebih Bagus dan Mulus

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Perkuat Kualitas Pelayanan, Lapas Palembang Terima Kunjungan Ombudsman Sumsel

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:24 WIB

Kapolda Sumsel Dorong Pelajar SMKN 6 Palembang Berprestasi, Disiplin, dan Bebas Narkoba

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Karutan Kelas I Palembang Bersama Jajaran Panen Kangkung, Dukung Ketahanan Pangan dan Optimalisasi Lahan Produktif

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Rutan Kelas I Palembang Jalin Kerja Sama dengan Bank Sampah Graha Pena untuk Pengelolaan Sampah Anorganik  

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:20 WIB

Firdaus Hasbullah: Jangan Biarkan Narkoba Merampas Masa Depan Anak-Anak PALI!  

Senin, 26 Oktober 2026 - 07:58 WIB

Sinergi Forkopimda di The 12th World Anxi Conference, Polda Sumsel Dukung Iklim Daerah yang Kondusif

Berita Terbaru