“Cegat di Cipatat!” Aktivis Jabar Ultimatum Pemerintah: Tutup Sarimukti, Operasikan Legok Nangka Sekarang!

Satunews.id

- Redaksi

Sabtu, 6 Juni 2026 - 01:23 WIB

501 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Cegat di Cipatat!” Aktivis Jabar Ultimatum Pemerintah: Tutup Sarimukti, Operasikan Legok Nangka Sekarang!

Satunews.id, Kota Bandung – Desakan keras terhadap pemerintah untuk segera menyelesaikan krisis sampah di Bandung Raya mengemuka dalam Sarasehan “Darurat Ekologi Jawa Barat: Alih Fungsi Hutan, Krisis Sampah, dan Tata Kelola Publik” yang digelar di Grand Asrilia Hotel, Bandung, Jumat (5/6/2026).

Forum yang dihadiri unsur pemerintah, akademisi, tokoh masyarakat, dan pegiat lingkungan tersebut menghasilkan seruan tegas agar pemerintah segera mengoperasikan TPPAS Legok Nangka dan mengakhiri ketergantungan terhadap TPA Sarimukti yang selama ini menjadi lokasi pembuangan utama sampah Bandung Raya.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Koordinator Aktivis Lingkungan Jawa Barat, Dadang Utun Hermawan, menyampaikan ultimatum keras kepada pemerintah. Menurutnya, persoalan sampah di Jawa Barat sudah berada pada tahap darurat dan tidak bisa lagi ditangani dengan pendekatan biasa.

“Kalau perlu kita sama-sama cegat di Jalan Cipatat. Kita palang sebagai bentuk peringatan bahwa persoalan sampah ini tidak boleh terus dibiarkan,” tegas Dadang di hadapan peserta sarasehan.

Ia menilai berbagai catatan evaluasi lingkungan yang diterima daerah-daerah di Jawa Barat menjadi bukti bahwa tata kelola persampahan membutuhkan pembenahan serius dan langkah konkret dari pemerintah.

Menurut Dadang, percepatan operasional Legok Nangka harus menjadi prioritas agar persoalan sampah tidak terus membebani kawasan Sarimukti dan masyarakat di sekitarnya.

Bayang-Bayang Leuwigajah

Mantan Wali Kota Bandung periode 2003–2013, H. Dada Rosada, mengingatkan pentingnya belajar dari tragedi longsor TPA Leuwigajah pada 23 Februari 2005 yang menelan korban jiwa dan menjadi salah satu bencana persampahan terbesar di Indonesia.

Ia mengaku masih mengingat bagaimana pemerintah daerah saat itu harus mencari solusi darurat ketika sistem pengelolaan sampah lumpuh pasca tragedi tersebut.

“Jangan sampai kita mengulang kesalahan yang sama. Persoalan sampah harus segera ditangani dengan solusi yang nyata dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Dada, berbagai teknologi pengolahan sampah, termasuk pengolahan berbasis energi, perlu segera direalisasikan agar ancaman krisis sampah tidak semakin membesar.

Hutan Menyusut, Ancaman Ekologi Meningkat

Koordinator Kaukus Ketokohan Jawa Barat, H. Eka Santosa, menyoroti semakin berkurangnya kawasan hutan dan ruang terbuka hijau di kawasan Bandung Raya.

Menurutnya, kerusakan lingkungan dan persoalan sampah merupakan dua isu yang saling berkaitan dan harus diselesaikan secara bersamaan.

“Kita sedang menghadapi persoalan ekologis yang serius. Penurunan tutupan hutan, krisis air, dan persoalan sampah adalah rangkaian masalah yang tidak bisa dipisahkan,” katanya.

Tiga Langkah Mendesak

Sarasehan merumuskan tiga langkah strategis yang dinilai perlu segera dilakukan untuk mengatasi persoalan sampah di Jawa Barat, yaitu:

  1. Memperjelas peran regulator dan operator dalam pengelolaan sampah agar lebih profesional dan efektif.
  2. Mewajibkan pemilahan sampah dari sumber, termasuk penguatan fasilitas pengelolaan sampah di tingkat kecamatan dan masyarakat.
  3. Memperkuat penegakan hukum dan pengawasan publik terhadap pengelolaan lingkungan dan persampahan.

Hadirkan Pakar dan Pemangku Kepentingan

Sarasehan menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang, antara lain Deputi Bidang Koordinasi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan Dr. Ir. Nani Hendiarti, M.Sc., pakar kehutanan Dr. Iman Sanjoyo, CEO Hejotekno Betha Kurniawan, S.Si., ahli pemerintahan Dr. Afan Sulaeman, serta ahli hukum Prof. Nanan Solihin, S.H., M.H.

Kegiatan juga dihadiri 56 peserta undangan yang berasal dari berbagai unsur pemerintahan, legislatif, akademisi, organisasi kemasyarakatan, dan pegiat lingkungan. Hadir di antaranya perwakilan KLHK, anggota DPR RI Dadang M. Naser, Ketua DPRD Jawa Barat H. Buky Wibawa, para kepala dinas lingkungan hidup se-Bandung Raya, Perhutani, Rektor UNIKOM Prof. Eddy Soeryanto Soegoto, unsur MUI, PWNU, Muhammadiyah Jawa Barat, WALHI, serta berbagai tokoh masyarakat dan aktivis lingkungan.

Forum ditutup dengan seruan bersama agar pemerintah segera mengambil langkah konkret dalam menyelesaikan krisis sampah, mempercepat operasional Legok Nangka, memperkuat pengawasan lingkungan, serta mengembalikan fungsi ekologis kawasan yang mengalami degradasi.

Bagi para peserta sarasehan, persoalan sampah bukan lagi sekadar isu kebersihan, melainkan persoalan keselamatan lingkungan, kesehatan publik, dan masa depan Jawa Barat.

(Red)

Berita Terkait

Dugaan Penyimpangan MBG Meluas, Desakan Buka Nama Yayasan dan Telusuri Aliran Dana Menguat
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pemdes Ciangsana Gelar Aksi Bersih Lingkungan dan Kampanye Peduli Iklim
Memetik Makna Peristiwa
Pengajian Bulanan Desa Ciangsana Perkuat Ukhuwah dan Bangun Harmoni Masyarakat
1.468 Keluarga di Ciangsana Terima Bantuan Pangan, Pemdes Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran
Menatap Babak Baru MBG
Farhan: Fokus Pemkot Bandung Tetap pada Pelayanan Publik dan Pembangunan Kota
Pemkot Bandung Mulai Cairkan Gaji Ke-13 PPPK Paruh Waktu pada 8 Juni 2026

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 01:27 WIB

Dugaan Penyimpangan MBG Meluas, Desakan Buka Nama Yayasan dan Telusuri Aliran Dana Menguat

Sabtu, 6 Juni 2026 - 01:23 WIB

“Cegat di Cipatat!” Aktivis Jabar Ultimatum Pemerintah: Tutup Sarimukti, Operasikan Legok Nangka Sekarang!

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:35 WIB

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pemdes Ciangsana Gelar Aksi Bersih Lingkungan dan Kampanye Peduli Iklim

Jumat, 5 Juni 2026 - 06:41 WIB

Memetik Makna Peristiwa

Kamis, 4 Juni 2026 - 22:44 WIB

1.468 Keluarga di Ciangsana Terima Bantuan Pangan, Pemdes Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran

Kamis, 4 Juni 2026 - 22:41 WIB

Menatap Babak Baru MBG

Kamis, 4 Juni 2026 - 22:34 WIB

Farhan: Fokus Pemkot Bandung Tetap pada Pelayanan Publik dan Pembangunan Kota

Kamis, 4 Juni 2026 - 22:30 WIB

Pemkot Bandung Mulai Cairkan Gaji Ke-13 PPPK Paruh Waktu pada 8 Juni 2026

Berita Terbaru

Artikel

Memetik Makna Peristiwa

Jumat, 5 Jun 2026 - 06:41 WIB