DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Bandung menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) bertempat di Grand Pasundan Hotel, Kota Bandung. Sabtu 26/9/2026.Rakorda tersebut dihadiri langsung oleh Bapak Ir. H. Joko Widodo.
Rakorda menghadirkan seluruh DPC PSI se-Kota Bandung, Ketua Umum PSI Kaesang Pangareup, serta para anggota dewan dari PSI yang mewakili di DPRD Kota Bandung.
Ketua DPD PSI Kota Bandung Yoel Yosaphat yang juga Anggota DPRD Kota Bandung menyampaikan, perjalanan politik PSI di Bandung terus menunjukkan penguatan. Pada Pemilu 2019 PSI meraih 3 kursi di DPRD Kota Bandung, kemudian bertambah menjadi 4 kursi pada Pemilu 2024.
“Kalau bukan karena dukungan dari bapak ibu dan dukungan ketua, saya kira itu adalah salah satu yang bisa menjadi penopang semakin kuatnya satu organisasi,” ujar Yoel.

Ia menyebut syarat yang diperlukan antara lain daftar Dewan Pimpinan Pusat partai politik, keterpenuhan kuota 30 persen perempuan, SK kepengurusan kecamatan minimal 50 persen dari wilayah, keanggotaan minimal 1.000 orang atau 1 per 1.000 dari jumlah penduduk kota yang dibuktikan dengan KTP elektronik, serta kantor tetap untuk memudahkan verifikasi lapangan.
“Saat ini kami juga masih menunggu aturan baru dari undang-undang terbaru tentang pemilu,” katanya.
Ketua Bawaslu Kota Bandung Dimas Aryana Iskandar menyampaikan apresiasi atas proses kaderisasi PSI. Menurutnya, dengan ketekunan dan kaderisasi yang baik maka akan menghasilkan hasil terbaik.
“PSI sekarang sudah bertransformasi jadi partai gajah yang besar. PSI bisa menyesuaikan dengan peraturan-peraturan KPU yang ada sehingga saat pendaftaran partai bisa lancar,” ujarnya.
Dalam struktur kepengurusan, Deddy Palgunadi memegang posisi strategis sebagai Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) DPW PSI Jawa Barat.
Dalam pemaparannya, DPD PSI Kota Bandung menerima kesediaan Bapak Jokowi untuk hadir. Rakorda ini merupakan yang ketiga di Jawa Barat setelah sebelumnya digelar di Kota Bogor dan Kota Bekasi.
Yoel Yosaphat menegaskan, fokus kader PSI saat ini adalah mendengar apa yang dibutuhkan masyarakat.
“Bagaimana kita harus mendengar dan kita harus belajar mendengar apa yang diperlukan oleh masyarakat, sehingga para kader harus turun ke rakyat, jangan hanya rakyat tahu dari grup WhatsApp,” tegasnya.
Ia meminta kader untuk masuk ke kampung, duduk di warung, dan bertemu langsung dengan masyarakat.
“Dengarlah keluhan masyarakat tentang kehidupan rakyat. Jangan terlalu cepat menghakimi, kita tidak pernah tahu pertempuran apa yang sedang dihadapi seseorang. Di situlah hati seorang kader PSI harus tumbuh, kader PSI harus bukan hanya pakai kepala tetapi juga hati,” katanya.
Menurutnya, kader harus menemui komunitas yang belum dikenal, menemui anak muda, pelaku usaha, dan kelompok sosial, namun tetap teguh pada fungsi dan tujuan PSI.
“Tugas kader PSI adalah hadir untuk rakyat,” pungkasnya.
*nengsih*


























