Palembang – Musibah kebakaran yang menghanguskan sebuah rumah di Kampung Meranjat, Jalan Hasan Basri, pada 29 Agustus 2026, tak membuat warga RT 01 Kelurahan Sukamulya Kecamatan Sematang Borang tinggal diam.
Sebaliknya, musibah tersebut justru menggerakkan kepedulian warga untuk bergandengan tangan membangun kembali rumah yang ludes terbakar. Peletakan batu pertama pembangunan rumah dilakukan pada Minggu (6/9/2026), dengan dihadiri Kapolsek Sako Palembang Kompol Makmun Nartawinata, S.H., M.Si., tokoh masyarakat, donatur serta warga setempat.
Suasana gotong royong tampak begitu terasa. Warga bahu-membahu mengerjakan pembangunan, sementara ibu-ibu turut mengambil bagian dengan menyiapkan makanan dan minuman bagi masyarakat yang bekerja.
Kapolsek Sako Palembang Kompol Makmun Nartawinata mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan semangat persatuan masyarakat setelah salah satu warga tertimpa musibah.
“Ini kegiatan sosial. Pada tanggal 29 Agustus 2026 terjadi musibah kebakaran yang menghanguskan seluruh rumah. Atas kepedulian perangkat kelurahan dan masyarakat, akhirnya dilakukan pembangunan kembali rumah ini,” ujarnya.
Menurutnya, kepedulian masyarakat seperti ini merupakan hal positif yang perlu terus dipertahankan. Semangat kebersamaan menjadi kekuatan bagi keluarga korban untuk kembali bangkit setelah kehilangan tempat tinggal.
Kapolsek Sako juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan korsleting listrik.
Masyarakat diimbau mematikan kompor ketika meninggalkan rumah serta mematikan lampu atau peralatan listrik yang tidak diperlukan dalam waktu lama. Kondisi instalasi listrik dan sekring juga perlu diperhatikan untuk mencegah terjadinya korsleting yang dapat memicu kebakaran.
Dalam pembangunan tersebut, H. Juharman, S.H., Direktur Utama PT Akbar AlFarizi, bersama keluarga turut memberikan bantuan material berupa batu bata, koral, pasir, semen hingga besi.
H. Juharman mengatakan, bantuan tersebut diberikan karena tergerak melihat kondisi keluarga korban dan adanya inisiatif masyarakat untuk bergotong royong membangun kembali rumah tersebut.
“Alhamdulillah hari ini kita bisa ikut membantu. Warga Kelurahan Sukamulya berinisiatif mengadakan kerja sama dan gotong royong. Karena kita selama ini juga ada kegiatan perusahaan di wilayah ini, kita tertarik untuk ikut membantu musibah ini,” katanya.
Ia menjelaskan, material pembangunan rumah telah disiapkan, mulai dari batu bata, koral, pasir, semen hingga besi.
Pembangunan tidak ditargetkan selesai dalam hitungan hari. Mengingat sebagian besar warga yang ikut bekerja memiliki aktivitas masing-masing, kegiatan gotong royong akan dilakukan setiap akhir pekan atau hari Minggu hingga rumah tersebut selesai dibangun.
Sementara itu, H. Romli selaku tokoh masyarakat sekaligus perwakilan keluarga korban menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu.
“Kami atas nama ahli musibah dan masyarakat mengucapkan ribuan terima kasih kepada Bapak Haji Juharman beserta keluarga yang telah menunjukkan kepedulian. Mudah-mudahan bantuan material ini menjadi amal ibadah,” ungkapnya.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Kapolsek Sako, Ketua RT 01 Handra Hendra Irwan, serta seluruh warga yang telah meluangkan waktu dan tenaga.
Di tengah kepedihan akibat kehilangan rumah, keluarga korban kini mendapat energi baru. Bukan hanya batu bata dan semen yang sedang disusun, tetapi juga harapan bahwa mereka tidak menghadapi musibah tersebut seorang diri.(Hari)


























