Margahayu, Satunews.id – Warga RW 07-A Desa Margahayu Selatan, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, menggelar kegiatan kerja bakti membersihkan saluran air dan lingkungan, Minggu (6/9/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Bandung, Camat Margahayu yang diwakili Kasipem, Kepala Desa Margahayu Selatan, Pentahelix Margahayu, serta unsur masyarakat.
Kerja bakti melibatkan warga dari sejumlah wilayah, di antaranya RW 07, RW 07-A, RW 13 dan RW 06. Kegiatan meliputi pembersihan serta pengangkatan lumpur dari saluran air, pembongkaran material atau susukan yang berpotensi menyumbat aliran, serta pembersihan sampah di sejumlah gang.
Dalam kegiatan tersebut, Pentahelix Margahayu sekaligus melakukan pemantauan dan mitigasi terhadap sejumlah saluran yang menjadi titik-titik rawan banjir. Pemantauan dilakukan untuk mengetahui kondisi saluran di lapangan, termasuk bagian yang berpotensi menghambat aliran air dan membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Ketua Pentahelix H. Aceng yang diwakili Kasi Pembangunan mengatakan, hasil mitigasi di lapangan akan segera ditindaklanjuti sesuai kondisi dan kebutuhan penanganannya.
“Hasil mitigasi yang kami lakukan di lapangan tentunya akan segera kami tindak lanjuti. Kami akan melihat titik-titik mana yang memang membutuhkan penanganan lebih lanjut, sehingga persoalan saluran yang berpotensi menimbulkan genangan maupun banjir bisa segera dikoordinasikan dan ditangani,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut bukan hanya sebatas kerja bakti, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi banjir.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara berkelanjutan. Saluran yang sudah dibersihkan perlu dijaga bersama agar tidak kembali tersumbat sampah maupun sedimentasi. Dengan kolaborasi warga, pemerintah dan Pentahelix, potensi banjir di wilayah Margahayu dapat terus diminimalkan,” katanya.
Selain membersihkan saluran, imbuh Wakil ketua, kegiatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan. Saluran yang terbebas dari sampah dan sedimentasi diharapkan mampu mengalirkan air dengan lebih baik ketika hujan turun.
“Kolaborasi warga, pemerintah desa, DPRD dan Pentahelix Margahayu diharapkan dapat terus dilakukan, terutama dalam memantau dan menindaklanjuti titik-titik saluran yang berpotensi menjadi penyebab genangan maupun banjir,” pungkasnya. ( Asp )


























