Mergo Unyi : Menjaga Adat dan Budaya, Kehormatan untuk bersatu

- Redaksi

Minggu, 26 Mei 2024 - 15:28 WIB

5013 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung-Terkait permintaan maaf ketua KPU bandar Lampung Dedi Triadi yg terkesan menganggap enteng masalah icon (Maskot) memantik Budayawan Lampung Muda asal Gunung Sugih M.aArif Sanjaya Sakti, Minggu (26/05/2024).

Ahi Arif sapaan akrabnya menilai apa yg disampaikan ketua KPU bandar Lampung belum mencapai kata maaf masyarakat adat Lampung,

“Kenapa menurut titi gematei adat Lampung baik bicara hukum adat Lampung yaitu kitab kuntara raja niti dan kitab kuntara Rajo Aso sikap dan pernyataan bung Dedi Triadi terkesan tidak serius dalam masalah icon kera besinjang ini,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masih menurut Ahi Arif, mereka mengundang tokoh-tokoh Adat Saibatin dan Pepadun tapi tidak mengundang tokoh-tokoh yang berkonflik.

“Coba kita bayangkan minta maaf dihotel bintang mewah sudah itu tidak memuat klarifikasi peryataan secara utuh di media cetak dan media eletronik , mereka mengundang tokoh adat dari saibatin dan pepadun tetapi tidak memberi tahu dan nyuwak perwatin atau tokoh adat yg berkonfilik dengan mereka gara-gara icon kera ini. Mestinya mereka itu Hadir ditengah2 masayrakat adat Lampung yg melaporkan perkara ini bukan nyuwak sai Mak terlibat anjak awal masalah ini timbul,” ucap Ahi Arif.

Tokoh muda asal mergo Unyi ini juga berkata, “Secara titi adat kejadian masalah ini ada di wilayah hukum adat pepadun maka secara otomatis kuasa ngatak salah atau permohonan maaf mereka kota bandar Lampung adat di wilayah hukum adat pepadun .bukan kita tidak menghargai dan menghormati Waghei tanjar anjak saibatin cuma inilah aturan dan Titi gematei sai asli,” cetusnya.

Pria yg aktif di budaya lampung ini juga menghimbau kepada seluruh tokoh adat yang peduli dan ingin menjaga Adat dan Budaya serta kehormatan orang Lampung untuk bersatu.

“Unyin tokoh dan masyarakat adat Lampung jangan Diam ketika Kawan2 yg lain berjuang untuk budaya lampung kita malah diam Tampa suprot tapi pada akhirnya seolah ambil peran sejak Maslah ini timbul.” Pungkasnya

 

(Tim)

Berita Terkait

Evi Shinta, Pemilik Perum Bumi Tirta Nirwana, Berbagi Kebahagiaan dengan Anak Yatim
Lisda Hendrajoni Apresiasi Lomba Baju Kuruang dan Tingkuluak Kreasi di Painan
Penghargaan Kebudayaan Cimahi 2024: Menginspirasi Generasi Muda
1.303 Santri Ikuti PORSENI PONTREN Tingkat Kabupaten Bekasi Tahun 2024
Pontren Al-Abadiyah Kerahkan Santri Ikuti Seluruh Cabang Porseni Antar Pesantren 2024 Tingkat Kabupaten Bekasi
Dua Pelajar Asal Kabupaten Bekasi Raih Medali Emas Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah Tingkat Nasional
Warga Berharap Kepada Dinas terkait Perhatikan Makam Kuno Di Era 1400 Masehi Di Desa Lecari Kota Pasuruan Jawa Timur.
Harapan Warga Makam Kuno Di Era Troloyo Di Tahun 1400 Masehi Di Desa Lecari Kota Pasuruan Berharap Di Jadikan Destinasi Budaya.

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 19:37 WIB

Perluas Lapangan Kerja, Disnaker Bandung Targetkan 4.600 Warga Terserap Program Padat Karya

Jumat, 3 April 2026 - 19:33 WIB

Aksi Mahasiswa di Kantor Bupati Bekasi Memanas, Desak Transparansi Anggaran dan Perbaikan Layanan Publik

Jumat, 3 April 2026 - 19:28 WIB

Gadis 20 Tahun di Aceh Timur Dilaporkan Hilang, Keluarga Harap Neisya Salbila Segera Pulang

Jumat, 3 April 2026 - 19:14 WIB

Bupati OKU Turun Tangan, Proyek Box Culvert Dikebut untuk Akhiri Banjir Menahun di Sukaraya

Jumat, 3 April 2026 - 19:08 WIB

Penganiayaan Berujung Maut di Baturaja, Pelaku Buron Usai Tusuk Korban hingga Tewas

Kamis, 2 April 2026 - 19:22 WIB

Kasus Campak Meningkat, Jabar Siapkan Imunisasi Massal untuk Anak Balita

Kamis, 2 April 2026 - 18:54 WIB

KPK Geledah Rumah Ono Surono, Sita Uang dan Dokumen Terkait Dugaan Suap Proyek Bekasi

Kamis, 2 April 2026 - 18:42 WIB

Teror Jurnalis di Sumsel, Dugaan Oknum Aparat Kirim Ancaman dan Sebar Data Pribadi

Berita Terbaru