Kabuapten Bekasi — Warga Desa Medalkrisna, Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, kembali harus menghadapi momok tahunan berupa krisis air bersih yang kian mengkhawatirkan. Ancaman kekeringan yang melanda wilayah tersebut membuat masyarakat semakin terjepit dalam memenuhi kebutuhan air bersih untuk kehidupan sehari-hari.
Kondisi pelik ini dirasakan langsung oleh Nurja, salah seorang warga Desa Medalkrisna. Menurutnya, persoalan air bersih di desanya sudah berada pada taraf yang mendesak dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah.
Selama ini, warga sebenarnya sempat mengandalkan jaringan air perpipaan atau PAM yang ada di wilayah mereka. Namun, sistem tersebut dinilai gagal diandalkan lantaran aliran air kerap macet dan jarang sampai ke rumah-rumah warga.
”Mengandalkan air PAM kebanyakan tidak kebagian air, tidak mengalir dengan lancar ke permukiman kami,” ungkap Nurja saat ditemui di lokasi, menggambarkan betapa sulitnya mendapatkan air bersih secara mandiri di desanya.
Akibat aliran PAM yang sering mati, warga praktis tidak memiliki cadangan air tatkala musim kemarau mulai mendera. Mereka terpaksa harus menunggu bantuan distribusi air bersih darurat yang jumlahnya sering kali sangat terbatas.
Menghadapi situasi yang terus berulang setiap tahun ini, Nurja bersama warga lainnya secara tegas mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi untuk segera turun tangan memberikan solusi jangka panjang, salah satunya dengan menyalurkan bantuan pembangunan sumur bor.
Keberadaan sumur bor di titik-titik strategis desa dinilai sebagai langkah antisipasi paling efektif untuk memutus rantai kekeringan di Bojongmangu. Warga berharap Pemkab Bekasi segera merespons jeritan ini sebelum krisis air menimbulkan dampak kesehatan yang lebih luas. (Her)


























