Diduga Abaikan Hak Buruh, HBI Tinggalkan Persoalan Kecelakaan Kerja hingga Kompensasi Karyawan, LPHBI Kawal Kasus hingga Tuntas

Satunews.id

- Redaksi

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:51 WIB

5020 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diduga Abaikan Hak Buruh, HBI Tinggalkan Persoalan Kecelakaan Kerja hingga Kompensasi Karyawan, LPHBI Kawal Kasus hingga Tuntas

satunews.id, Tasikmalaya – Penutupan distributor minuman segar HBI Cabang Kota Tasikmalaya, yang berkantor pusat di Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menyisakan persoalan serius terkait dugaan pelanggaran hak-hak pekerja. Sejumlah mantan karyawan mengaku belum menerima hak normatif sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan.

Salah satu kasus yang menjadi sorotan adalah dialami Yadi Mulyadi, yang mengalami kecelakaan kerja pada 27 Juli 2024 hingga mengakibatkan patah tulang paha kaki kanan dan harus menjalani operasi pemasangan pen.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut keterangan yang dihimpun, saat menjalani perawatan, pihak rumah sakit sempat menolak pembiayaan melalui BPJS Ketenagakerjaan karena kepesertaan Yadi baru didaftarkan setelah kecelakaan terjadi. Padahal, menurut Yadi, iuran BPJS Ketenagakerjaan telah dipotong dari upahnya sejak Juni 2024.

Setelah melalui proses yang cukup panjang, biaya operasi akhirnya dibayarkan oleh perusahaan. Namun persoalan belum berakhir.

Pada 15 September 2025, Yadi menerima surat dari rumah sakit yang menyatakan dirinya telah dijadwalkan menjalani operasi pencabutan pen. Ia kemudian mengajukan permohonan pembiayaan kepada perusahaan. Namun hingga kini operasi tersebut belum dapat dilaksanakan karena, menurut pengakuannya, perusahaan terus menunda kepastian pembiayaan.

Yadi berharap perusahaan segera memenuhi kewajibannya untuk memberikan jaminan sosial dan perlindungan kecelakaan kerja sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Selain kasus kecelakaan kerja tersebut, terdapat enam pekerja berstatus Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) yang masa kontraknya berakhir pada 30 Mei 2026. Mereka mengaku tidak menerima uang kompensasi sebagaimana diatur dalam ketentuan ketenagakerjaan.

Sementara itu, seorang pekerja berstatus karyawan tetap yang telah mengabdi selama kurang lebih sembilan tahun dan mengundurkan diri juga mengaku tidak menerima uang penggantian hak maupun uang pisah.

Ketujuh pekerja tersebut kemudian menuntut hak-haknya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Upaya penyelesaian secara bipartit telah dilakukan sebanyak dua kali, namun tidak menghasilkan kesepakatan.

Perselisihan kemudian dilanjutkan ke Dinas Tenaga Kerja Kota Tasikmalaya melalui mekanisme mediasi tripartit. Mediasi telah dilaksanakan dua kali, tetapi belum menghasilkan penyelesaian.

Dalam menghadapi mediasi ketiga, para pekerja meminta pendampingan hukum kepada Lembaga Perjuangan Hak Buruh Indonesia (LPHBI).

Ketua Umum LPHBI, Ucu Suryana, mengatakan pihaknya memenuhi undangan mediasi ketiga di Disnaker Kota Tasikmalaya. Namun karena perwakilan perusahaan hanya bersedia mengikuti mediasi melalui aplikasi Zoom, LPHBI menolak mekanisme tersebut dan meminta mediasi dilakukan secara tatap muka.

Menurut LPHBI, mediasi selanjutnya justru dilaksanakan antara Disnaker dan pihak perusahaan tanpa melibatkan penerima kuasa maupun para pekerja. Saat ini Disnaker telah menerbitkan surat anjuran.

Berdasarkan hasil mediasi tersebut, perusahaan disebut hanya menyatakan kesanggupan membayar Rp10 juta untuk dibagikan kepada tujuh pekerja, nilai yang menurut para pekerja jauh dari hak normatif yang mereka tuntut.

LPHBI menyatakan akan terus mengawal penyelesaian perkara tersebut melalui jalur hukum maupun mekanisme hubungan industrial.

Adapun tuntutan yang diajukan para pekerja meliputi pembayaran uang kompensasi PKWT, uang penggantian hak, uang pisah, biaya perawatan dan pengobatan, biaya operasi pencabutan pen, serta santunan akibat dugaan cacat fungsi permanen yang dialami korban kecelakaan kerja. Tuntutan tersebut didasarkan pada ketentuan peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan dan jaminan sosial yang berlaku.

Di sisi lain, perkara ini juga telah memasuki ranah pidana.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota telah menerbitkan Surat Perintah Penyelidikan Nomor: Sp.Lidik/431/VII/2026 tanggal 28 Juli 2026 atas dugaan tindak pidana terkait pengelolaan iuran BPJS Ketenagakerjaan.

Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan tidak disetorkannya iuran BPJS Ketenagakerjaan dalam periode Oktober 2024 hingga Maret 2026.

Dalam proses penyelidikan tersebut, kepolisian dikabarkan akan meminta keterangan dari pihak perusahaan maupun BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bojongsoang, Kabupaten Bandung.

Ketua Umum LPHBI, Ucu Suryana, menegaskan pihaknya bersama Tim Divisi Hukum dan Advokasi berkomitmen mengawal perkara tersebut hingga seluruh hak pekerja memperoleh kepastian hukum.

Selain itu, LPHBI juga meminta Dinas Tenaga Kerja Kota Tasikmalaya berkoordinasi dengan Pengawas Ketenagakerjaan Wilayah V Jawa Barat serta Pengawas Ketenagakerjaan Wilayah Bojongsoang, Kabupaten Bandung, untuk melakukan pemeriksaan terhadap dugaan pelanggaran norma ketenagakerjaan di perusahaan tersebut.

Menurut Ucu, apabila diperlukan, Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia diharapkan turut melakukan pengawasan mengingat perusahaan tersebut merupakan perusahaan berskala besar yang memiliki jaringan distributor sekaligus pabrik produksi minuman.

Di akhir keterangannya, Ucu mengingatkan seluruh pengusaha di Indonesia agar menjalankan kewajiban terhadap pekerja secara bertanggung jawab.

“Hukum ketenagakerjaan di Indonesia menganut prinsip Hubungan Industrial Pancasila, yaitu hubungan yang dibangun atas dasar saling membutuhkan, saling menghormati, dan saling bertanggung jawab dalam memenuhi hak dan kewajiban masing-masing,” tegasnya.

Catatan Redaksi: Berita ini memuat keterangan dari pihak pekerja dan LPHBI. Demi keberimbangan pemberitaan sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik, Satunews.id membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada pihak HBI maupun pihak-pihak terkait apabila ingin memberikan penjelasan atau tanggapan resmi atas pemberitaan ini.

(red)

Berita Terkait

Wujudkan Sekolah Layak, SDN Pandan Arum Sambut Program Revitalisasi APBN 2026
Bupati Asep Japar Lepas Atlet Sukabumi, Bidik 10 Besar Porprov Jabar
H. Gundar Pimpin Golkar Kota Sukabumi, Targetkan Enam Kursi Legislatif
Direksi dan Civitas Hospitalia RSUD Sekarwangi Ucapkan Selamat Hari Dokter Nasional 2026
Hari Santri Nasional 2026, Kades Sukagalih Aja Waridin Ajak Generasi Muda Perkuat Akhlak, Ilmu, dan Semangat Membangun Negeri
Momentum Hari Santri Nasional 2026, Danramil Cileungsi Mayor , Endang Lili Gaungkan Pesan Indonesia Damai dan Penuh Berkah
Hadirkan KH Cucun Ahmad Syamsurijal, KAC Bahas Modernisasi Pesantren yang Tetap Luhur Tradisinya
Prabowo Salurkan Becak Listrik di Cimahi, Bambang Purnomo Apresiasi Perhatian bagi Pengayuh Becak Lansia

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:28 WIB

Rp696,78 Juta untuk Lebak Nangka! Mulyadi Anwar Dorong Jalan Desa Kadumanggu Kini Lebih Bagus dan Mulus

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:36 WIB

Rp701,28 Juta untuk Cipambuan! Dadang Darajat Launching Rehabilitasi Kantor Desa dan Dayeuh Pajajaran

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Perkuat Kualitas Pelayanan, Lapas Palembang Terima Kunjungan Ombudsman Sumsel

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:24 WIB

Kapolda Sumsel Dorong Pelajar SMKN 6 Palembang Berprestasi, Disiplin, dan Bebas Narkoba

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Karutan Kelas I Palembang Bersama Jajaran Panen Kangkung, Dukung Ketahanan Pangan dan Optimalisasi Lahan Produktif

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Rutan Kelas I Palembang Jalin Kerja Sama dengan Bank Sampah Graha Pena untuk Pengelolaan Sampah Anorganik  

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:20 WIB

Firdaus Hasbullah: Jangan Biarkan Narkoba Merampas Masa Depan Anak-Anak PALI!  

Senin, 26 Oktober 2026 - 07:58 WIB

Sinergi Forkopimda di The 12th World Anxi Conference, Polda Sumsel Dukung Iklim Daerah yang Kondusif

Berita Terbaru