Koordinator Presidium Persatuan Pemuda Aceh Serantau, Rifqi Maulana, menyatakan dukungan penuh kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.Senin, 7/9/2026.
Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Trisakti asal Aceh itu menegaskan, menjaga Kamtibmas adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas Polri semata.
Pernyataan itu disampaikannya dalam Forum Kebangsaan Merah Putih bertajuk “Suara Masyarakat untuk Polri” yang digelar di Jakarta.
Menurut Rifqi, di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Kamtibmas telah menjadi prioritas utama dalam menjaga stabilitas nasional.
Namun ia menilai, stabilitas itu tidak akan terwujud tanpa adanya partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda.
“Menjaga keamanan Indonesia bukan hanya tugas Polri. Mahasiswa punya tanggung jawab, masyarakat punya tanggung jawab, kita semua punya tanggung jawab,” ujar Rifqi.
Rifqi menilai pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam dinamika kebangsaan. Generasi muda harus berani bersuara, memberi gagasan, sekaligus solusi.
Ia menekankan, kritik yang disampaikan harus tetap mengedepankan etika, adab, dan penghormatan terhadap hukum serta institusi negara.
“Kami ingin menjadi generasi yang menyampaikan pendapat dengan mengedepankan etika serta adab. Berani mengoreksi, tetapi tidak menanam kebencian,” tegasnya.
Rifqi juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polri yang terus bekerja tulus di tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman.
“Kami menghargai dan menghormati setiap anggota kepolisian yang bekerja tulus menjaga keamanan, berdiri di tengah masyarakat dan mengabdikan dirinya kepada bangsa ini,” tuturnya.
Ia berharap komunikasi antara mahasiswa, pemuda, masyarakat, dan Polri dapat terus terbangun secara terbuka dan konstruktif.
Menurutnya, mendukung Polri tidak berarti menghilangkan sikap kritis. Dukungan justru harus diwujudkan melalui kontribusi positif.
Kontribusi itu, kata Rifqi, penting untuk menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif di berbagai daerah.
Bagi Rifqi, menjaga Kamtibmas merupakan bagian integral dari upaya merawat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
“Persatuan tidak boleh menjadi cita-cita yang kehilangan pijakan. Kita harus bersama-sama merawat Kamtibmas, menjaga persatuan dan memastikan perbedaan menjadi kekuatan bangsa,” pungkasnya.
Sebagai mahasiswa asal Aceh yang menempuh pendidikan di Jakarta, Rifqi ingin menunjukkan bahwa pemuda dari berbagai daerah memiliki komitmen yang sama terhadap NKRI.
Sikap tersebut menjadi pesan bahwa generasi muda dapat mengambil posisi sebagai mitra kritis sekaligus mitra strategis Polri dalam menjaga keamanan, demokrasi, dan persatuan nasional. ***
*nengsih*


























