Proyek Revitalisasi TK PGRI Rancabogo Diduga Tak Sesuai Speck, Pelaksanaannya Diborongkan Kepada Pihak Ke 3 Hingga P2SP Tidak Difungsikan

- Redaksi

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:02 WIB

5021 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SATUNEWS.ID

KOTA TASIKMALAYA, || Pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di TK PGRI Rancabogo, Kota Tasikmalaya, mendapat sorotan. Proyek yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 tersebut diduga dalam pelaksanaannya tidak sepenuhnya mengacu pada gambar rencana, khususnya pada sejumlah pekerjaan struktur bangunan.

Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, kegiatan tersebut merupakan Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026, dengan pekerjaan revitalisasi TK PGRI Rancabogo. Nilai bantuan tercantum sebesar Rp365.770.000, bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026, dengan waktu pelaksanaan selama 4 bulan atau 120 hari kalender dan pola pelaksanaan disebut swakelola.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hasil pantauan di lokasi menunjukkan proses renovasi masih berlangsung. Sejumlah bagian bangunan lama telah dibongkar, sementara pekerjaan struktur seperti pondasi, kolom beton dan pembesian tampak sedang dikerjakan.

Namun, kondisi pekerjaan tersebut memunculkan pertanyaan dari sumber yang mengetahui pelaksanaan proyek. Sumber menduga terdapat bagian pekerjaan yang tidak mengacu pada gambar rencana, terutama terkait konstruksi pondasi dan detail pembesian kolom.

“Kami mempertanyakan apakah pekerjaan yang dilaksanakan di lapangan sudah sesuai dengan gambar rencana dan ketentuan teknis. Terutama pada pekerjaan pondasi dan pembesian kolom,” ungkap sumber kepada media, baru-baru ini.

Sumber juga menduga pola pelaksanaan di lapangan tidak sepenuhnya dilakukan oleh pihak yang seharusnya bertanggung jawab dalam mekanisme swakelola. Menurutnya, pekerjaan justru diduga diserahkan kepada pihak ketiga sebagai pemborong,seolah Tim P2SP yang sudah dibentuk tidak berfungsi.

“Kalau memang programnya dilaksanakan secara swakelola melalui P2SP, tentu harus jelas siapa yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan, pengadaan material, tenaga kerja dan penggunaan anggarannya,” lanjut sumber.

Persoalan tersebut dinilai penting karena apabila kegiatan swakelola diserahkan kepada pihak ketiga, terdapat kekhawatiran munculnya tambahan biaya atau keuntungan pihak lain yang pada akhirnya dapat memengaruhi efisiensi anggaran pembangunan.

Sementara itu, berdasarkan keterangan pihak kepala sekolah yang diperoleh media, pelaksanaan pekerjaan memang dilakukan oleh pihak ketiga. Bahkan, menurut keterangan tersebut, pengelolaan dana telah diserahkan kepada pihak ketiga sehingga untuk penjelasan lebih lanjut diarahkan kepada pihak yang melaksanakan pekerjaan.

Kondisi ini menjadi perhatian karena pada papan informasi proyek secara jelas tercantum “Pelaksana: Swakelola”. Karena itu, mekanisme pelaksanaan dan pertanggungjawaban penggunaan dana perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan persepsi adanya penyimpangan dalam pelaksanaan program.

Di sisi lain, dugaan ketidaksesuaian pekerjaan struktur juga perlu diverifikasi secara teknis. Foto lapangan memang memperlihatkan pekerjaan pembesian dan struktur beton, namun untuk memastikan apakah dimensi, diameter serta jarak tulangan, mutu beton, kedalaman pondasi dan detail konstruksi telah sesuai gambar kerja diperlukan pemeriksaan terhadap gambar rencana/RAB serta spesifikasi teknis.

Publik berharap pihak terkait, termasuk pengelola program dan instansi yang memiliki kewenangan melakukan pembinaan dan pengawasan, dapat memberikan penjelasan mengenai mekanisme swakelola, keterlibatan P2SP, penggunaan anggaran, serta kesesuaian pekerjaan dengan gambar rencana.

Klarifikasi tersebut penting agar program revitalisasi yang menggunakan anggaran negara benar-benar menghasilkan bangunan yang memenuhi standar teknis dan memberikan manfaat maksimal bagi peserta didik.

Hingga berita ini diterbitkan Media masih berupaya untuk mendapatkan hak jawab dan klarifikasi dari pihak TK PGRI Rancabogo, pihak yang disebut sebagai pelaksana, P2SP, maupun instansi terkait mengenai persoalan tersebut.

(Adher)

 

Berita Terkait

Hadirkan Rasa Aman di Jalan, Polda Jabar Terjunkan Personel Serentak di Titik Titik Rawan
Sisi Humanis Razia Knalpot Brong Polda Jabar: Edukasi Pengendara Hingga Ganti Knalpot Sukarela
Sikat Kejahatan Jalanan di Jabar, 413 Pelaku Diciduk dan 1.016 Motor Disita ‎
Kepedulian Nyata PT MBK Ventura Kembali Hadir di Pasirjambu, OJK Edukasi Literasi Keuangan Warga
Perangi Korupsi Lewat Aset, KDM Minta Seluruh Tanah Pemerintah Bersertifikat
Optimalkan Media Sosial Wilayah, Diskominfo Bandung Gelar Sinkronisasi di Bandung Kulon
IKM Tasikmalaya Terima Undangan Milad DPD IKM Cirebon, Komitmen Pererat Persatuan Perantau Minang
Dari Bandung untuk Jabar: Kang Andhy Daftar, Bawa Misi Besar untuk Wartawan

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 06:53 WIB

HUT RI ke-81, Disdik Kota Palembang Satukan Insan Pendidikan Lewat Semangat Gotong Royong

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:38 WIB

Semarak HUT Ke-81 RI, Pegawai Rutan Palembang Ikuti Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan di LPKA Palembang

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:23 WIB

HUT ke-81 RI, SMA Negeri 6 Palembang Dorong Siswa Tumbuhkan Nasionalisme dan Prestasi  

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:26 WIB

Gus Syarif Bawa Keluarga Besar Ponpes Sabilul Hasanah Ikuti Dzikir Kebangsaan di Masjid Istiqlal

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:16 WIB

Sosialisasi Empat Pilar, Abidin Fikri: Perlu Kesadaran Bersama Mewujudkan Gagasan Founding Father

Senin, 10 Agustus 2026 - 04:59 WIB

Semarak HUT ke-81 RI, Pegawai Rutan Palembang Ikuti Lomba Catur dan Gaple Antarpegawai

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:18 WIB

Tunjukkan Strategi Cermat, Lapas Kelas I Palembang Sabet Juara 2 dan 3 Lomba Catur Antar UPT Pemasyarakatan se-Palembang Raya

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 20:55 WIB

HUT RI ke-81, PDHI Sumsel Dorong Profesi Dokter Hewan Berkontribusi untuk Indonesia

Berita Terbaru