Kejati Sumsel Tuai Apresiasi, INISIATOR Nilai Kinerja Pemberantasan Korupsi Layak Jadi Teladan

Satunews.id

- Redaksi

Minggu, 7 Juni 2026 - 13:49 WIB

5010 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kejati Sumsel Tuai Apresiasi, INISIATOR Nilai Kinerja Pemberantasan Korupsi Layak Jadi Teladan

Satunews.id, Jakarta – Kinerja Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan dalam pemberantasan tindak pidana korupsi mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Sepanjang tahun 2026, institusi penegak hukum tersebut dinilai menunjukkan capaian yang menonjol melalui sejumlah operasi penindakan dan pengungkapan kasus korupsi yang menjadi perhatian publik.

Keberhasilan tersebut dinilai tidak terlepas dari kepemimpinan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, Ketut Sumedana, yang dinilai memiliki komitmen kuat dalam penegakan hukum, pemberantasan korupsi, serta upaya pemulihan kerugian negara.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Apresiasi tersebut disampaikan Indonesian Initiative for Strategic and Policy Studies (INISIATOR). Direktur Eksekutif INISIATOR, Yakub F. Ismail, menilai berbagai langkah yang dilakukan Kejati Sumsel menunjukkan keseriusan aparat penegak hukum dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas.

Menurut Yakub, keberhasilan Kejati Sumsel melakukan tiga kali Operasi Tangkap Tangan (OTT) hingga pertengahan tahun 2026 merupakan pencapaian yang patut mendapat perhatian. Selain itu, penanganan puluhan perkara korupsi dengan jumlah tersangka yang signifikan menunjukkan adanya konsistensi dalam upaya penegakan hukum.

“Keberhasilan tersebut menunjukkan adanya kepemimpinan yang kuat, keberanian dalam mengambil langkah hukum, serta komitmen untuk memastikan bahwa praktik korupsi tidak mendapatkan ruang di lingkungan pemerintahan maupun badan usaha milik negara,” kata Yakub di Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Ia menilai, keberhasilan mengungkap dugaan tindak pidana korupsi melalui operasi penindakan bukanlah pekerjaan yang sederhana. Proses tersebut membutuhkan kecermatan, kecukupan alat bukti, integritas, serta keberanian aparat dalam menghadapi berbagai risiko yang menyertai penanganan perkara korupsi.

“Pemberantasan korupsi membutuhkan dedikasi, profesionalisme, dan keberanian. Apa yang ditunjukkan Kejati Sumsel menjadi contoh bahwa penegakan hukum yang tegas masih menjadi harapan besar masyarakat,” ujarnya.

Yakub juga menilai pendekatan yang diterapkan Kejati Sumsel tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga memiliki efek pencegahan yang penting dalam membangun budaya pemerintahan yang bersih.

Menurutnya, konsistensi penegakan hukum akan memberikan pesan kuat bahwa setiap penyalahgunaan kewenangan dan praktik koruptif berpotensi berhadapan dengan proses hukum tanpa pandang bulu.

“Penegakan hukum yang konsisten akan menciptakan efek jera sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum. Ini menjadi modal penting dalam membangun tata kelola pemerintahan yang lebih akuntabel,” katanya.

INISIATOR berharap Kejati Sumsel dapat terus mempertahankan independensi, profesionalisme, dan konsistensi dalam menangani berbagai perkara korupsi yang menjadi perhatian masyarakat.

“Capaian yang telah diraih saat ini diharapkan tidak hanya dipertahankan, tetapi juga menjadi inspirasi bagi institusi penegak hukum lainnya dalam memperkuat agenda pemberantasan korupsi di Indonesia,” pungkas Yakub.

(Red)

Berita Terkait

PT Phytochemindo Reksa Turun Tangan Perbaiki Jalan Cibugis! Kades Gonon: Sinergi Perusahaan dan Desa, Manfaatnya Dirasakan Warga
Calon Tunggal di Desa Lemeu, Kadis PMD Lebong: Pemilihan Tetap Dilanjutkan
Duka di Pasar Caringin, Farhan Minta Aparat Kewilayahan Lebih Perhatikan Wilayahnya
Pemkot Bandung dan Kemenkes Bakal Bangun Central Medical Unit di Ujungberung
Pilkades Serentak Lebong 2026, Panitia Tetapkan Nomor Urut dan Deklarasi Damai
102 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan MBG, Ketua FJP2 Desak BGN Bongkar Pengawasan SPPG: Siapa Bertanggung Jawab?
Tutup HJKB, Pawai Jampana Berlangsung Meriah dan Penuh Makna
Setengah Periode Kepemimpinan, Farhan Perkuat Penanganan Masalah Berbasis Kebutuhan Warga

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:04 WIB

PT Phytochemindo Reksa Turun Tangan Perbaiki Jalan Cibugis! Kades Gonon: Sinergi Perusahaan dan Desa, Manfaatnya Dirasakan Warga

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:47 WIB

Duka di Pasar Caringin, Farhan Minta Aparat Kewilayahan Lebih Perhatikan Wilayahnya

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:43 WIB

Pemkot Bandung dan Kemenkes Bakal Bangun Central Medical Unit di Ujungberung

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:38 WIB

Pilkades Serentak Lebong 2026, Panitia Tetapkan Nomor Urut dan Deklarasi Damai

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:49 WIB

102 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan MBG, Ketua FJP2 Desak BGN Bongkar Pengawasan SPPG: Siapa Bertanggung Jawab?

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:46 WIB

Tutup HJKB, Pawai Jampana Berlangsung Meriah dan Penuh Makna

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:36 WIB

Setengah Periode Kepemimpinan, Farhan Perkuat Penanganan Masalah Berbasis Kebutuhan Warga

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:20 WIB

PJI Sulsel Desak Kapolri Periksa Dugaan Pembiaran Tambang Ilegal di Seba-Seba

Berita Terbaru