Dari Pendopo Agung, Bupati Sumenep Tegaskan Spirit Leluhur Jadi Fondasi Pembangunan Madura yang Bermartabat

Satunews.id

- Redaksi

Selasa, 28 Oktober 2025 - 17:50 WIB

5015 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Satunews.id – Senin, 27 Oktober 2025 | Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-756 sekaligus Hari Santri Nasional, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menggelar Haul Akbar Raja-Raja Madura di Pendopo Keraton Agung Sumenep. Acara yang bertajuk “Meneladani Jejak Leluhur, Membangun Madura yang Lebih Sejahtera” ini menghadirkan suasana penuh khidmat, doa, dan kebersamaan lintas lapisan masyarakat.

Kegiatan diawali dengan santunan anak yatim, simbol kepedulian sosial yang mencerminkan bahwa kekuatan Madura bersumber dari kasih sayang dan solidaritas antarsesama.

Hadir dalam acara tersebut Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H., KH. Imam Hasyim, S.H., M.H., dan Habib Muhammad Assegaf selaku penceramah utama, serta unsur Forkopimda, pimpinan OPD, camat, perwakilan 1.300 desa, abang becak, santri, muslimah, pengemudi ojek online, ulama, dan tokoh masyarakat.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam tausiyahnya, Habib Muhammad Assegaf menegaskan bahwa haul bukan sekadar acara tahunan, melainkan panggilan spiritual untuk menyambung nilai dan doa para leluhur Madura.

“Haul bukan hanya mengenang, tetapi menyambung doa dan keberkahan leluhur kita. Siapa yang menghormati asalnya, akan dijaga Allah dengan kemuliaan yang sama,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa raja-raja Madura bukan sekadar tokoh sejarah, melainkan teladan moral dan spiritual yang membentuk jati diri masyarakat Madura.

“Para raja kita dulu memimpin dengan hati, adab, dan tanggung jawab kepada Allah. Mereka bukan sekadar penguasa, tapi penjaga iman dan marwah rakyatnya,” tuturnya.

Habib Muhammad juga mengingatkan generasi muda agar tidak kehilangan akar spiritual di tengah arus modernisasi.

“Kemajuan sejati tidak lahir dari harta dan kekuasaan, melainkan dari iman, akhlak, dan persatuan. Jika ulama, umara, dan rakyat bersatu dalam niat tulus, Madura akan menjadi tanah penuh berkah,” jelasnya.

Ia menutup tausiyah dengan menyerukan agar Haul Akbar dijadikan momentum kebangkitan moral dan spiritual masyarakat Madura.

“Haul ini bukan seremoni, tapi panggilan cinta kepada tanah leluhur. Dari doa malam ini, insyaallah Madura akan bangkit dengan cahaya iman dan persaudaraan,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan bahwa Haul Akbar Raja-Raja Madura merupakan ruang spiritual yang mempertemukan sejarah, budaya, dan semangat kebangsaan.

“Raja-raja Madura bukan hanya bagian dari masa lalu, tetapi sumber nilai yang hidup. Mereka mewariskan keberanian, kebijaksanaan, dan tanggung jawab terhadap rakyat,” kata Bupati Fauzi.

Menurutnya, pembangunan Madura modern harus berpijak pada kearifan lokal dan spiritualitas yang kuat.

“Kita membangun Sumenep bukan hanya dengan infrastruktur, tetapi juga dengan jiwa yang beriman. Dari akar budaya dan nilai leluhur inilah kekuatan Madura sejati tumbuh,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat menjaga kebersamaan lintas elemen melalui kegiatan keagamaan yang mempererat tali persaudaraan.

“Haul Raja-Raja Madura mengajarkan bahwa sejarah yang dihidupkan akan menuntun masa depan. Jika pemerintah, ulama, dan rakyat bersatu, Madura bukan hanya maju, tapi juga bermartabat,” ujarnya.

Haul Akbar ini menjadi momentum napak tilas spiritual para leluhur Madura yang dikenal bijak, berani, dan beriman. Ratusan jamaah yang larut dalam zikir bersama menggambarkan bahwa peradaban Madura tumbuh dari akar doa, adab, dan keberanian.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Sumenep bersama para ulama dan tokoh masyarakat meneguhkan komitmen bahwa kemajuan Madura harus berpijak pada iman, nilai kemanusiaan, dan persaudaraan.

Dari Pendopo Agung, gema doa dan zikir malam itu menjadi saksi bahwa spirit leluhur Madura tetap hidup menjadi fondasi kokoh bagi pembangunan Madura yang berkarakter, beriman, dan bermartabat.

(rul)

Berita Terkait

Ketua RW dan RT Resmi Dilantik, Pemdes Citeureup Perkuat Pelayanan Warga dan Akselerasi Pembangunan Desa
Wagub Jabar Dorong GAPENSI Perkuat Profesionalisme dan Kualitas Konstruksi untuk Dukung Pembangunan Berkelanjutan
Car Free Day Cimahi Resmi Diluncurkan, Hadirkan Ruang Publik Sehat dan Dorong Gaya Hidup Aktif
Binwil 2026 Perkuat Kapasitas Kader, TP-PKK Desa Tangkil Siap Wujudkan Keluarga Sehat dan Sejahtera
Pawai Obor dan Nada & Dakwah Semarakkan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Desa Ciangsana
1 Muharram*
Pemkot Bandung Percepat Revitalisasi Bandung Zoo, Ditargetkan Kembali Beroperasi dalam Waktu Kurang dari Satu Tahun
Harga Kedelai Naik, Pemkot Bandung Dorong Efisiensi dan Jaga Keberlangsungan Produksi Tahu Tempe

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 19:54 WIB

Ketua RW dan RT Resmi Dilantik, Pemdes Citeureup Perkuat Pelayanan Warga dan Akselerasi Pembangunan Desa

Senin, 15 Juni 2026 - 18:21 WIB

Wagub Jabar Dorong GAPENSI Perkuat Profesionalisme dan Kualitas Konstruksi untuk Dukung Pembangunan Berkelanjutan

Senin, 15 Juni 2026 - 18:11 WIB

Car Free Day Cimahi Resmi Diluncurkan, Hadirkan Ruang Publik Sehat dan Dorong Gaya Hidup Aktif

Senin, 15 Juni 2026 - 17:54 WIB

Pawai Obor dan Nada & Dakwah Semarakkan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Desa Ciangsana

Minggu, 14 Juni 2026 - 20:30 WIB

1 Muharram*

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:09 WIB

Pemkot Bandung Percepat Revitalisasi Bandung Zoo, Ditargetkan Kembali Beroperasi dalam Waktu Kurang dari Satu Tahun

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:05 WIB

Harga Kedelai Naik, Pemkot Bandung Dorong Efisiensi dan Jaga Keberlangsungan Produksi Tahu Tempe

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:00 WIB

Pemkot Bandung dan Forkopimda Intensifkan Patroli Gabungan, Pastikan Kota Aman dan Kondusif Selama Libur Sekolah

Berita Terbaru