Palembang – Komitmen mencetak tenaga kerja terampil dan siap bersaing di dunia industri terus ditunjukkan Yayasan Pendidikan Vokasi yang dipimpin sekaligus diketuai oleh Kepala SMKN 2 Palembang, Suparman, S.Pd., M.Pd. Melalui program pelatihan vokasi selama 240 jam, yayasan tersebut membekali para pencari kerja dengan keterampilan teknis yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Program yang didanai Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi ini menyasar peserta yang berstatus sebagai pencari kerja atau pengangguran, sehingga diharapkan mampu membuka peluang kerja baru bagi masyarakat.
Ketua Yayasan sekaligus Kepala SMKN 2 Palembang, Suparman, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa program tersebut merupakan bentuk nyata kontribusi lembaga pendidikan vokasi dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
“Program vokasi 240 jam ini merupakan sumbangsih kami untuk bangsa. Peserta yang mengikuti pelatihan adalah mereka yang memang tidak sedang sekolah maupun kuliah, sehingga harapan kami setelah selesai mengikuti pelatihan mereka benar-benar siap memasuki dunia kerja,” ujar Suparman.
Menurutnya, pelaksanaan pelatihan dilakukan dengan menggandeng sejumlah perusahaan ternama, salah satunya Planet Ban, sebagai mitra industri dalam proses magang hingga rekrutmen tenaga kerja.
“Kami bekerja sama dengan beberapa perusahaan. Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta akan mengikuti seleksi untuk menjadi mekanik di perusahaan mitra. Tahun lalu dari 25 peserta, sebanyak 15 orang berhasil lolos dan direkrut oleh Planet Ban, sedangkan peserta lainnya tetap kami salurkan ke bengkel umum lainnya,” jelasnya.
Suparman menerangkan, pada tahun ini pihaknya mengusulkan kuota sebanyak 40 peserta, namun yang disetujui pemerintah pusat sebanyak 25 peserta. Tingginya minat masyarakat terlihat dari banyaknya pendaftar, meskipun tidak semua dapat mengikuti program karena sebagian masih berstatus pelajar maupun mahasiswa.
Saat ini, pelatihan yang tengah berlangsung difokuskan pada bidang mekanik sepeda motor selama 240 jam. Materi yang diberikan disusun berdasarkan kebutuhan industri agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan tuntutan dunia kerja.
“Kurikulum yang kami susun selalu menyesuaikan kebutuhan pengguna atau user. Misalnya jika industri membutuhkan keterampilan pada sektor ban, rem, pelek, maupun tune up, maka porsi pembelajaran pada bidang tersebut akan kami perkuat,” katanya.
Lebih lanjut, Suparman mengungkapkan bahwa lembaga yang telah berdiri selama 28 tahun itu terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi otomotif, termasuk menghadirkan pelatihan kendaraan listrik.
“Berkembangnya kendaraan listrik menjadi peluang besar. Karena itu kami telah membuka pelatihan motor listrik dan bahkan dipercaya Direktorat sebagai pusat pelatihan serta pengimbasan bagi guru dan instruktur se-Sumatera Selatan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, ke depan kebutuhan tenaga terampil di bidang kendaraan listrik diprediksi akan terus meningkat seiring kebijakan pemerintah dan perkembangan industri otomotif nasional.
“Harapan kami, melalui program ini semakin banyak generasi muda yang memiliki keterampilan, kompetensi, dan kesempatan untuk memperoleh pekerjaan yang layak. Pendidikan vokasi harus mampu menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan dunia industri,” tutup Suparman. (Hari)



























