APAK Soroti Ketaatan Pakaian Dinas Kepala Daerah: Pemimpin Harus Jadi Contoh Disiplin

satu news 01

- Redaksi

Senin, 7 September 2026 - 01:59 WIB

5017 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung, – Satunews. id.

Aliansi Pemuda Anti Korupsi (APAK) menyoroti pentingnya ketaatan kepala daerah terhadap ketentuan pakaian dinas. Bagi APAK, hal ini merupakan bagian dari keteladanan dalam menjalankan pemerintahan.

Ketua Umum DPP APAK, Rd. Yadi Suryadi, menegaskan pakaian dinas bukan sekadar soal seragam atau penampilan. Lebih dari itu, pakaian dinas adalah identitas, simbol wibawa, dan cermin disiplin aparatur pemerintahan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pandangan tersebut sejalan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 10 Tahun 2024 tentang Pakaian Dinas ASN di Lingkungan Kemendagri dan Pemerintah Daerah.

Dalam aturan itu, pakaian dinas ditegaskan sebagai penanda identitas dan wibawa ASN. Regulasi ini juga mengatur jenis pakaian beserta atribut dan kelengkapannya.

“Intinya, apakah aturan tersebut sudah disesuaikan dan dijalankan secara konsisten. Ketaatan dan kedisiplinan adalah cermin kepribadian seseorang, apalagi bagi seorang pemimpin yang menjadi teladan,” ujar Rd. Yadi Suryadi.

Menurut Yadi, kepala daerah memiliki posisi strategis sebagai nahkoda pemerintahan daerah. Karena itu, ia wajib memberikan contoh nyata kepada seluruh ASN terkait kepatuhan terhadap aturan kedinasan.

APAK juga mengingatkan amanat Pasal 35 Permendagri Nomor 10 Tahun 2024. Pasal itu mewajibkan kepala daerah menyesuaikan peraturan kepala daerah tentang pakaian dinas ASN agar selaras dengan ketentuan Permendagri.

“Kalau ASN di lingkungan pemerintah daerah dituntut disiplin dan patuh terhadap aturan pakaian dinas, maka kepala daerah juga harus menunjukkan keteladanan,” katanya.

Yadi menekankan, jangan sampai terjadi kondisi di mana bawahan diwajibkan tertib, sementara pimpinannya justru tidak memberikan contoh yang sama.

APAK berpandangan, dalam setiap agenda resmi pemerintahan, termasuk saat menyampaikan pidato atau kegiatan yang merepresentasikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kepala daerah seharusnya menggunakan pakaian dinas sesuai ketentuan.

“Minimal menggunakan seragam ASN atau atribut resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat sesuai aturan. Ini bukan soal gaya, tetapi soal identitas jabatan, wibawa pemerintahan, dan keteladanan,” tegas Yadi.

Ia menambahkan, kepala daerah adalah figur publik yang mudah menjadi rujukan ASN dan masyarakat. Karena itu, kepatuhan terhadap aturan sekecil apa pun akan menjadi indikator budaya disiplin.

“Ketaatan terhadap aturan harus menjadi budaya. Jangan membangun kesan bahwa aturan hanya berlaku bagi masyarakat atau ASN di bawah. Pemimpin harus berada di barisan paling depan dalam memberi contoh,” ujarnya.

APAK menilai persoalan kedisiplinan aparatur tidak bisa dipandang sepele. Budaya tertib, patuh, dan menghormati aturan adalah fondasi membangun pemerintahan yang profesional dan berintegritas.

“Ketaatan dan kepatuhan mencerminkan kepribadian seseorang. Dari sikap sederhana seperti disiplin terhadap ketentuan kedinasan, masyarakat bisa menilai bagaimana seorang pemimpin menghargai aturan,” kata Yadi.

Menurutnya, disiplin sederhana ini juga menjadi salah satu tolok ukur kualitas kepemimpinan bangsa di masa depan.

APAK meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera memastikan seluruh ketentuan pakaian dinas ASN telah diselaraskan dengan Permendagri Nomor 10 Tahun 2024 dan diterapkan konsisten di lapangan.

“Kami tidak sedang mempermasalahkan selera berpakaian. Yang kami soroti adalah kepatuhan terhadap aturan ketika menjalankan tugas dan membawa nama institusi. Pemimpin harus memberi contoh, bukan sekadar memberi perintah,” pungkasnya.

Rep *nengsih*

Berita Terkait

HUT Ke- 48 FKPPI Jawa Barat Luncurkan Gerakan “Ngupah”, Ajak Masyarakat Kolaborasi Kelola Sampah
Muscab ke-6 Partai Golkar Kota Cimahi, M. Bagja Jaya Wibawa: Cuma Satu Calon Daftar, Ketua Terpilih Harus Dekat dengan Rakyat
Hadir di Musda VI, H. Isawara Ucapkan Selamat untuk Ngatiyana Sebagai Ketua Golkar Cimahi
DPR Masukkan Usulan Otsus 2,5 Persen ke DIM, Fraksi Gerindra Desak Revisi UUPA Segera Tuntas
Mahasiswa Pemuda Dukung Polri, Ajak Pemuda Jadi Mitra Strategis Jaga Kamtibmas
DPD KKJN Jawa Barat 2026-2030 Resmi Terbentuk Komitmen Lahirkan Jurnalis Profesional dan Berintegritas
Sosialisasi Empat Pilar, Abidin Fikri: Perlu Kesadaran Bersama Mewujudkan Gagasan Founding Father
Komitmen Wakil Ketua DPRD Jabar Ir.H.MQ.Iswara Jaga Pelayanan Tetap Jalan di Tengah Tekanan Anggaran APBD 2026

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:04 WIB

Api Melalap Rumah Jurnalis di Palembang, Dugaan Korsleting Listrik Jadi Perhatian

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:32 WIB

LANSIA YANG LOMPAT DARI JEMBATAN MUSI IV DITEMUKAN BASARNAS MENGAPUNG MENINGGAL DUNIA

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:17 WIB

Hari Santri Nasional 2026, H. Junaidi Samsudin Ajak Generasi Muda Meneladani Perjuangan Ulama dan Belajar Sepenuh Hati

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Momentum Hari Santri Nasional 2026, Danramil Cileungsi Mayor , Endang Lili Gaungkan Pesan Indonesia Damai dan Penuh Berkah

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:55 WIB

Hari Santri Nasional 2026, Kades Uwes Wijaya Tegaskan Peran Santri sebagai Pilar Moral Bangsa Menuju Indonesia Emas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:47 WIB

Hari Santri Nasional 2026, DPC PPP Kabupaten Bogor Tegaskan Peran Santri sebagai Pilar Moral Bangsa Menuju Indonesia Emas

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Polda Sumsel Tindak Penipuan Berkedok Rekrutmen CPNS, Ingatkan Masyarakat Hindari Jalur Tidak Resmi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:07 WIB

Polda Sumsel Gelar Binrohtal Rutin Perkuat Keimanan dan Integritas Personel  

Berita Terbaru