Pemerintah Jabar Klarifikasi Hoaks Terkait PPDB 2024 dan Imbau Masyarakat Waspada

satu news 01

- Redaksi

Sabtu, 24 Agustus 2024 - 16:11 WIB

5014 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satunews.id

Kota Bandung – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) telah mengeluarkan klarifikasi terkait informasi yang menyesatkan mengenai Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB negeri tahun 2024. Dalam Surat Edaran Nomor 8222/PK.03.03/Disdik, Pj. Gubernur Jabar, Bey Machmudin, menegaskan bahwa klaim yang beredar mengenai disposisi atau rekomendasi dari Pj. Gubernur adalah tidak benar dan tidak sesuai dengan prosedur resmi.

Menurut surat edaran tersebut, informasi yang mengatasnamakan Pj. Gubernur dalam proses PPDB tanpa mengikuti Peraturan Gubernur Jawa Barat No. 9 Tahun 2024 adalah hoaks. Masyarakat diimbau untuk melaporkan informasi yang meresahkan ini kepada pihak berwajib untuk mencegah penyebaran informasi yang salah.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Plh. Kepala Dinas Pendidikan Jabar, M. Ade Afriandi, menjelaskan bahwa segala bentuk upaya penipuan dalam proses PPDB harus segera dilaporkan ke sekolah atau kantor cabang dinas pendidikan. “Tindakan yang melibatkan permintaan uang atau pungli jelas merupakan penipuan dan melanggar hukum,” tegas Afriandi.

Dengan selesainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan dimulainya kegiatan belajar pada 15 Juli 2024, proses PPDB tahun ini dinyatakan telah rampung. Pemerintah Provinsi Jabar menegaskan komitmennya untuk menjalankan prosedur dan ketentuan dengan integritas.

Afriandi juga meminta masyarakat, terutama orang tua siswa, untuk lebih waspada dan teliti terhadap informasi terkait PPDB. “Kami berharap imbauan ini dapat membantu masyarakat agar tidak terjebak dalam penipuan yang merugikan,” pungkasnya.

(Red)**

Berita Terkait

Perluas Lapangan Kerja, Disnaker Bandung Targetkan 4.600 Warga Terserap Program Padat Karya
Aksi Mahasiswa di Kantor Bupati Bekasi Memanas, Desak Transparansi Anggaran dan Perbaikan Layanan Publik
Gadis 20 Tahun di Aceh Timur Dilaporkan Hilang, Keluarga Harap Neisya Salbila Segera Pulang
Kasus Dugaan Pelecehan Siswi SMP di Cianjur Disorot, Publik Tunggu Kejelasan Penanganan
Bupati OKU Turun Tangan, Proyek Box Culvert Dikebut untuk Akhiri Banjir Menahun di Sukaraya
Penganiayaan Berujung Maut di Baturaja, Pelaku Buron Usai Tusuk Korban hingga Tewas
Kasus Penganiayaan Berujung Maut di OKU Terungkap, Pelaku Menyerahkan Diri ke Polisi
Kasus Campak Meningkat, Jabar Siapkan Imunisasi Massal untuk Anak Balita

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 19:37 WIB

Perluas Lapangan Kerja, Disnaker Bandung Targetkan 4.600 Warga Terserap Program Padat Karya

Jumat, 3 April 2026 - 19:33 WIB

Aksi Mahasiswa di Kantor Bupati Bekasi Memanas, Desak Transparansi Anggaran dan Perbaikan Layanan Publik

Jumat, 3 April 2026 - 19:28 WIB

Gadis 20 Tahun di Aceh Timur Dilaporkan Hilang, Keluarga Harap Neisya Salbila Segera Pulang

Jumat, 3 April 2026 - 19:14 WIB

Bupati OKU Turun Tangan, Proyek Box Culvert Dikebut untuk Akhiri Banjir Menahun di Sukaraya

Jumat, 3 April 2026 - 19:08 WIB

Penganiayaan Berujung Maut di Baturaja, Pelaku Buron Usai Tusuk Korban hingga Tewas

Jumat, 3 April 2026 - 18:11 WIB

Kasus Penganiayaan Berujung Maut di OKU Terungkap, Pelaku Menyerahkan Diri ke Polisi

Kamis, 2 April 2026 - 19:22 WIB

Kasus Campak Meningkat, Jabar Siapkan Imunisasi Massal untuk Anak Balita

Kamis, 2 April 2026 - 18:54 WIB

KPK Geledah Rumah Ono Surono, Sita Uang dan Dokumen Terkait Dugaan Suap Proyek Bekasi

Berita Terbaru