Bogor Butuh Keadilan Bukan Hibah Fantastis; LSM Soroti Anggaran Rp.40,5 Miliar

Satunews.id

- Redaksi

Senin, 10 November 2025 - 12:26 WIB

5026 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor, Satunews.id – Di tengah masih tingginya angka kemiskinan dan kondisi infrastruktur publik yang belum layak di Kabupaten Bogor, kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor yang menggelontorkan dana hibah tahun 2025 senilai Rp40,5 miliar menuai sorotan tajam.

Kebijakan tersebut dinilai tidak sejalan dengan realitas sosial ekonomi masyarakat, di mana banyak warga masih hidup di bawah garis kemiskinan.

Ketua DPC Bogor Raya LSM Pemantau Kinerja Aparatur Negara (Penjara), Romi Sikumbang, mempertanyakan urgensi dan prioritas penggunaan dana hibah tersebut.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Prioritas pengeluaran seharusnya difokuskan untuk kepentingan masyarakat kelas bawah dan pembangunan fasilitas umum yang layak. Dana publik harus menyentuh langsung kemiskinan, seperti bantuan tunai, pangan, kesehatan, atau pendidikan,” ujar Romi kepada Update Cerita Indonesia, Senin (10/11/2025).

Romi juga menyoroti kurangnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana hibah. Ia menilai tidak adanya kejelasan mengenai tujuan penggunaan dana tersebut, sehingga berpotensi menimbulkan penyalahgunaan dan memperlebar jurang ketimpangan sosial.

“Kami khawatir dana hibah ini tidak benar-benar sampai kepada pihak yang berhak, atau justru digunakan untuk kepentingan oknum maupun kepentingan politik,” tegasnya.

Menurut Romi, pemberian hibah dalam jumlah besar di tengah kondisi masyarakat yang serba sulit menimbulkan persepsi ketidakadilan dan ketimpangan alokasi sumber daya.

“Ini soal rasa keadilan. Bagaimana mungkin dana miliaran digelontorkan, sementara banyak warga tidak bisa memenuhi kebutuhan dasar?” tambahnya.

LSM Penjara mendesak Bupati Bogor, Rudi Susmanto, untuk segera mengevaluasi dan menelusuri penggunaan dana hibah tersebut agar tepat sasaran serta terhindar dari potensi penyalahgunaan atau korupsi.

“Kami minta Bupati segera melakukan evaluasi dan kaji ulang besaran hibah agar bisa dipangkas kembali. Jangan sampai dana hibah mubazir dan menjadi celah korupsi,” ujar Romi.

Romi menegaskan bahwa secara prinsip, dana hibah yang bersumber dari APBN maupun APBD seharusnya digunakan untuk mendukung pembangunan nasional, penanggulangan bencana, serta peningkatan pelayanan publik seperti kesehatan dan pendidikan. Ia juga mengingatkan agar pemerintah daerah belajar dari berbagai kasus penyalahgunaan dana hibah di daerah lain.

Korupsi dana hibah diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Pelaku dapat dikenakan sanksi pidana penjara, denda, serta pidana tambahan, dengan ancaman maksimal hingga 20 tahun penjara, tergantung pada peran dan besarnya kerugian negara.

Sebagaimana diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan ratusan tersangka dalam kasus korupsi dana hibah di berbagai daerah. Dana yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat justru diselewengkan untuk keuntungan pribadi dan kepentingan politik.

“Ironi ini bisa berulang kalau pengawasan lemah. Jangan sampai dana hibah jadi bancakan pejabat atau oknum,” pungkas Romi.

(Romi)

Berita Terkait

Eko Mudji Menang Telak di Cikahuripan! Demokrasi RT 003 Meledak, Parade Kemenangan Pecah di Mega Residence
Final Panas Tanpa Ampun!Poper FC Bungkam Tunas Muda Lewat Drama Menegangkan
Banjir di Setu Cikaret Kian Mengkhawatirkan, Warga Desak Rudy Susmanto Turun Tangan
Bakso & Mie Ayam Mas Karyo di Klapanunggal, Cita Rasa Istimewa dengan Harga Terjangkau
71 Tahun KAA: Bandung Teguhkan Diplomasi Budaya dan Status Warisan Dunia
MUSDES Ciangsana 2026–2031 Tetapkan Surya Atmaja Kembali Pimpin MUI Desa, Perkuat Sinergi Keagamaan dan Pemerintah
BLT-DD 2026 Disesuaikan, 82 Warga Desa Lulut Tetap Terima Bantuan dengan Prioritas Lansia
Lantik Ketua dan wakil Ketua Baznas OKU, Teddy: Langsung Kerja Jangan Banyak Retorika BATURAJA – Bupati Ogan Komering Ulu

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 11:04 WIB

Ketua Pentahelix Tri Rahmanto Apresiasi Langkah Bupati Bandung Prioritaskan Penanganan Banjir

Sabtu, 18 April 2026 - 10:15 WIB

Komisi IV DPRD Bekasi Soroti Kasus 78 TKA Ilegal, Minta Perusahaan Ditindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 - 22:22 WIB

ANGKA FANTASTIS! BELANJA ELEKTRONIK, FURNITUR DAN PAKAIAN SEKRETRIAT DPRD PRINGSEWU TEMBUS MILYARAN, DISOROT TAJAM PULIK

Jumat, 17 April 2026 - 17:39 WIB

LSM Trinusa DPD Lampung Akan Gelar Aksi di KPK 21 April, Soroti Dugaan Kejanggalan Banjir, Hibah Rp60 Miliar, Program Umroh berulang serta Proyek PUPR Bermsalah

Kamis, 16 April 2026 - 22:24 WIB

Gerak Cepat, Bupati OKU Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir

Kamis, 16 April 2026 - 21:48 WIB

Pemkot Bandung: FKPPI Harus Jadi Motor Bela Negara dan Solusi Masalah Kota

Kamis, 16 April 2026 - 07:08 WIB

DATA TERUNGKAP: ANGGARAN MAKAN MINUM DPRD PRINGSEWU TAHUN 2025 MENCAPAI RP1,35 MILIAR, DINILAI TIDAK WAJAR DAN MEMBOROSKAN

Rabu, 15 April 2026 - 06:33 WIB

Pembayaran MoU Media Tahun 2025 Rp1,3 Miliar: Sekwan Lempar Tanggung Jawab, Sekretariat & Kaspro Bungkam Saat Dikonfirmasi

Berita Terbaru