KDS Perintahkan Sanksi Nakes yang Diduga Bully Pasien

satu news 01

- Redaksi

Senin, 10 Agustus 2026 - 13:35 WIB

509 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satunews.id 

KAB BANDUNG – Bupati Bandung, Dadang Supriatna menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung untuk menindak tegas tenaga kesehatan (nakes) yang diduga melakukan perundungan atau bullying terhadap pasien melalui media sosial.

Dadang menyatakan kecewa dan prihatin atas perilaku tersebut, terlebih terjadi sebelum pasien yang bersangkutan meninggal dunia. Ia pun meminta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bandung memproses pemberian sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya sangat kecewa dan prihatin. Kok nakes bisa mem-bully pasien? Ini keterlaluan. Karena itu saya perintahkan BKPSDM agar diberikan sanksi,” tegas Dadang, Senin (10/8/2026).

Menurutnya, tenaga kesehatan tersebut diketahui berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Oleh karena itu, proses pemberian sanksi harus dilakukan sesuai mekanisme dan ketentuan kepegawaian.

“Kalau PPPK, ya sudah, kalau memang mau diputus atau diberikan sanksi secara langsung, itu sudah dilakukan sesuai mekanisme,” ujarnya.

Bupati yang akrab disapa KDS ini menegaskan, kasus tersebut harus menjadi evaluasi serius bagi Dinas Kesehatan serta seluruh direktur rumah sakit di Kabupaten Bandung. Ia tidak ingin perilaku individu merusak kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan pemerintah daerah.

“Saya berharap ke depan jangan sampai terjadi lagi. Saya titip kepada Dinas Kesehatan dan para direktur rumah sakit, betul-betul perbaiki hal ini,” katanya.

Ia menilai, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan aturan kedinasan, tetapi juga menyangkut karakter, etika, serta kepekaan seorang aparatur sebagai pelayan publik.

KDS mengatakan Pemkab Bandung selama ini rutin melaksanakan pembinaan spiritual bagi ASN setiap bulan. Namun, menurutnya, pembinaan tersebut perlu dibarengi dengan penguatan karakter dan etika dalam menjalankan tugas.

“Kita setiap satu bulan sekali ada siraman rohani. Bayangkan, kita sudah rutin melakukan itu, masih ada yang seperti ini. Ini persoalan karakter dan kepekaan spiritual secara personal,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa perilaku seorang aparatur dapat berdampak terhadap citra institusi secara keseluruhan.

“Teu mais teu meuleum, nu lain kabawa-bawa. Yang lain tidak ikut-ikutan, tapi malah ikut terbawa. Ini yang harus kita cegah,” katanya.

Untuk itu, KDS meminta BKPSDM dan seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) memperkuat pendidikan dan pelatihan pembentukan karakter bagi aparatur.

Khusus di sektor kesehatan, ia meminta Dinas Kesehatan segera mengumpulkan seluruh tenaga kesehatan di Kabupaten Bandung untuk mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas, pembinaan mental, serta peningkatan kualitas pelayanan.

“Kemarin saya sudah tegaskan kepada Dinas Kesehatan, kumpulkan semua nakes yang ada di Kabupaten Bandung. Kita bikin pelatihan, peningkatan kapasitas, pendidikan mental dan peningkatan kualitas pelayanan,” katanya.

KDS menegaskan bahwa setiap ASN, PPPK maupun tenaga kesehatan yang melakukan pelanggaran akan diproses sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Menurutnya, tidak boleh ada pelanggaran etika dalam pelayanan publik yang dibiarkan tanpa konsekuensi.

“Bagi ASN, pelayan publik, maupun nakes yang melakukan pelanggaran, tentu sesuai mekanisme aturan kita berikan sanksi berdasarkan peraturan perundang-undangan,” tegasnya.

Berita Terkait

Jelang HUT ke-81 RI, Pentahelix Dan Relawan Prima Citeurep Bersihkan Crossing Gelap, Temukan Dua Ular Sanca
KDS Ajak Dunia Usaha dan Masyarakat Bersama-Sama Tangani Persoalan Banjir
Demokrasi, Opini Dan Kepastian Hukum
Camat Baleendah Lantik Pj Kepala Desa Bojongmalaka, Tekankan Pelayanan Publik Tetap Optimal
Kemenhaj Kabupaten Bandung Evaluasi Penyelenggaraan Haji 2026, Percepat Persiapan Jemaah Haji 2027
Bukan Kelalaian BUMD, PT BDS Jelaskan Penyebab Keterlambatan Pembayaran Vendor
Kolaborasi Pentahelix, Camat Bojongsoang dan DPR RI Tinjau Normalisasi Sungai Cikeruh
RSUD Bedas, BESTI, hingga Jalan Mulus: Ini 5 Andalan KDS yang Dirasakan Warga

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:46 WIB

57 Bangunan Liar Ditertibkan di Ibrahim Adjie, Pemkot Bandung Kembalikan Ruang Publik kepada Masyarakat

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:39 WIB

Hari Veteran Nasional ke-77, Farhan Ajak Generasi Kini Warisi Semangat Pengabdian Para Pejuang

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:31 WIB

Kebakaran Maleer Hanguskan Rumah Empat Keluarga, Pemkot Bandung Siapkan Bedah Rumah

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:24 WIB

Pemkot Bandung Kebut Penggantian Pohon di Jalan Riau, Penanaman Bibit Minimal 5 Meter Ditarget Sebelum September

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:15 WIB

Bukan Sekadar Mengibarkan Merah Putih, Farhan Titip Persatuan Bangsa kepada Paskibraka Kota Bandung

Selasa, 11 Agustus 2026 - 02:58 WIB

Milad Nasional ke-28 BPPKB BANTEN 1998 di GOR Pakansari: Ratusan Ribu Massa Bersatu, 500 Anak Yatim Disantuni, Satu Komando Tegaskan Kekuatan Persaudaraan

Senin, 10 Agustus 2026 - 22:57 WIB

Kapolsek Cup 2026 Resmi Bergulir, 16 Tim Adu Strategi, Polisi dan Warga Bersatu Tanpa Sekat

Minggu, 9 Agustus 2026 - 17:51 WIB

Subling ke-99 Desa Ciangsana: Subuh Berjamaah, Ukhuwah Menguat, Masjid Terus Dimakmurkan

Berita Terbaru