Guru P3K Ditemukan Tewas Terikat di Dalam Kos Desa Sukapindah, OKU

Satunews.id

- Redaksi

Kamis, 20 November 2025 - 14:28 WIB

5036 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oku, Satunews.id – Warga Dusun V Desa Sukapindah, Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya, digemparkan oleh penemuan mayat seorang perempuan pada Rabu (19/11/2025) sekitar pukul 18.30 WIB. Korban bernama Sayidatul Fitriyah (27), seorang Guru P3K SMPN 46 OKU, ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya dalam kondisi tangan dan kaki terikat, diduga kuat menjadi korban pembunuhan.

Penemuan bermula saat saksi bernama Resta melihat sepeda motor korban masih terparkir di depan kos sejak pagi, kondisi yang tidak biasa terjadi. Resta kemudian mencoba memanggil korban, tetapi tidak ada respons. Merasa curiga, ia mengajak dua saksi lainnya Zainudin dan Abasro untuk mengecek kondisi korban. Saat pintu kamar dibuka, mereka shock melihat korban sudah tidak bernyawa dengan kondisi tubuh terikat. Temuan itu langsung dilaporkan kepada Polsek Peninjauan.

Berdasarkan keterangan saksi, korban seperti biasa berangkat mengajar ke SMPN 46 OKU pada pukul 06.30 WIB menggunakan Honda Supra X 125. Korban dikenal pendiam dan jarang bersosialisasi dengan warga sekitar.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Polisi yang tiba di lokasi segera melakukan olah TKP dan mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain HP Samsung putih, tiga jilbab, satu hasduk pramuka, pakaian korban, sandal hitam, handuk kecil, sarung tangan kain, serta seutas tali karet hitam yang diduga digunakan untuk mengikat korban.

Hasil pemeriksaan luar menunjukkan korban mengalami memar pada paha kanan, kening kanan, pergelangan kaki dan tangan akibat jeratan, luka di bawah telinga kanan, serta pembengkakan di bagian mulut. Korban sempat dibawa ke Puskesmas Kedaton dan dirujuk ke RSUD Ibnu Sutowo Baturaja untuk pemeriksaan lanjutan.

Hingga kini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap motif dan pelaku yang bertanggung jawab atas kematian korban. Kasus ini menyita perhatian publik mengingat kuatnya dugaan bahwa korban tewas akibat tindakan kekerasan.

 

(diego)

Berita Terkait

BKK 2026 Desa Karang Tengah Diluncurkan! Kades Suhandi Apresiasi Bupati Bogor, Pembangunan Dituntut Transparan dan Tepat Sasaran
8 Tersangka Pengeroyokan di Pasar Caringin Diamankan Polrestabes Bandung
PT Phytochemindo Reksa Turun Tangan Perbaiki Jalan Cibugis! Kades Gonon: Sinergi Perusahaan dan Desa, Manfaatnya Dirasakan Warga
Calon Tunggal di Desa Lemeu, Kadis PMD Lebong: Pemilihan Tetap Dilanjutkan
Duka di Pasar Caringin, Farhan Minta Aparat Kewilayahan Lebih Perhatikan Wilayahnya
Pemkot Bandung dan Kemenkes Bakal Bangun Central Medical Unit di Ujungberung
Pilkades Serentak Lebong 2026, Panitia Tetapkan Nomor Urut dan Deklarasi Damai
102 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan MBG, Ketua FJP2 Desak BGN Bongkar Pengawasan SPPG: Siapa Bertanggung Jawab?

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:41 WIB

Angie Natesha Ketua Wanoja Perjuangan, Gelar Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis di Sukamenak

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Wujudkan Sekolah Layak, SDN Pandan Arum Sambut Program Revitalisasi APBN 2026

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Bupati Asep Japar Lepas Atlet Sukabumi, Bidik 10 Besar Porprov Jabar

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:12 WIB

H. Gundar Pimpin Golkar Kota Sukabumi, Targetkan Enam Kursi Legislatif

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:59 WIB

Direksi dan Civitas Hospitalia RSUD Sekarwangi Ucapkan Selamat Hari Dokter Nasional 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:04 WIB

Hari Santri Nasional 2026, Kades Sukagalih Aja Waridin Ajak Generasi Muda Perkuat Akhlak, Ilmu, dan Semangat Membangun Negeri

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Momentum Hari Santri Nasional 2026, Danramil Cileungsi Mayor , Endang Lili Gaungkan Pesan Indonesia Damai dan Penuh Berkah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:53 WIB

Hadirkan KH Cucun Ahmad Syamsurijal, KAC Bahas Modernisasi Pesantren yang Tetap Luhur Tradisinya

Berita Terbaru