Kirab Budaya Tatar Sunda Pecah, Dishub Bandung: Penataan Lalu Lintas Jadi Prioritas
*BANDUNG* – Kemeriahan Kirab Milangkala Tatar Sunda pada Sabtu malam 16 Mei 2026 membuat ruas Jalan Jakarta hingga Gedung Sate dipadati ribuan pengunjung dari berbagai wilayah. Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi, menyebut kelancaran lalu lintas dan keselamatan warga menjadi fokus utama selama kegiatan berlangsung.
“Antusiasme masyarakat luar biasa. Mulai dari Kiara Artha Park sampai Gedung Sate, sepanjang 3,5 kilometer dipenuhi warga yang ingin menyaksikan karnaval budaya ini. Kami kerahkan personel untuk mengatur arus lalu lintas dan rekayasa jalan,” ujar Rasdian di sela kegiatan, Sabtu 16 Mei 2026.
Penataan di lapangan dibantu langsung oleh Kabid Pengendalian Operasional Dinas Perhubungan Kota Bandung, Yogi Mamesa, SE. Ia memimpin personel Dishub di titik-titik krusial untuk memastikan rekayasa lalu lintas berjalan sesuai rencana.
“Kami bagi tim di setiap simpul kemacetan. Alhamdulillah koordinasi dengan Satpol PP, kepolisian, dan panitia berjalan lancar sehingga penutupan dan pengalihan arus bisa diterapkan tanpa menimbulkan kepanikan,” kata Yogi.
Rasdian menambahkan, kemeriahan karnaval yang menampilkan kesenian dari 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat ini menunjukkan bahwa Bandung tetap menjadi ruang hidup bagi pelestarian budaya Sunda.
“Kami senang melihat warga datang dengan tertib. Ini bukti Bandung bukan hanya kota jasa dan pendidikan, tapi juga kota budaya. Tugas kami memastikan semua bisa menikmati tanpa mengorbankan keselamatan di jalan,” katanya.
Pantauan di lapangan, arus kendaraan di sekitar rute kirab dialihkan ke jalur alternatif. Petugas Dishub ditempatkan di setiap persimpangan untuk mengurai kemacetan yang sempat terjadi akibat membludaknya pengunjung.
Yogi Mamesa menyebut, pihaknya sudah menyiapkan skenario buka-tutup jalan sejak sore hari. “Begitu massa mulai padat, kami langsung terapkan rekayasa. Tujuannya supaya pengunjung aman dan warga yang melintas tetap punya akses,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kerja sama masyarakat yang mengikuti arahan petugas. “Kalau semua tertib, acara sebesar ini bisa berjalan aman dan lancar,” kata Yogi.
Kirab Milangkala Tatar Sunda berakhir di Gedung Sate sekitar pukul 22.00 WIB. Setelah kegiatan selesai, Dishub langsung membuka kembali ruas jalan yang ditutup untuk mengembalikan arus lalu lintas seperti semula.
Rasdian berharap kegiatan budaya serupa bisa terus digelar dengan perencanaan lalu lintas yang lebih matang. “Kami siap mendukung, asalkan koordinasi dan komunikasi berjalan baik dari awal,” tutupnya.
(Neng sih) **


























