Bukan Sekadar Seremoni, Anugerah Gapura Pancawaluya Jadi Motor Transformasi Karakter di Jabar

Satunews.id

- Redaksi

Jumat, 2 Januari 2026 - 09:57 WIB

5024 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satunews.id, Kota Bandung – Pemda Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan (Disdik) menegaskan bahwa penyelenggaraan Anugerah Gapura Pancawaluya Tahun 2025 merupakan instrumen kebijakan strategis untuk mengakselerasi transformasi pendidikan karakter secara masif.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen mewujudkan generasi Jawa Barat yang unggul.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Purwanto, menyampaikan kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bentuk apresiasi produktif bagi satuan pendidikan yang berhasil mengimplementasikan nilai-nilai karakter dasar di lingkungan sekolah.

“Anugerah Gapura Pancawaluya adalah instrumen untuk mendorong budaya sekolah dan pembinaan karakter peserta didik. Penghargaan yang diberikan berfungsi sebagai insentif bagi sekolah untuk terus meningkatkan mutu lingkungan belajar mereka,” ujar Purwanto di Kota Bandung, Kamis (1/1/2026).

Purwanto menjelaskan bahwa keterlibatan jenjang pendidikan dasar sangat krusial untuk menjaga kesinambungan nilai. Meski secara manajerial SD dan SMP berada di bawah wewenang Kabupaten/Kota, Pemdaprov Jabar memiliki fungsi pembinaan dan orkestrasi nilai strategis.

Hal ini selaras dengan Surat Edaran Nomor: 45/PK.03.03/KESRA tentang 9 Langkah Pembangunan Pendidikan Jawa Barat Menuju Terwujudnya Gapura Panca Waluya.

Selain itu, nilai-nilai _Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer_ telah dipayungi oleh Perda Nomor 5 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Pendidikan.

“Kami ingin memastikan nilai karakter tidak terputus secara struktural. Provinsi menjalankan fungsi sinkronisasi agar penguatan karakter ini mengakar sejak jenjang dasar hingga menengah, baik di bawah naungan Disdik maupun Kemenag,” tambahnya.

Terkait opini mengenai proses yang instan, Disdik Jabar meluruskan bahwa tahapan Anugerah Gapura Pancawaluya 2025 telah berjalan secara sistematis dan terukur sejak pertengahan tahun 2025, meliputi:

– Agustus – September 2025: Sosialisasi masif secara tatap muka dan virtual ke seluruh Kabupaten/Kota.

– Agustus – Oktober 2025: Proses pendaftaran dan verifikasi administrasi.

– November 2025: Penilaian Tahap 1 (dokumen dan praktik awal).

– Desember 2025: Penilaian Tahap 2 dan 3 (pendalaman praktik baik) hingga penganugerahan pada 30 Desember 2025.

“Yang kami nilai bukan hasil instan saat acara berlangsung, melainkan praktik baik _(best practice)_ pendidikan karakter yang sudah konsisten dijalankan oleh satuan pendidikan di lapangan,” tegas Purwanto.

*Apresiasi Atas Pengawasan DPRD*

Pemdaprov Jabar mengapresiasi kritik dan pengawasan yang disampaikan oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat.

Disdik Jabar memandang hal tersebut sebagai mekanisme evaluasi yang konstruktif untuk meningkatkan kualitas kebijakan publik.

“Kami memiliki visi filosofis yang sama dengan DPRD mengenai pentingnya nilai Pancawaluya. Kami sangat terbuka untuk dialog lanjutan guna memastikan program ini semakin tepat sasaran, transparan, dan berdampak luas bagi dunia pendidikan di Jawa Barat,” tutupnya.

(drj)

Berita Terkait

BKK 2026 Desa Karang Tengah Diluncurkan! Kades Suhandi Apresiasi Bupati Bogor, Pembangunan Dituntut Transparan dan Tepat Sasaran
8 Tersangka Pengeroyokan di Pasar Caringin Diamankan Polrestabes Bandung
PT Phytochemindo Reksa Turun Tangan Perbaiki Jalan Cibugis! Kades Gonon: Sinergi Perusahaan dan Desa, Manfaatnya Dirasakan Warga
Calon Tunggal di Desa Lemeu, Kadis PMD Lebong: Pemilihan Tetap Dilanjutkan
Duka di Pasar Caringin, Farhan Minta Aparat Kewilayahan Lebih Perhatikan Wilayahnya
Pemkot Bandung dan Kemenkes Bakal Bangun Central Medical Unit di Ujungberung
Pilkades Serentak Lebong 2026, Panitia Tetapkan Nomor Urut dan Deklarasi Damai
102 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan MBG, Ketua FJP2 Desak BGN Bongkar Pengawasan SPPG: Siapa Bertanggung Jawab?

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:41 WIB

Angie Natesha Ketua Wanoja Perjuangan, Gelar Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis di Sukamenak

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Wujudkan Sekolah Layak, SDN Pandan Arum Sambut Program Revitalisasi APBN 2026

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Bupati Asep Japar Lepas Atlet Sukabumi, Bidik 10 Besar Porprov Jabar

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:12 WIB

H. Gundar Pimpin Golkar Kota Sukabumi, Targetkan Enam Kursi Legislatif

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:59 WIB

Direksi dan Civitas Hospitalia RSUD Sekarwangi Ucapkan Selamat Hari Dokter Nasional 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:04 WIB

Hari Santri Nasional 2026, Kades Sukagalih Aja Waridin Ajak Generasi Muda Perkuat Akhlak, Ilmu, dan Semangat Membangun Negeri

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Momentum Hari Santri Nasional 2026, Danramil Cileungsi Mayor , Endang Lili Gaungkan Pesan Indonesia Damai dan Penuh Berkah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:53 WIB

Hadirkan KH Cucun Ahmad Syamsurijal, KAC Bahas Modernisasi Pesantren yang Tetap Luhur Tradisinya

Berita Terbaru