Kab Bandung Barat, Satunews.id – Pemerintah Desa Bunijaya, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat, bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum dan sejumlah instansi terkait, melaksanakan kegiatan pembangunan Saluran Irigasi Martasinga yang membentang sepanjang 9,2 kilometer dari hulu hingga hilir, mengelilingi areal persawahan dan perkebunan seluas ±300,86 hektare.
Program strategis ini merupakan bagian dari Instruksi Presiden (Inpres) No. 2 Tahun 2025, yang digagas langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak H. Prabowo Subianto, melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Pelaksanaan proyek irigasi ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat, khususnya para kelompok tani Desa Bunijaya. Dengan adanya saluran irigasi baru ini, para petani berharap distribusi air ke lahan pertanian semakin lancar dan hasil panen meningkat baik dari sisi kuantitas maupun kualitas.
“Alhamdulillah, dari program ini hasilnya akan dirasakan masyarakat, terutama para petani. Irigasi Martasinga ini menjadi nadi kehidupan bagi ratusan hektare lahan produktif di Bunijaya,” ujar perwakilan masyarakat petani dalam kesempatan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Kepala Desa Bunijaya, H. Jamil Ihsan Faruk, melalui perwakilan yang hadir menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang tinggi kepada pemerintah pusat dan daerah.
“Atas nama Pemerintah Desa Bunijaya dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya serta apresiasi setinggi-tingginya kepada Presiden RI, Bapak H. Prabowo Subianto, atas kerja nyata beliau melalui Inpres No. 2 Tahun 2025. Kami juga berterima kasih kepada Kementerian PUPR/BBWS Citarum, Gubernur Jawa Barat (Kang Dedi Mulyadi), serta seluruh jajaran dinas terkait yang telah mewujudkan program ini,” ungkapnya.
Lebih lanjut, H. Jamil berharap pembangunan irigasi ini dapat memberi manfaat jangka panjang dalam peningkatan kesejahteraan petani dan mendukung program swasembada pangan nasional.
“Saluran irigasi ini mengairi sekitar 250 hektare sawah di tiga dusun (Dusun 1, 2, dan 3) wilayah Desa Bunijaya. Semoga proyek ini berjalan lancar dan membawa berkah bagi masyarakat. Cai ngalir, jalan leucir, beuteung buncir, Insha Allah!” tuturnya penuh semangat.
Perwakilan BBWS Citarum, Windi selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), menyampaikan bahwa proyek ini merupakan bentuk nyata kolaborasi lintas sektor untuk mengoptimalkan pengelolaan sumber daya air di daerah pertanian produktif.
“Kami berharap hasil pembangunan ini dapat dijaga bersama oleh masyarakat agar manfaatnya bisa berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Danramil 0903/Gununghalu dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga hasil pembangunan yang telah diberikan pemerintah.
“TNI siap mendukung dan bersinergi menjaga fasilitas publik seperti saluran irigasi ini, karena pembangunan yang baik harus dijaga dan dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat,” tegasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Risab selaku pelaksana teknis, Ripai selaku konsultan dari pihak balai, Anggi dari staf teknis BBWS, serta unsur Bhabinkamtibmas, perangkat desa, dan perwakilan masyarakat petani.
Dengan semangat gotong royong dan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat, diharapkan pembangunan Irigasi Martasinga menjadi langkah konkret dalam meningkatkan hasil pertanian, memperkuat ketahanan pangan, dan memperbaiki kesejahteraan petani di wilayah Desa Bunijaya dan sekitarnya.
(drj)



























