Kapolda Sumsel: Penanggulangan Senpi Ilegal Bukan Sekadar Penegakan Hukum, Tetapi Menjaga Kemanusiaan

satu news 01

- Redaksi

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:20 WIB

5012 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

PALEMBANG — Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan Inspektur Jenderal Polisi Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., secara resmi membuka Latihan Pra-Operasi Senpi Musi Tahun 2026 di Auditorium Lantai 7 Gedung Presisi Mapolda Sumsel, Kamis, 11 Juni 2026.

Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis Polda Sumsel dalam mematangkan kesiapan personel, menyamakan pola tindak, serta memperkuat koordinasi lintas fungsi menjelang pelaksanaan Operasi Senpi Musi 2026 yang akan digelar di seluruh wilayah hukum Polda Sumatera Selatan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pembukaan latihan dihadiri oleh Kepala Biro Operasi Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Muhammad Anis Prasetio Santoso, S.I.K., M.Si., Direktur Intelijen Keamanan Polda Sumatera Selatan, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Selatan, Komandan Satuan Brimob Polda Sumatera Selatan, Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Polda Sumatera Selatan, Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Sumatera Selatan, Kepala Bidang Laboratorium Forensik Polda Sumatera Selatan, serta Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. Seluruh Kapolres jajaran Polda Sumsel juga mengikuti kegiatan secara virtual dari wilayah masing-masing.

Dalam arahannya, Kapolda Sumsel menegaskan bahwa ancaman peredaran senjata api ilegal masih menjadi salah satu persoalan keamanan yang harus ditangani secara serius dan berkelanjutan. Menurutnya, setiap senjata api ilegal yang beredar memiliki potensi besar memicu tindak pidana, konflik sosial, hingga mengancam keselamatan masyarakat.

Oleh karena itu, Operasi Senpi Musi 2026 tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan penegakan hukum semata, melainkan bagian dari tanggung jawab moral institusi Polri dalam melindungi kehidupan masyarakat dan menjaga stabilitas keamanan daerah.

“Di balik setiap senjata api ilegal yang beredar di masyarakat terdapat potensi besar terhadap gangguan keamanan dan keselamatan masyarakat. Penanggulangan senjata api ilegal bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga bagian dari tugas kita sebagai penjaga kehidupan, perawat peradaban, dan penjaga kemanusiaan,” tegas Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan Inspektur Jenderal Polisi Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.

Kapolda Sumsel mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, Polda Sumsel berhasil mengungkap 41 kasus dengan barang bukti sebanyak 302 senjata api rakitan berbagai jenis. Capaian tersebut menjadi indikator keberhasilan sekaligus peringatan bahwa peredaran senjata api ilegal masih menjadi ancaman nyata yang memerlukan penanganan secara konsisten.

Selain itu, wilayah Musi Banyuasin dan kawasan perbatasan Sumatera Selatan dengan Provinsi Lampung menjadi salah satu fokus perhatian dalam Operasi Senpi Musi 2026. Berdasarkan pemetaan yang dilakukan, sejumlah wilayah masih berpotensi menjadi jalur distribusi maupun lokasi produksi senjata api ilegal.

Melalui latihan pra-operasi ini, seluruh personel dibekali kemampuan teknis, pemahaman prosedur operasional, serta strategi penindakan yang profesional, terukur, humanis, dan bertanggung jawab. Kapolda Sumsel menekankan bahwa keberhasilan operasi tidak ditentukan oleh jumlah personel yang diterjunkan, melainkan oleh kualitas kesiapan, integritas, kemampuan analisis, dan sinergi seluruh unsur yang terlibat.

Kapolda Sumsel juga memberikan lima penekanan kepada seluruh peserta latihan, yakni mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh, menguasai materi operasi, membangun sinergi lintas fungsi, menjaga integritas dan kerahasiaan operasi, serta mengedepankan prinsip kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas dalam setiap pelaksanaan tugas.

Lebih lanjut, Kapolda Sumsel mengingatkan seluruh personel untuk terus menanamkan semangat “Nyago Bumi Sriwijaya Aman dan Baik” sebagai filosofi pengabdian yang menekankan kehadiran Polri secara cepat, tepat, humanis, dan bertanggung jawab di tengah masyarakat.

“Angka 24/7 bukan sekadar angka. Itu adalah komitmen dan janji kami untuk selalu hadir 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu demi menjaga rasa aman masyarakat Sumatera Selatan,” ujar Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan Inspektur Jenderal Polisi Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.

Operasi Senpi Musi 2026 juga diarahkan untuk mendukung upaya pemberantasan berbagai bentuk gangguan keamanan lainnya yang berkaitan dengan penggunaan senjata api ilegal, termasuk tindak pidana pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, premanisme, serta kejahatan konvensional lainnya yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa latihan pra-operasi merupakan bentuk profesionalisme dan akuntabilitas institusi dalam mempersiapkan operasi yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat.

“Polda Sumatera Selatan tidak bekerja secara spontan dalam setiap operasi kepolisian. Seluruh personel terlebih dahulu dibekali pengetahuan, strategi, dan kesiapan teknis melalui latihan yang terukur. Hal ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan penegakan hukum yang profesional, presisi, dan memberikan hasil terbaik bagi masyarakat,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

Polda Sumsel juga mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif mendukung pemberantasan senjata api ilegal dengan melaporkan setiap informasi terkait kepemilikan, peredaran, maupun aktivitas pembuatan senjata api ilegal melalui Call Center Polri 110 yang beroperasi selama 24 jam tanpa biaya.

Dengan dibukanya Latihan Pra-Operasi Senpi Musi Tahun 2026, Polda Sumatera Selatan menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keamanan, menekan peredaran senjata api ilegal, serta mewujudkan situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif guna mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Bumi Sriwijaya.(Hari)

Berita Terkait

Polda Sumsel Bongkar Jaringan Narkoba Pemasok Kawasan Tambang dan Perkebunan di Sumatera Selatan
Polda Sumsel Hadirkan Kepedulian Nyata, PJU Turun Langsung Serahkan Bantuan kepada Purnawirawan dan Warakawuri
Perkuat Stabilitas Nasional, Polda Sumsel Gelar Operasi Disiplin Internal Anggota
Polda Sumsel Kawal Aksi Damai Mahasiswa UIN Raden Fatah, Pastikan Stabilitas Keamanan Kota Palembang
Polda Sumsel Ungkap Kasus Curanmor di Palembang, Temuan Senpi dan Alat Pembuat Kunci Jadi Fokus Pengembangan
Polda Sumsel Bersama Bea Cukai dan Bareskrim Putus Jalur Distribusi Narkoba Lintas Provinsi
Warga Indramayu Laporkan Pemilik Pabrik Beras ke Polisi atas Dugaan Perusakan dan Ancaman
Motip Penganiayaan Apep, Masih Dalam Penyelidikan Pihak Kepolisian

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:08 WIB

Tanggapan Perumda Tirta Jaya Mandiri Atas Aksi Unjuk Rasa Forum Mahasiswa Perubahan Sukabumi

Rabu, 5 Agustus 2026 - 14:28 WIB

WABUP DAMPINGI WAMENDIKDASMEN RI BAHAS KEBIJAKAN DAN PENGUATAN MUTU PENDIDIKAN DI SUKABUMI 

Selasa, 4 Agustus 2026 - 12:05 WIB

Adhitia Buka Seleksi CAT Calon Pimpinan BAZNAS Cimahi Periode 2026-2031

Selasa, 4 Agustus 2026 - 07:15 WIB

Rapat Paripurna ke-12 DPRD Kabupaten Sukabumi Tahun Sidang 2026

Senin, 3 Agustus 2026 - 16:19 WIB

PROGRAM PARKIR WISATA SOMEAH DILUNCURKAN, TINGKATKAN KUALITAS LAYANAN KEPARIWISATAAN

Senin, 3 Agustus 2026 - 10:48 WIB

Resmi Terdaftar, H.M. Sakim Siap Maju Sebagai Bakal Calon Kepala Desa Bojongmangu

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 07:15 WIB

SILATURAHMI KAPOLRES SUKABUMI BERSAMA FORKOPIMDA, TOKOH AGAMA DAN TOKOH MASYARAKAT 

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:57 WIB

‎Ki Jaga Kali Tanggapi Audensi Plt Bupati Bekasi Dengan Kementrian ATR BPN Terkait Dispensasi Lahan Baku Sawah Tidak Tepat

Berita Terbaru