Gandeng IPB, Pemdes Ciangsana Petakan Potret Sosial Desa Hingga Stratifikasi Warga
Satunews.id, Bogor – Pemerintah Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, menggandeng Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk membedah kondisi sosial masyarakat secara komprehensif.
Melalui Focus Group Discussion (FGD) Sosial yang digelar Kamis (17/09/2026), berbagai realitas sosial desa dikupas tuntas, mulai dari akar sejarah hingga struktur lapisan masyarakat.
FGD tersebut dihadiri langsung Kepala Desa Ciangsana H. Udin Saputra, SH., MM., bersama jajaran Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), dan tim akademisi dari IPB.

Kepala Desa Ciangsana, H. Udin Saputra, menegaskan pembangunan desa tidak bisa hanya mengandalkan infrastruktur fisik. Pemetaan sosial menjadi fondasi agar kebijakan yang diambil benar-benar sesuai karakter warga.
“Alhamdulillah, FGD Sosial berjalan lancar dan sukses. Mudah-mudahan hasilnya bisa memberikan manfaat untuk menggali potensi dan memahami kondisi sosial masyarakat Ciangsana secara utuh,” ujar Udin Saputra.
Dalam forum tersebut, setidaknya ada empat isu krusial yang menjadi bahan pemetaan. Pertama, penelusuran sejarah Desa Ciangsana dari masa ke masa. Kedua, pemetaan kelembagaan desa menggunakan metode Diagram Venn untuk melihat peran dan pengaruh setiap lembaga.
Ketiga, penyusunan kalender musim yang berkaitan erat dengan pola mata pencaharian dan aktivitas warga. Keempat, identifikasi stratifikasi sosial atau pelapisan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

Menurut Pemdes Ciangsana, keempat aspek itu penting untuk mendapatkan potret desa yang utuh dan sistematis, tidak hanya dari kacamata pemerintah desa, tetapi juga dari pengetahuan lokal yang hidup di masyarakat.
Keterlibatan IPB sendiri dinilai memberi nilai tambah. Pendekatan akademis yang digunakan tim IPB membuat proses penggalian data menjadi lebih terstruktur, sehingga persoalan dan potensi desa bisa terbaca lebih akurat.

Suasana FGD berlangsung interaktif. Unsur pemerintah desa, kelembagaan, dan tim IPB saling bertukar informasi dan pengalaman lapangan.
Pemdes Ciangsana berharap hasil FGD ini tidak berhenti sebagai forum diskusi saja, melainkan menjadi pijakan awal untuk menyusun arah pembangunan desa yang lebih terarah dan berbasis pada realitas sosial warga.
(aminah)


























