66 ASN Pemkot Bandung Purna Tugas, Farhan: Dedikasi Puluhan Tahun Menjadi Warisan Pengabdian
Satunews.id, Kota Bandung – Pemerintah Kota Bandung memberikan penghormatan kepada 66 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang memasuki masa purna tugas terhitung mulai tanggal (TMT) 1 September 2026. Pelepasan berlangsung dalam suasana penuh penghormatan dan apresiasi melalui Apel Pagi di Plaza Balai Kota Bandung, Senin (24/8/2026).

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan penghargaan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para ASN yang telah mendedikasikan puluhan tahun masa kerja untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat serta berkontribusi dalam pembangunan Kota Bandung.
Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Bandung, Farhan menyampaikan terima kasih atas tenaga, pikiran, waktu, dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan selama menjalankan tugas sebagai aparatur pemerintah.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Bandung, saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya atas seluruh pengabdian, dedikasi, tenaga, pikiran, dan waktu yang telah diberikan kepada Kota Bandung, warga Kota Bandung, serta bangsa dan negara Indonesia,” ujar Farhan.
Dari 66 ASN yang memasuki masa purna tugas, sebanyak 13 orang merupakan pejabat struktural, 40 pejabat fungsional, dan 13 pejabat pelaksana.

Farhan mengatakan, para ASN purnatugas tersebut merupakan bagian penting dari perjalanan panjang pembangunan Kota Bandung. Selama menjalankan tugas, mereka telah memberikan kontribusi dalam penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan publik, serta berbagai program pembangunan yang manfaatnya dirasakan masyarakat.
Menurutnya, pengalaman dan dedikasi yang telah dibangun selama puluhan tahun tidak hanya menjadi catatan perjalanan karier, tetapi juga menjadi bagian dari fondasi yang menopang perkembangan birokrasi Pemerintah Kota Bandung hingga saat ini.
Farhan menegaskan, memasuki masa pensiun bukan berarti berakhirnya kesempatan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sebaliknya, masa purna tugas merupakan fase baru dalam kehidupan yang dapat diisi dengan berbagai kegiatan positif, mulai dari aktivitas sosial, pendidikan, pemberdayaan masyarakat hingga kegiatan lain yang memberikan manfaat bagi lingkungan.
“Purna tugas adalah fase kehidupan berikutnya karena pengabdian tidak mengenal batas,” kata Farhan.
Ia berharap pengalaman panjang yang dimiliki para purnatugas dapat terus menjadi teladan sekaligus sumber inspirasi bagi masyarakat dan generasi ASN yang masih aktif mengemban tugas pemerintahan.
“Pengalaman dan pengabdian yang telah dibangun selama lebih dari 30 tahun tetap menjadi semangat kehidupan Bapak dan Ibu sekalian di tengah masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkot Bandung memberikan penghormatan kepada sejumlah ASN yang mewakili para purnatugas.
Di antaranya Staf Ahli Wali Kota Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Entol Moh. Ricky Gustiadi, yang tercatat telah mengabdi selama 37 tahun 6 bulan.
Penghormatan juga diberikan kepada Camat Cinambo, Hakim Satya Budhi, dengan masa pengabdian selama 37 tahun 6 bulan.
Selain itu, penghargaan diberikan kepada Dokter Ahli Utama Dinas Kesehatan Kota Bandung, dr. Tati Sutarti Sastro Wiyoto, yang juga telah mengabdikan diri selama 37 tahun 6 bulan.
Ketiga sosok tersebut menjadi representasi dari puluhan ASN yang telah melewati perjalanan panjang dalam memberikan pelayanan dan menjalankan tugas pemerintahan.
Farhan berharap masa purna tugas dapat menjadi awal kehidupan baru yang lebih tenang dan membahagiakan bagi seluruh ASN yang memasuki masa pensiun.
Ia juga mendoakan agar para purnatugas senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan dan kesempatan untuk menikmati lebih banyak waktu bersama keluarga.
“Semoga setelah memasuki masa purna tugas ini, Bapak dan Ibu senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan kesempatan untuk menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga serta tetap berkontribusi di tengah masyarakat,” harapnya.
Pelepasan tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan seorang ASN tidak hanya diukur dari jabatan yang pernah diemban, tetapi juga dari jejak pengabdian dan manfaat yang ditinggalkan bagi masyarakat.
Masa tugas boleh berakhir, namun nilai-nilai pengabdian, pengalaman dan keteladanan tetap dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
(Dewi)


























