RSUDMA Sumenep Siapkan Ruang Khusus Upaya Optimalkan Pelayanan Medis Bagi Pasien Campak

Satunews.id

- Redaksi

Sabtu, 13 September 2025 - 09:41 WIB

5034 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, satunews.id – Menyikapi lonjakan kasus penanganan campak, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep, siapkan ruang isolasi khusus bagi pasien penderita campak.

Langkah tersebut diambil sebagai antisipasi terhadap potensi penularan dan upaya dalam memberikan penanganan medis lebih optimal.

Direktur utama RSUDMA Sumenep, dr. Erliyati, M.Kes, menyampaikan bahwa telah menyiapkan sebuah ruang isolasi khusus bagi pasien campak.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kebanyakan pasien campak yang dibawa ke rumah sakit sudah dalam kondisi komplikasi serius seperti broncho-pneumoni atau kejang-neurotik. Kondisi ini mengharuskan kami menyediakan ruang khusus agar penanganannya lebih fokus dan lebih aman,” ujarnya, Kamis (11/08/2025).

Lebih lanjut, dr. Erliyati menyampaikan bahwa mayoritas pasien yang kini dirawat adalah balita dengan status imunisasi yang belum lengkap.

“Faktor tidak lengkapnya imunisasi menjadi penyebab utama sebagian besar kasus campak berlanjut ke tahap berat dan mengancam keselamatan anak-anak,” imbuhnya.

Selain itu, ruang isolasi ini dirancang tidak hanya untuk merawat pasien campak, akan tetapi juga untuk meminimalkan risiko penularan di ruangan perawatan umum rumah sakit.

“Bukan sekedar menjadi ruang perawatan, akan tetapi kami menginginkan layanan kesehatan yang lebih maksimal dan terkontrol dalam upaya mencegah rantai penularan agar tidak semakin meluas,” tambahnya.

Kami juga mengimbau bagi masyarakat khususnya bagi orang tua untuk segera melengkapi imunisasi anak secara teratur dan sesuai jadwal.

“Pencegahan melalui imunisasi jauh lebih efektif dibanding pengobatan saat anak sudah terinfeksi. Kesadaran untuk mengikuti jadwal imunisasi adalah kunci utama,” pungkas dr. Erliyati.

(rul)

Berita Terkait

BKK 2026 Desa Karang Tengah Diluncurkan! Kades Suhandi Apresiasi Bupati Bogor, Pembangunan Dituntut Transparan dan Tepat Sasaran
8 Tersangka Pengeroyokan di Pasar Caringin Diamankan Polrestabes Bandung
PT Phytochemindo Reksa Turun Tangan Perbaiki Jalan Cibugis! Kades Gonon: Sinergi Perusahaan dan Desa, Manfaatnya Dirasakan Warga
Calon Tunggal di Desa Lemeu, Kadis PMD Lebong: Pemilihan Tetap Dilanjutkan
Duka di Pasar Caringin, Farhan Minta Aparat Kewilayahan Lebih Perhatikan Wilayahnya
Pemkot Bandung dan Kemenkes Bakal Bangun Central Medical Unit di Ujungberung
Pilkades Serentak Lebong 2026, Panitia Tetapkan Nomor Urut dan Deklarasi Damai
102 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan MBG, Ketua FJP2 Desak BGN Bongkar Pengawasan SPPG: Siapa Bertanggung Jawab?

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Preseden Buruk Bagi Birokrasi di Kabupaten Bekasi, TP2D Kankangi Lembaga Resmi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Edi Suprapto Kukuhkan Pengurus SWI Kota dan Kabupaten Bandung dalam Rapat Koordinasi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:52 WIB

Pimpred Kabarnusa24: Belum Saatnya Pak Plt !!! Pembentukan TP2D Kabupaten Bekasi Lampaui Batas Kewenangan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:47 WIB

MUSKOT KORMI Kota Bandung Tetapkan Topan Ardian Saputra sebagai Ketua Definitif

Rabu, 9 September 2026 - 20:34 WIB

THE GAME HAS CHANGED: Perry & Chandra, Karakter Adalah Modal Utama Bisnis di Era Sulit

Minggu, 6 September 2026 - 19:43 WIB

DPD KKJN Jawa Barat 2026-2030 Resmi Terbentuk Komitmen Lahirkan Jurnalis Profesional dan Berintegritas

Rabu, 2 September 2026 - 22:48 WIB

Tiga Nama Berebut Kursi Ketua KADIN Kabupaten Bogor, MUKAB IX Jadi Penentu Arah Dunia Usaha 2026–2031

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:17 WIB

Kang Awang Tegaskan Komitmen LBI Kota Bandung: Bukan Sekadar Kumpul, Tapi Bermanfaat dan Siap Kawal Visi ‘Bandung Utama’

Berita Terbaru