Kasus Campak Meningkat, Jabar Siapkan Imunisasi Massal untuk Anak Balita

Satunews.id

- Redaksi

Kamis, 2 April 2026 - 19:22 WIB

5032 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satunews.id, Kota Bandung – Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus memperkuat langkah penanganan peningkatan kasus campak dengan mendorong pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) di sejumlah wilayah terdampak.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, Vini Adiani Dewi, menjelaskan bahwa ORI merupakan imunisasi campak yang diberikan kepada seluruh anak usia 9 hingga 59 bulan tanpa melihat status imunisasi sebelumnya. Langkah ini dilakukan sebagai upaya cepat untuk menekan penyebaran penyakit.

“ORI dilaksanakan sebagai respons terhadap peningkatan kasus campak di beberapa wilayah,” ujar Vini, Rabu (1/04/2026).

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan data hingga 19 Maret 2026, dua daerah yang dijadwalkan melaksanakan ORI pada April 2026 adalah Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Garut. Sebelumnya, pada Februari 2026, ORI juga telah dilaksanakan di sejumlah wilayah di Kabupaten Garut, di antaranya Puskesmas Cimaragas, Bagendit, dan Cibiuk.

Selain ORI, Dinkes Jabar juga menjalankan program Catch Up Campaign (CUC) atau imunisasi kejar bagi anak usia 9 hingga 59 bulan yang belum mendapatkan imunisasi campak rubella (MR) secara lengkap.

Program CUC saat ini dilaksanakan di delapan daerah, yakni Kota Bogor, Kota Depok, Kota Bandung, Kota Bekasi, Kota Cirebon, Kabupaten Bogor, Kabupaten Cirebon, dan Kabupaten Subang. Hingga kini, pelaksanaannya masih terus berjalan untuk mencapai target cakupan 100 persen.

Vini memastikan bahwa ketersediaan vaksin campak rubella (MR) dalam kondisi mencukupi untuk mendukung pelaksanaan ORI dan CUC. Apabila terjadi kekurangan, puskesmas dapat segera berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat.

“Stok vaksin aman. Jika ada kekurangan, bisa langsung diajukan ke provinsi,” tegasnya.

Saat ini, fasilitas kesehatan hanya menunggu distribusi alat suntik auto disable syringe (ADS) dari Kementerian Kesehatan yang telah dinyatakan siap untuk didistribusikan ke daerah.

Dinas Kesehatan juga menginstruksikan seluruh fasilitas layanan kesehatan, baik puskesmas maupun rumah sakit, untuk melaporkan setiap kasus suspek campak dalam waktu maksimal 24 jam kepada Dinas Kesehatan kabupaten/kota.

Penanganan awal terhadap pasien suspek campak meliputi isolasi minimal tujuh hari sejak munculnya ruam, pemberian vitamin A sesuai usia, pemenuhan asupan gizi tinggi protein dan kalori, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.

Kepada masyarakat, Dinkes Jabar mengimbau untuk segera memeriksa status imunisasi anak. Jika belum lengkap, masyarakat diminta tidak menunda dan segera melengkapinya di posyandu, puskesmas, atau fasilitas kesehatan terdekat.

Imunisasi campak sendiri diberikan sebanyak tiga kali, yakni pada usia 9 bulan, 18 bulan, serta saat anak duduk di kelas 1 SD atau sederajat.

Dengan langkah ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap penyebaran campak dapat ditekan sekaligus meningkatkan perlindungan kesehatan anak secara menyeluruh.

(red)

Berita Terkait

8 Tersangka Pengeroyokan di Pasar Caringin Diamankan Polrestabes Bandung
PT Phytochemindo Reksa Turun Tangan Perbaiki Jalan Cibugis! Kades Gonon: Sinergi Perusahaan dan Desa, Manfaatnya Dirasakan Warga
Calon Tunggal di Desa Lemeu, Kadis PMD Lebong: Pemilihan Tetap Dilanjutkan
Duka di Pasar Caringin, Farhan Minta Aparat Kewilayahan Lebih Perhatikan Wilayahnya
Pemkot Bandung dan Kemenkes Bakal Bangun Central Medical Unit di Ujungberung
Pilkades Serentak Lebong 2026, Panitia Tetapkan Nomor Urut dan Deklarasi Damai
102 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan MBG, Ketua FJP2 Desak BGN Bongkar Pengawasan SPPG: Siapa Bertanggung Jawab?
Tutup HJKB, Pawai Jampana Berlangsung Meriah dan Penuh Makna

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:15 WIB

PULUHAN JUTA ROKOK ILEGAL DIMUSNAHKAN, BEA CUKAI SUMBAGTIM SELAMATKAN POTENSI KERUGIAN NEGARA Rp 20,56 MILYAR  

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:52 WIB

Ombudsman RI Lakukan Monitoring dan Pengawasan Layanan Pemasyarakatan di Rutan Kelas I Palembang  

Selasa, 27 Oktober 2026 - 05:59 WIB

Lapas Kelas I Palembang Laksanakan Rekredensialing Klinik Pratama Bersama BPJS Kesehatan

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:28 WIB

Rp696,78 Juta untuk Lebak Nangka! Mulyadi Anwar Dorong Jalan Desa Kadumanggu Kini Lebih Bagus dan Mulus

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:36 WIB

Rp701,28 Juta untuk Cipambuan! Dadang Darajat Launching Rehabilitasi Kantor Desa dan Dayeuh Pajajaran

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Perkuat Kualitas Pelayanan, Lapas Palembang Terima Kunjungan Ombudsman Sumsel

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:24 WIB

Kapolda Sumsel Dorong Pelajar SMKN 6 Palembang Berprestasi, Disiplin, dan Bebas Narkoba

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Karutan Kelas I Palembang Bersama Jajaran Panen Kangkung, Dukung Ketahanan Pangan dan Optimalisasi Lahan Produktif

Berita Terbaru