Pemkot Bandung Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Cuaca Ekstrem dan Risiko Bencana

Satunews.id

- Redaksi

Kamis, 11 Desember 2025 - 19:30 WIB

5016 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Bandung, Satunews.id – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa Kota Bandung tengah memasuki periode dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi. Ancaman yang mengintai meliputi longsor, banjir, kebakaran permukiman padat, hingga potensi penumpukan sampah akibat terbatasnya ritasi pengangkutan ke TPA.

Pernyataan tersebut disampaikan pada Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Penanggulangan Bencana bersama jajaran TNI–Polri, BPBD, dan unsur kewilayahan di Aula Mapolrestabes Bandung, Kamis 11 Desember 2025.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Farhan menjelaskan, hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa pekan terakhir telah meningkatkan risiko longsor di berbagai titik, terutama kawasan utara–barat hingga timur Bandung.

“Yang paling mengkhawatirkan saat ini adalah potensi longsor. Kami sudah meninjau langsung beberapa rumah yang masuk kategori risiko tinggi,” tegasnya.

Ia menginstruksikan agar jalur komunikasi dari Polsek, Koramil, hingga relawan diperkuat agar laporan potensi bencana dapat segera ditindaklanjuti.

“Kalau ada ancaman longsor, segera informasikan. Kita akan langsung mengistirahatkan warga. Tidak boleh ada kejadian fatal terulang,” ujarnya.

Farhan juga menyoroti meningkatnya kebakaran di kawasan padat penduduk, di mana jumlah penghuni dalam satu bangunan sering kali berlebihan.

“Kesiapsiagaan aparat kewilayahan sangat penting karena risiko korban jiwa di wilayah padat jauh lebih tinggi,” tambahnya.

Kasus rumah roboh juga meningkat signifikan, baik yang berada di bantaran sungai maupun di kawasan permukiman umum. Banyak rumah tua yang masih ditempati warga dengan kondisi sosial ekonomi rentan.

Ia meminta unsur kewilayahan menandai pohon-pohon berisiko tumbang, termasuk pohon yang ditanam dalam pot beton lama yang kini rusak sehingga akar menggantung dan mudah patah.

“Begitu akarnya terpapar, kekuatannya sangat rapuh. Saya menyaksikan sendiri di Kiaracondong, pohon tumbang tiba-tiba saat hujan,” kata Farhan.

Farhan mengingatkan bahwa Kota Bandung memasuki periode potensi kenaikan kasus demam berdarah (DBD) pada 2026–2028 berdasarkan siklus tiga tahunan penyakit tersebut.

“Meski tahun ini tidak ada korban jiwa, risiko lonjakan kasus tetap tinggi. Jika demam tidak turun 24 jam, warga harus segera ke puskesmas,” pesannya.

Kota Bandung menghasilkan sekitar 1.498 ton sampah per hari, sementara kapasitas pembuangan ke TPA Sarimukti saat ini hanya 1.200 ton per hari.

“Kita pernah mengalami penumpukan 4.000 ton selama 20 hari pada November lalu. Banyak truk harus mengantre hingga 36 jam di Sarimukti,” ungkapnya.

Mulai pertengahan Januari 2026, kuota pembuangan ke TPA diperkirakan turun menjadi sekitar 980 ton per hari, yang berarti potensi penumpukan kembali cukup besar.

Sebagai langkah mitigasi, Pemkot Bandung sedang menyiapkan biodigester dan insenerator berkapasitas 7–10 ton.

“Mulai 10 Januari, kita akan masuk fase kritis. Saya minta seluruh unsur TNI–Polri, kewilayahan, dan masyarakat membantu agar penumpukan tidak terulang,” tegas Farhan.

Pemkot Bandung memastikan koordinasi lintas sektor terus ditingkatkan untuk menjaga keselamatan warga serta menjamin layanan publik tetap berjalan dalam kondisi cuaca ekstrem.

(drj)

Berita Terkait

BKK 2026 Desa Karang Tengah Diluncurkan! Kades Suhandi Apresiasi Bupati Bogor, Pembangunan Dituntut Transparan dan Tepat Sasaran
8 Tersangka Pengeroyokan di Pasar Caringin Diamankan Polrestabes Bandung
PT Phytochemindo Reksa Turun Tangan Perbaiki Jalan Cibugis! Kades Gonon: Sinergi Perusahaan dan Desa, Manfaatnya Dirasakan Warga
Calon Tunggal di Desa Lemeu, Kadis PMD Lebong: Pemilihan Tetap Dilanjutkan
Duka di Pasar Caringin, Farhan Minta Aparat Kewilayahan Lebih Perhatikan Wilayahnya
Pemkot Bandung dan Kemenkes Bakal Bangun Central Medical Unit di Ujungberung
Pilkades Serentak Lebong 2026, Panitia Tetapkan Nomor Urut dan Deklarasi Damai
102 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan MBG, Ketua FJP2 Desak BGN Bongkar Pengawasan SPPG: Siapa Bertanggung Jawab?

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:41 WIB

Angie Natesha Ketua Wanoja Perjuangan, Gelar Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis di Sukamenak

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Wujudkan Sekolah Layak, SDN Pandan Arum Sambut Program Revitalisasi APBN 2026

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Bupati Asep Japar Lepas Atlet Sukabumi, Bidik 10 Besar Porprov Jabar

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:12 WIB

H. Gundar Pimpin Golkar Kota Sukabumi, Targetkan Enam Kursi Legislatif

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:59 WIB

Direksi dan Civitas Hospitalia RSUD Sekarwangi Ucapkan Selamat Hari Dokter Nasional 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:04 WIB

Hari Santri Nasional 2026, Kades Sukagalih Aja Waridin Ajak Generasi Muda Perkuat Akhlak, Ilmu, dan Semangat Membangun Negeri

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Momentum Hari Santri Nasional 2026, Danramil Cileungsi Mayor , Endang Lili Gaungkan Pesan Indonesia Damai dan Penuh Berkah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:53 WIB

Hadirkan KH Cucun Ahmad Syamsurijal, KAC Bahas Modernisasi Pesantren yang Tetap Luhur Tradisinya

Berita Terbaru