Masuk 12 Besar WJIC 2026, Pasar Kosambi Dibidik Jadi Proyek Investasi Unggulan Bandung
Satunews.id, Kota Bandung – Pasar Kosambi Kota Bandung dibidik menjadi salah satu proyek investasi potensial melalui West Java Investment Challenge (WJIC) 2026. Potensi tersebut diperkuat dengan ditandatanganinya letter of intent antara Pemerintah Kota Bandung dan Bank Mandiri.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, Pasar Kosambi memiliki beragam potensi bisnis yang dapat dikembangkan. Selain aktivitas perdagangan pasar tradisional, kawasan tersebut juga memiliki pelaku usaha yang mengelola Hallway serta berbagai usaha lainnya yang menjadi bagian dari ekosistem Pasar Kosambi.
“Ini menjadi sebuah peluang investasi dengan bentuk bisnis model yang bervariasi,” ujar Farhan saat meninjau Pasar Kosambi dalam rangka penilaian WJIC 2026, Selasa (1/9/2026).
Menurut Farhan, keterlibatan Bank Mandiri diharapkan dapat membuka akses terhadap calon investor, termasuk nasabah yang memiliki kapasitas dan minat untuk mengembangkan usaha di kawasan tersebut.
Namun, Farhan menegaskan bahwa investasi bukan satu-satunya hal yang harus menjadi perhatian. Ia menilai pembenahan tata kelola kawasan justru menjadi fondasi penting sebelum pengembangan investasi dilakukan secara lebih optimal.
“Kalau buat saya paling penting adalah tata kelola. Sekarang sudah bagus belum? Bagus ya kelihatannya, tapi tata kelolanya belum optimal,” katanya.

Farhan menyoroti pengelolaan kawasan Pasar Kosambi, terutama aktivitas pada malam hingga dini hari. Penataan tersebut dinilai semakin penting karena kawasan Pasar Kosambi juga berkaitan dengan rencana dan pengaturan jalur Bus Rapid Transit (BRT).
Menurutnya, aktivitas pedagang kaki lima pada malam hari hingga keberadaan pasar tumpah pada pagi hari perlu dikelola secara baik agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan tanpa mengganggu fungsi jalan dan sistem transportasi.
“Makanya ini harus jadi pemikiran. Kalau buat kami sih tata kelola yang paling penting,” ujarnya.
Farhan menambahkan, skema pembiayaan dari Bank Mandiri harus ditempatkan sebagai investasi bisnis yang memiliki perhitungan keuntungan dan mekanisme pengembalian yang jelas.
“Kalau modal dari Bank Mandiri itu mesti dibalikin sama untungnya. Jadi bukan sumbangan sosial,” tuturnya.
Dengan demikian, pengembangan Pasar Kosambi diharapkan tidak hanya meningkatkan aktivitas ekonomi kawasan, tetapi juga menciptakan model bisnis yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi para pelaku usaha.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat sekaligus tim penilai WJIC 2026, Muslimin Anwar, mengatakan Pasar Kosambi masuk dalam 12 proyek terbaik dalam ajang WJIC 2026.
Dari total 31 proyek yang mengikuti proses penilaian, sejumlah proyek diseleksi berdasarkan potensi, kelayakan, serta daya tarik investasinya. Pasar Kosambi menjadi salah satu proyek yang dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan melalui dukungan investasi.
Muslimin mengatakan, masuknya sejumlah proyek daerah dalam WJIC menunjukkan adanya peluang untuk memperkuat konektivitas antara proyek pembangunan daerah dengan sumber pembiayaan dari sektor swasta.

Khusus Pasar Kosambi, menurutnya, peluang investasi dapat diarahkan pada penguatan pembiayaan sekaligus pengembangan ekosistem bisnis yang ada di kawasan tersebut.
Ia menilai, pengembangan Pasar Kosambi dapat menjadi contoh bagaimana kawasan perdagangan tradisional dapat dikembangkan dengan pendekatan investasi dan tata kelola yang lebih baik.
“Harapannya, keberhasilan investasi di Pasar Kosambi nantinya dapat menjadi model yang bisa direplikasi di pasar-pasar lainnya,” ujar Muslimin.

Pemkot Bandung pun berharap kolaborasi dengan sektor perbankan dan calon investor dapat mendorong Pasar Kosambi menjadi kawasan perdagangan yang semakin tertata, produktif, dan memiliki daya saing, tanpa menghilangkan fungsi utamanya sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
(dewi)


























