Kab Bandung ( Satunews.id ) — Memasuki hari kelima, proses pengerukan Saluran Irigasi Cipalasari yang melintasi kawasan PT. Alenatex, Kelurahan Pasawahan, Kecamatan Dayeuhkolot terus berjalan pada Sabtu (16/5/2026).
Berdasarkan Informasi yang dihimpun, bahwa Saluran Irigasi Cipalasari memiliki panjang sekitar 2,5 kilometer dan selama bertahun-tahun mengalami pendangkalan akibat sedimentasi lumpur serta penumpukan sampah di sejumlah titik.
Pantauan awak media di lokasi, Pada hari kelima ini, sebagian proses pengerukan dilakukan dengan cara manual karena kondisi akses di sejumlah titik tidak memungkinkan alat berat masuk ke area saluran.
Relawan tim Pentahelix Dayeuhkolot dibantu Prima citeurep terlihat turun langsung melakukan pengerukan manual. Material lumpur dan sedimentasi diangkat menggunakan peralatan sederhana dengan estimasi pengerjaan sekitar 100 meter.
Sebelumnya, Ketua Pentahelix Kecamatan Dayeuhkolot, Tri Rahmanto menyampaikan bahwa proses pengerukan di beberapa titik terpaksa akan dilakukan secara manual.
“Untuk beberapa titik pengerjaan memang dilakukan secara manual karena kondisi akses yang sempit dan tidak memungkinkan alat berat masuk. Meski begitu, proses normalisasi tetap berjalan agar saluran kembali optimal,” ujar Tri Rahmanto beberapa waktu yang lalu
Untuk itu, Pihak Pentahelix Dayeuhkolot berharap proses normalisasi dapat terus berlanjut dan lancar secara maksimal demi mendukung percepatan penanganan banjir
“Kami berharap dengan adanya pengerjaan sebagian dengan cara manual agar proses normalisasi tetap berjalan meskipun kondisi akses di beberapa titik cukup sempit dan sulit dijangkau alat berat. Upaya ini juga menjadi bentuk kolaborasi lintas unsur dalam mendukung percepatan penanganan banjir di wilayah Dayeuhkolot,” ujar perwakilan Pentahelix di lokasi. (**)



























