Palembang – Wakapolrestabes Palembang AKBP Aditya Kurniawan, S.H., S.I.K., M.Si. mengajak masyarakat memperkuat sinergi dengan kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya di wilayah Kecamatan Kalidoni.
Pesan tersebut disampaikan AKBP Aditya saat menghadiri kegiatan silaturahmi bersama masyarakat di halaman Mapolsek Kalidoni, Kamis (27/8/2026). Kegiatan ini menjadi ruang komunikasi antara kepolisian, pemerintah kecamatan dan kelurahan, RT/RW, tokoh masyarakat, karang taruna serta warga untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan tetap kondusif.
Dalam kesempatan itu, AKBP Aditya menyampaikan permohonan maaf Kapolrestabes Palembang yang berhalangan hadir karena harus mendampingi Kapolda Sumatera Selatan. Ia menegaskan, terciptanya situasi aman di Kota Palembang bukan semata-mata menjadi tanggung jawab kepolisian maupun TNI, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat.
“Situasi Palembang sampai saat ini dalam kondisi aman. Tentunya ini tidak hanya tugas polisi, TNI maupun unsur keamanan lainnya. Kami tidak akan bisa bertugas dengan baik tanpa bantuan dan dukungan dari bapak dan ibu sekalian,” ujarnya.
Ia juga mendorong terjalinnya komunikasi dan kolaborasi yang kuat antara Bhabinkamtibmas, Babinsa, lurah, RT/RW serta masyarakat. Menurutnya, aparat di tingkat kelurahan harus hadir dan membaur dengan warga sehingga berbagai persoalan di lingkungan dapat diketahui dan ditangani sejak dini.
Selain itu, AKBP Aditya memberikan perhatian khusus terhadap pengaruh media sosial terhadap perilaku remaja. Ia mengingatkan para orang tua untuk mengawasi aktivitas anak-anak, terutama yang masih duduk di bangku SMP dan SMA.
Menurutnya, sejumlah aksi tawuran antarremaja yang terjadi belakangan ini bermula dari interaksi di media sosial. Bahkan, fitur siaran langsung di sejumlah platform dapat dimanfaatkan kelompok remaja untuk saling menantang dan menentukan lokasi tawuran.
“Bapak dan ibu yang punya anak masih remaja, SMP atau SMA, tolong benar-benar dilihat penggunaan media sosialnya. Karena biasanya media sosial ini yang disalahgunakan untuk mengajak tawuran,” tegasnya.
Ia mencontohkan adanya informasi mengenai rencana tawuran antarpelajar menjelang peringatan 17 Agustus yang sempat beredar di media sosial. Berkat informasi awal dari masyarakat dan pelajar, potensi aksi tersebut dapat dicegah.
AKBP Aditya berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh isu negatif yang beredar di media sosial. Ia juga mengingatkan bahwa kelompok-kelompok remaja dapat dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk menciptakan situasi yang tidak aman.
Sementara itu, Kapolsek Kalidoni AKP Junardi, S.H., M.A.P. mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat komunikasi antara kepolisian dengan masyarakat di wilayah Kecamatan Kalidoni.
“Warga yang hadir ini merupakan masyarakat, tokoh masyarakat, RT, pemuda dan unsur lainnya, khususnya di sekitar Polsek Kalidoni. Mereka yang selama ini kami ajak berkomunikasi dan berdiskusi,” katanya.
Ia menyebutkan, Kecamatan Kalidoni memiliki lima kelurahan. Kolaborasi antara kepolisian, pemerintah kecamatan, kelurahan, RT/RW, tokoh pemuda, tokoh masyarakat dan tokoh agama dinilai penting untuk merespons berbagai persoalan keamanan di lingkungan.
AKP Junardi menegaskan pihaknya siap menerima arahan, masukan maupun informasi dari masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga kondusivitas wilayah.
“Insya Allah dengan kolaborasi bersama camat, lurah, RT, tokoh pemuda, tokoh masyarakat dan tokoh agama, kita bisa bersama-sama menjaga situasi dan kondisi di Kecamatan Kalidoni,” pungkasnya.(Hari)


























