Dies Natalis ke-60 KOHATI, BADKO HMI Jabar Gaungkan Perempuan Berdaya dari Rooftop DPRD

Satunews.id

- Redaksi

Jumat, 18 September 2026 - 18:34 WIB

507 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dies Natalis ke-60 KOHATI, BADKO HMI Jabar Gaungkan Perempuan Berdaya dari Rooftop DPRD

Satunews.id, Kota Bandung – Puncak peringatan Dies Natalis ke-60 Korps HMI-Wati (KOHATI) di Jawa Barat dikemas beda. Bertempat di Rooftop DPRD Jawa Barat, BADKO HMI Jabar menggelar talkshow bertajuk Jabar Women Empowerment Movement, Jumat (18/9/2026).

Acara yang diusung dengan konsep santai “ngopi di rumah sendiri” tersebut dihadiri ratusan kader KOHATI dari berbagai cabang se-Jawa Barat. Pemilihan Gedung DPRD sebagai lokasi acara disebut sebagai pesan simbolik agar perempuan berani masuk dan terlibat dalam ruang pengambilan kebijakan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Pelaksana, Zahrotul, mengatakan perayaan 60 tahun KOHATI bukan sekadar seremoni tahunan. Momentum ini, kata dia, menjadi ajang refleksi untuk memperkuat soliditas dan jaringan kader HMI-Wati di Jawa Barat.

Ketua Umum KOHATI Badko Jabar, Hana Muhamad, menegaskan KOHATI harus bertransformasi. Jika selama ini wacana kesetaraan gender terus digaungkan, kini saatnya beralih pada aksi pemberdayaan yang berdampak nyata.

“Perempuan HMI jangan hanya menjadi pelengkap organisasi, tapi harus mampu memberi dampak konkret bagi masyarakat,” ujar Hana.

Pandangan serupa disampaikan Ketua Umum BADKO HMI Jawa Barat, Siti Nurhayati Barsasmy. Ia menyoroti masih rendahnya akses pendidikan lanjutan bagi perempuan. Meski partisipasi pendidikan formal perempuan di Jabar mengalami kenaikan, faktanya banyak yang terhenti hanya sampai jenjang SMA.

Untuk membedah isu tersebut, panitia menghadirkan tiga tokoh perempuan inspiratif yakni Dr. Hj. Atalia Praratya, M.I.Kom., Dr. Lely Wahyuniar, M.Sc., dan Dr. Hj. Teti Ratnasih, M.Ag.

Dr. Lely Wahyuniar yang juga Ketua Satgas PPKS UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengutip teori pemberdayaan dari pakar London, Prof. Naila Kabeer. Menurutnya, perempuan berdaya adalah perempuan yang diberi akses, modal, dan kemampuan untuk menentukan pilihan hidup terbaik.

Ia menilai stigma patriarki yang masih kuat menempatkan perempuan hanya di sektor domestik menjadi penghambat utama. Akibatnya, dalam keluarga laki-laki lebih diprioritaskan untuk melanjutkan pendidikan tinggi.

“Padahal kompetensi perempuan sama dengan laki-laki. Dalam pandangan Imam Al-Ghazali, kata ummah berasal dari kata umm yang berarti ibu. Artinya peradaban lahir dari seorang perempuan,” jelasnya.

Di era digital, Lely menyebut perempuan kini bisa berdaya dari rumah untuk dunia. Namun ia mengingatkan agar media sosial tidak hanya dipakai untuk pencitraan.

Sementara itu, Dr. Hj. Teti Ratnasih menekankan pentingnya kepemimpinan diri atau self-leadership. Perempuan berdaya, kata dia, harus mampu memimpin dirinya sendiri sebelum memimpin orang lain, dengan modal growth mindset dan meneladani sifat Fathonah, Amanah, Siddiq, dan Tabligh.

Diskusi mengerucut pada isu kesehatan reproduksi. Berbekal pengalaman 21 tahun mengabdi di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk program HIV, Lely membongkar fakta masih tingginya pernikahan dini akibat putus sekolah yang berujung pada tingginya angka kematian ibu.

Ia pun mengajak KOHATI untuk aktif berkolaborasi dengan kampus, pemerintah daerah, dan Forkopimda untuk mengolah data bersama guna menekan angka pernikahan dini dan pencegahan HIV di kalangan remaja.

Talkshow ditutup dengan kesimpulan bahwa perempuan berdaya adalah pilihan yang harus diperjuangkan. Perempuan ideal adalah sosok yang mandiri, tidak bergantung pada orang lain, dan mampu berdaya dari rumah untuk dunia.

(**)

Berita Terkait

BNPB Kumpulkan Relawan se-Jabar di Bandung, Tegaskan Tak Ada Relawan Paling Hebat
300 Aset Tanah Pemkot Bandung Kini Beralas Hak, BPN Kejar 1.200 Sertifikat Hingga Desember
Kabel Lampu Lalu Lintas di Bandung Dicuri, Wali Kota Farhan Gandeng Polisi Buru Pelaku
Sambut HJKB ke-216, Pemkot Bandung dan Warga Serentak Gelar Bebersih Massal
Matangkan RKP 2027, Pemdes Ciangsana Gelar Musdes: Pembangunan Jangan Cuma Formalitas
Gandeng IPB, Pemdes Ciangsana Petakan Potret Sosial Desa Hingga Stratifikasi Warga
Perkuat Literasi Digital, SMSI Lebong Gandeng Polres Lawan Hoaks
PMI dan Posyandu Kolaborasi Bentuk Keswandu, Perkuat Layanan Kesehatan di Kota Bandung
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 13:49 WIB

Ahmad Dedi Keberatan Disebut “Dedi Congor”: Keluarga Dan Teman Tak Pernah Panggil Saya Begitu

Jumat, 18 September 2026 - 16:28 WIB

Pelampung Iman di Masalembo: Menenun Cinta yang Tak Karam hingga Surga

Selasa, 15 September 2026 - 19:28 WIB

Penyaluran CPP Capai 66 Persen, Pemkot Pastikan 143 Ribu Keluarga Terima Bantuan Pangan

Selasa, 15 September 2026 - 16:31 WIB

Dugaan Pelecehan Seksual di Lingkungan Kerja, BKPSDM Sukabumi Siapkan Langkah Tegas

Sabtu, 12 September 2026 - 17:01 WIB

Dirut Perumda Tirta Jaya Mandiri Sampaikan Ucapan Milangkala ke-156 Kabupaten Sukabumi

Jumat, 11 September 2026 - 19:46 WIB

Anggota DPR RI Fraksi PKS Sampaikan Ucapan Milangkala ke-156 Kabupaten Sukabumi

Kamis, 10 September 2026 - 20:49 WIB

Survei Digdaya Polling & Strategy: Mayoritas Publik Puas dengan Program MBG

Kamis, 10 September 2026 - 09:30 WIB

Sekda Kabupaten Sukabumi Sampaikan Ucapan Milangkala ke-156

Berita Terbaru