Pembunuhan di Lebak Bulus: KPAI Dukung Proses Hukum dan Perlindungan Anak

satu news 01

- Redaksi

Minggu, 1 Desember 2024 - 20:08 WIB

5026 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satunews.id

Jakarta — Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan penghormatan terhadap proses hukum yang tengah berjalan terkait kasus pembunuhan ayah dan nenek yang diduga dilakukan oleh seorang remaja berusia 14 tahun di Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, pada Sabtu (30/11/2024).

“Untuk kasus ini, kami menghormati proses hukum yang sedang dilakukan oleh Polres Jakarta Selatan, khususnya Unit PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak),” ujar Anggota KPAI, Dian Sasmita, pada Minggu (1/12), seperti dilansir dari Antara.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

KPAI mengungkapkan rasa prihatin yang mendalam atas peristiwa kriminal yang melibatkan anak tersebut. Mereka juga telah melakukan koordinasi dengan Polres Jakarta Selatan untuk memastikan bahwa Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) diterapkan, mengingat pelaku masih di bawah umur.

“Kami berkoordinasi dengan semua pihak dalam kerangka Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) di Polres Jakarta Selatan. Upaya cepat dan tepat telah dilakukan oleh penyidik Unit PPA dengan melibatkan PK Bapas, Asosiasi Psikologi Forensik Indonesia (Apsifor), dan Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DPPAPP) Provinsi DKI Jakarta,” tambah Dian Sasmita.

KPAI menegaskan bahwa selama proses hukum berlangsung, hak-hak anak yang berkonflik dengan hukum tetap harus dipenuhi, termasuk hak atas pendampingan hukum dan pendampingan psikososial.

Sebelumnya, Polsek Cilandak menangkap seorang anak yang diduga membunuh ayahnya yang berusia 40 tahun dan neneknya yang berusia 69 tahun di rumah mereka di kawasan Lebak Bulus. Anak tersebut juga diduga melakukan kekerasan terhadap ibunya, namun sang ibu selamat dan kini tengah dirawat di Rumah Sakit Fatmawati.

(RED)**

Berita Terkait

IKM Tasikmalaya Gagas Masjid Budaya Minang–Sunda, Lahan Sudah Siap Dan Ditargetkan Jadi Ikon Baru Daerah
71 Tahun KAA: Bandung Teguhkan Diplomasi Budaya dan Status Warisan Dunia
Gerak Cepat Polsek Muara Satu, HP Mahasiswa Hilang di Kos Berhasil Ditemukan dalam Hitungan Jam
Lantik Ketua dan wakil Ketua Baznas OKU, Teddy: Langsung Kerja Jangan Banyak Retorika BATURAJA – Bupati Ogan Komering Ulu
Pangdam Siliwangi Turun Langsung: Halal Bihalal KBT Jabar Bagi Rutilahu Rp25 Juta, Tegaskan Silaturahmi Nggak Ada Matinya
Bupati OKU Gandeng Danantara, RDF Plant Jadi Solusi Sampah
HKG PKK ke-54 OKU, Zwesty Ajak Kader Tetap Bergerak Meski Efisiensi
Ukir Prestasi Tingkat Nasional, Bupati OKU dan BPR Baturaja Bawa Pulang 3 Trofi TOP BUMD 2026
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 19:03 WIB

71 Tahun KAA: Bandung Teguhkan Diplomasi Budaya dan Status Warisan Dunia

Sabtu, 18 April 2026 - 21:09 WIB

Aksi Pentahelix Dayeuhkolot, 7 Titik Disasar: Sedot Genangan hingga Bersih-Bersih Sampah

Jumat, 17 April 2026 - 16:48 WIB

Pangdam Siliwangi Turun Langsung: Halal Bihalal KBT Jabar Bagi Rutilahu Rp25 Juta, Tegaskan Silaturahmi Nggak Ada Matinya

Jumat, 17 April 2026 - 13:52 WIB

625 KK Terdampak Banjir di Desa Cangkuang Wetan Terima Bantuan Pangan

Kamis, 16 April 2026 - 07:06 WIB

Bupati KDS: Selain Satgas Bangli dan Tim Pentahelix, Satgas Citarum Harum Masih Dibutuhkan

Rabu, 15 April 2026 - 17:11 WIB

Dulu Terendam, Kini Kering: Bukti Nyata Kerja Pentahelix – BBWS di Kampung Bolero Dayeuhkolot

Rabu, 15 April 2026 - 11:37 WIB

Pantauan Tim Pentahelix: Hampir Seluruh Wilayah Dayeuhkolot Masih Terendam Banjir Akibat Luapan Sungai Citarum

Selasa, 14 April 2026 - 18:00 WIB

Bandung Makin Geulis! DSDABM Gaspol Benerin Jalan Biar Nggak Bikin Emosi

Berita Terbaru