Dayeuhkolot ( Satunews.id ) — Kondisi banjir di wilayah Kecamatan Dayeuhkolot hingga Rabu (15/4/2026) masih meluas dan berdampak pada hampir seluruh kawasan. Berdasarkan pantauan Tim Pentahelix serta laporan dari lapangan, hanya wilayah Desa Sukapura yang terpantau dalam kondisi aman.
Banjir dipicu oleh meluapnya Sungai Citarum yang menyebabkan aliran dari sejumlah sungai dan saluran tidak dapat mengalir secara normal. Sungai Citepus, Sungai Cikapundung, Sungai Cigede, serta saluran Irigasi Cipalasari mengalami penahanan aliran karena tingginya debit air Sungai Citarum, sehingga mengakibatkan luapan air ke permukiman warga.
Kondisi ini diperparah dengan intensitas hujan tinggi yang terus terjadi dalam beberapa hari terakhir, sehingga volume air semakin meningkat dan memperluas genangan di berbagai titik.
Selain merendam permukiman, banjir juga berdampak pada terganggunya arus lalu lintas. Sejumlah akses jalan di wilayah Dayeuhkolot dan sekitarnya mengalami hambatan, bahkan di beberapa titik hanya dapat dilalui kendaraan roda empat.
Ketua Tim Pentahelix Dayeuhkolot Tri Rahmanto menyampaikan bahwa kondisi ini merupakan dampak langsung dari tingginya debit Sungai Citarum yang menahan aliran sungai-sungai lainnya.
“Kami terus memantau kondisi di lapangan. Hampir seluruh wilayah Dayeuhkolot masih terdampak banjir, kecuali Desa Sukapura yang relatif aman. Ini terjadi karena Sungai Citarum meluap sehingga aliran dari Sungai Citepus, Cikapundung, Cigede hingga Irigasi Cipalasari tertahan dan akhirnya meluap ke permukiman. Ditambah curah hujan yang tinggi setiap hari, kondisi ini membuat genangan semakin meluas,” ujar Tri saat memantau di lokasi Citereup
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya terus melakukan koordinasi lintas sektor guna mempercepat langkah penanganan.
“Kami bersama seluruh unsur Pentahelix terus berkoordinasi dan bergerak di lapangan untuk mencari solusi terbaik, agar dampak banjir ini bisa segera ditangani dan masyarakat dapat kembali beraktivitas normal,” tambahnya.
Tim Pentahelix mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi peningkatan debit air serta mengutamakan keselamatan di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih berlangsung. (**)



























