Tiga Jam Lebih Menunggu, Paripurna APBD OKU 2026 Tak Juga Dimulai: Disiplin Dewan Dipertanyakan

Satunews.id

- Redaksi

Jumat, 12 Desember 2025 - 23:37 WIB

50366 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oku, Satunews.id – 12 Desember 2025 | Rapat Paripurna ke-LIII (53) DPRD Kabupaten OKU yang dijadwalkan sebagai forum krusial penetapan APBD Tahun Anggaran 2026, justru berubah menjadi panggung absurditas yang memalukan. Agenda penting negara yang seharusnya dimulai pukul 20.00 WIB, hingga 23.29 WIB belum juga dapat dibuka. Bukan karena persoalan teknis, bukan karena kendala administratif tetapi karena alasan yang paling sederhana dan paling menyakitkan: DPRD tidak korum. Lagi.

Hingga lebih dari tiga jam jadwal bergulir, baru 19 anggota dewan yang hadir. Padahal, sesuai tata tertib, sedikitnya 20 orang (2/3 jumlah anggota) wajib berada di ruang sidang untuk membuka paripurna. Satu kursi kosong, dan seluruh agenda strategis daerah terhenti. Sebuah ironi: satu absen anggota dewan sanggup menahan laju pembangunan satu kabupaten.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Situasi tersebut bukan sekadar keterlambatan. Ini adalah potret gamblang lemahnya komitmen sebagian anggota DPRD terhadap mandat publik. Bagaimana mungkin penyusunan APBD dokumen yang menentukan arah pembangunan, nasib pelayanan publik, hingga masa depan berbagai sektor strategis diperlakukan seolah rapat organisasi kecil yang bisa ditunda sesuka hati?

Sementara masyarakat menunggu keputusan anggaran, para pimpinan lembaga berdiri di podium, dan para undangan telah duduk berjam-jam, sebagian wakil rakyat justru tidak menunjukkan itikad baik untuk datang tepat waktu.

APBD bukan dokumen seremonial.
Ini adalah instrumen uang rakyat yang menentukan kemampuan pemerintah memperbaiki jalan rusak, memastikan puskesmas memiliki obat, menjamin guru menerima haknya, serta memastikan layanan dasar publik berjalan tanpa hambatan. Ketika para wakil rakyat lamban hadir, itu bukan hanya soal disiplin; itu adalah bentuk pengabaian terhadap hak-hak publik yang mereka wakili.

Keterlambatan ekstrem ini menciptakan kesan kuat bahwa sebagian anggota DPRD OKU tidak memahami bobot tugas mereka, atau lebih buruk tidak menempatkan kepentingan daerah sebagai prioritas utama. Sementara rakyat datang ke tempat kerja tiap pagi tanpa tawar-menawar, sebagian wakilnya justru memandang ringan kewajiban paling dasar: hadir di ruang sidang.

Kondisi ini menjadi pertanyaan besar mengenai keseriusan dan profesionalisme lembaga legislatif daerah. Bagaimana publik dapat mempercayai kualitas pengawasan, penyusunan regulasi, dan penetapan anggaran jika rapat paling krusial pun tidak bisa dimulai karena masalah kehadiran?

Ketidakhadiran satu orang saja telah melumpuhkan jalannya pemerintahan daerah untuk satu malam penuh. Ketika agenda sebesar APBD bisa terkatung-katung seperti ini, masyarakat patut bertanya:

Apakah wakil rakyat benar-benar memahami arti “wakil rakyat”?

Apakah jabatan itu hanya simbol politik, atau tanggung jawab konstitusional yang harus dijaga dengan penuh integritas?

Pada akhirnya, rapat paripurna malam ini telah menjadi cermin besar bagi masyarakat OKU, cermin yang menampilkan realitas bahwa kedisiplinan sebagian anggota DPRD masih jauh dari ekspektasi publik. Paripurna ini belum dimulai, dan kepercayaan publik ikut terkikis bersamanya.

Rakyat membayar pajak tepat waktu.
Rakyat datang ke tempat kerja tanpa menunda. Sudah sepantasnya wakil rakyat menampilkan kualitas serupa bukan sebaliknya.

(Diego)

Berita Terkait

Ketua RW dan RT Resmi Dilantik, Pemdes Citeureup Perkuat Pelayanan Warga dan Akselerasi Pembangunan Desa
Wagub Jabar Dorong GAPENSI Perkuat Profesionalisme dan Kualitas Konstruksi untuk Dukung Pembangunan Berkelanjutan
Car Free Day Cimahi Resmi Diluncurkan, Hadirkan Ruang Publik Sehat dan Dorong Gaya Hidup Aktif
Binwil 2026 Perkuat Kapasitas Kader, TP-PKK Desa Tangkil Siap Wujudkan Keluarga Sehat dan Sejahtera
Pawai Obor dan Nada & Dakwah Semarakkan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Desa Ciangsana
1 Muharram*
Pemkot Bandung Percepat Revitalisasi Bandung Zoo, Ditargetkan Kembali Beroperasi dalam Waktu Kurang dari Satu Tahun
Harga Kedelai Naik, Pemkot Bandung Dorong Efisiensi dan Jaga Keberlangsungan Produksi Tahu Tempe

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 19:54 WIB

Ketua RW dan RT Resmi Dilantik, Pemdes Citeureup Perkuat Pelayanan Warga dan Akselerasi Pembangunan Desa

Senin, 15 Juni 2026 - 18:21 WIB

Wagub Jabar Dorong GAPENSI Perkuat Profesionalisme dan Kualitas Konstruksi untuk Dukung Pembangunan Berkelanjutan

Senin, 15 Juni 2026 - 18:11 WIB

Car Free Day Cimahi Resmi Diluncurkan, Hadirkan Ruang Publik Sehat dan Dorong Gaya Hidup Aktif

Senin, 15 Juni 2026 - 17:54 WIB

Pawai Obor dan Nada & Dakwah Semarakkan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Desa Ciangsana

Minggu, 14 Juni 2026 - 20:30 WIB

1 Muharram*

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:09 WIB

Pemkot Bandung Percepat Revitalisasi Bandung Zoo, Ditargetkan Kembali Beroperasi dalam Waktu Kurang dari Satu Tahun

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:05 WIB

Harga Kedelai Naik, Pemkot Bandung Dorong Efisiensi dan Jaga Keberlangsungan Produksi Tahu Tempe

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:00 WIB

Pemkot Bandung dan Forkopimda Intensifkan Patroli Gabungan, Pastikan Kota Aman dan Kondusif Selama Libur Sekolah

Berita Terbaru