Wali Kota Farhan: Bandung Kota Musik, Fashion & Sepatu. 3 Daya Tarik Buat Gaet Investor
*satunews.id* – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut Kota Bandung punya 3 “senjata” utama untuk menarik investor dan wisatawan: Musik, Fashion Muslim, dan Sepatu.
Hal itu disampaikannya dalam sambutan di acara _Investor Day 2026_ di Hotel Grandia Bandung, Rabu 19 Agustus 2026.

1. Bandung Kota Para Musisi
Farhan menyebut Bandung dijuluki “City of Music”. Hampir semua musisi besar Indonesia punya akar di Bandung.
“Silakan anda cek. Hampir semuamusisi yang terkenal di Indonesia itu akarnya dari Bandung. The Purwacaraka, Titi DJ, Krakatau, Java Jive, sampai Melly Goeslaw,” ujar Wali Kota Farhan.
Ia juga menyorot band metal dan musisi YouTube yang lahir dari Bandung.
“Hampir semua band metal sekarang dari Bandung khususnya. Mereka jarang manggung di Bandung, mereka manggung di luar semua. Artinya karakter musik di Kota Bandung itu sangat kuat,” tambahnya.
Bukti komitmennya, Pemkot 2 tahun berturut-turut menggelar konser kemerdekaan di Balai Kota yang menampilkan musisi Bandung.
“Tahun depan kami rencanakan konser di Jakarta. Seharian sampai tengah malam isinya semua musisi asal Bandung. Tujuannya promosi,” katanya.
2. Dorong 2 Fashion Unggulan: Muslim & Sepatu
Farhan ingin menguatkan branding Bandung lewat fashion. Ada 2 yang didorong:
1. Modest Fashion / Baju Muslim
“Bulan Oktober nanti kami akan menggelar festival baju muslim. Bandung sangat kuat di modest wear.”
2. Sepatu
“Ini sepatu buatan Bandung. Harganya 350 ribu laku. Ada juga yang 1,2 juta. Yang kerja teman-teman Bandung, yang branding di luar. Kita harus jadi pusat crafting-nya,” jelasnya.
3. Selesaikan Masalah Pasar Baru Demi Kepastian Hukum
Farhan juga menyinggung masalah investasi. Contohnya revitalisasi Pasar Baru yang mandek karena FS tahun 2019.
“Kontraknya 20 tahun. Bayangkan kalau tidak diaktifkan, percuma kita buka Bandara Husein nanti Oktober. Investor butuh kepastian hukum,” tegasnya.
Ia menegaskan Pemkot Bandung sekarang bertekad menyelesaikan dengan dasar hukum yang pasti.
“Prinsip kami: Penataan oleh pemerintah, peluang oleh swasta/BUMD. OSS dari pusat kami permudah. Tapi kalau melanggar, kami tegas,” ucap Farhan.
4. Peluang di Sektor Jasa, Kesehatan dan Pendidikan
Farhan membuka peluang investasi di hotel, restoran, catering. Khusus kesehatan, ia menyorot peluang klinik kecantikan.
“Jangan kalah sama dokter. Bikin rumah sakit yang tidak hanya bikin sehat, tapi bikin ganteng, cantik, langsing. BPJS tidak cover. Peluangnya sangat besar,” ujarnya.
Untuk lingkungan, ia menyebut AMDAL jadi kunci. Contohnya revitalisasi Kebun Binatang Bandung yang sudah digarap swasta-Ancol.
“Mereka sudah bayar sewa di depan. Tinggal 2 izin berat: AMDAL dan izin konservasi dari KLHK,” kata Farhan.
Di akhir, ia menekankan alasan orang rela bayar mahal ke Bandung.
“Apa yang membuat orang bayar tiket 2-3 juta ke Bandung? Karena ada ITB, ada kuliner, ada musiknya. Itu imaji yang kita jual,” pungkasnya.
(Red) **


























