Krisis Air Bersih di Bojongmangu: Air PAM Sering Mati, Warga Medalkrisna Desak Pemkab Bekasi Bangun Sumur Bor

satu news 01

- Redaksi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:36 WIB

5023 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabuapten Bekasi — Warga Desa Medalkrisna, Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, kembali harus menghadapi momok tahunan berupa krisis air bersih yang kian mengkhawatirkan. Ancaman kekeringan yang melanda wilayah tersebut membuat masyarakat semakin terjepit dalam memenuhi kebutuhan air bersih untuk kehidupan sehari-hari.

​Kondisi pelik ini dirasakan langsung oleh Nurja, salah seorang warga Desa Medalkrisna. Menurutnya, persoalan air bersih di desanya sudah berada pada taraf yang mendesak dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah.

​Selama ini, warga sebenarnya sempat mengandalkan jaringan air perpipaan atau PAM yang ada di wilayah mereka. Namun, sistem tersebut dinilai gagal diandalkan lantaran aliran air kerap macet dan jarang sampai ke rumah-rumah warga.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

​”Mengandalkan air PAM kebanyakan tidak kebagian air, tidak mengalir dengan lancar ke permukiman kami,” ungkap Nurja saat ditemui di lokasi, menggambarkan betapa sulitnya mendapatkan air bersih secara mandiri di desanya.

​Akibat aliran PAM yang sering mati, warga praktis tidak memiliki cadangan air tatkala musim kemarau mulai mendera. Mereka terpaksa harus menunggu bantuan distribusi air bersih darurat yang jumlahnya sering kali sangat terbatas.

​Menghadapi situasi yang terus berulang setiap tahun ini, Nurja bersama warga lainnya secara tegas mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi untuk segera turun tangan memberikan solusi jangka panjang, salah satunya dengan menyalurkan bantuan pembangunan sumur bor.

​Keberadaan sumur bor di titik-titik strategis desa dinilai sebagai langkah antisipasi paling efektif untuk memutus rantai kekeringan di Bojongmangu. Warga berharap Pemkab Bekasi segera merespons jeritan ini sebelum krisis air menimbulkan dampak kesehatan yang lebih luas. (Her)

Berita Terkait

Liga Desa Tangkil 2026 Bergelora! Batukutu Kampiun, Kades Fikriana Serukan Sportivitas dan Persaudaraan
Bupati KDS Instruksikan Perbaikan Jalan Perbatasan Sukamulya-Cililin Sepanjang 3 KM
Bau Amis Pengadaan PLN NP Cirata: Indikasi HPS Bocor hingga Monopoli Lelang Sertifikasi HGB Rp 7,6 Miliar
BENDERA MERAH PUTIH MEMBENTANG 300 METER DI PANTAI KARANGHAWU, BUPATI” WUJUD SYUKUR MASYARAKAT ATAS KEMERDEKAAN” 
HUT ke-81 RI, DPW Perindo Jabar Perkuat Semangat Gotong Royong dan Dorong UMKM Naik Kelas
Wali Kota Farhan: Bandung Kota Musik, Fashion & Sepatu. 3 Daya Tarik Buat Gaet Investor
Prosesi Penurunan Sang Merah Putih di Cimahi Berlangsung Khidmat
Sosialisasi Pengadaan Tanah Tambahan Tol Bocimi Digelar di Desa Karang Tengah

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:16 WIB

Penataan Kabel Udara Bandung Berlanjut, 42 Ruas Jalan Telah Dituntaskan

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:59 WIB

Wali Kota Bandung Soroti Warga di Transisi Desil 5-6, Pastikan Tetap Terlindungi

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:52 WIB

Bandung Bersiap Sambut Forum Kota Pusaka Indonesia 2027, Sejarah Kota Jadi Kekuatan Utama

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:44 WIB

66 ASN Pemkot Bandung Purna Tugas, Farhan: Dedikasi Puluhan Tahun Menjadi Warisan Pengabdian

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:36 WIB

139 ASN Pemkot Bandung Naik Pangkat, Farhan Tekankan Tanggung Jawab dan Peningkatan Pelayanan Publik

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:56 WIB

Dari Kampung ke Kampung, H. Udin Saputra Hadir Bersama Warga Semarakkan HUT RI ke-81 di Ciangsana

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:47 WIB

Meriahkan HUT RI ke-81, Desa Tarikolot Satukan Warga Lewat Lomba dan Doorprize

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:43 WIB

40 Tim Alumni dan 30 UMKM Meriahkan Reuni Akbar IKABA Se-Bandung Raya

Berita Terbaru