Proyek Tanggap Darurat Jalan dan Jembatan di Purwakarta Diduga Abaikan Kualitas Material, Warga Minta Pengawasan Diperketat

Satunews.id

- Redaksi

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 16:27 WIB

5032 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Purwakarta, SatuNews.id – Pelaksanaan proyek Tanggap Darurat Jalan dan Jembatan Paket 14 di wilayah Kabupaten Purwakarta kini menjadi sorotan publik. Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, ditemukan indikasi penggunaan material yang diduga tidak memenuhi standar kualitas, terutama pada pasir dan semen yang tampak berkualitas rendah.

Proyek yang bersumber dari APBD Kabupaten Purwakarta Tahun Anggaran 2025 dengan nilai kontrak Rp196.919.000,- ini dilaksanakan oleh CV. Bisthy Karya Prima, di bawah pengawasan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Purwakarta.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari hasil observasi, tampak sejumlah pekerja melakukan pengadukan material yang diduga menggunakan campuran tanah dan semen menggumpal, menimbulkan dugaan bahwa mutu bahan bangunan yang digunakan tidak sesuai spesifikasi teknis sebagaimana mestinya. Kondisi ini dikhawatirkan dapat memengaruhi ketahanan konstruksi serta umur pakai hasil pekerjaan.

Warga sekitar berharap agar pihak pelaksana dan instansi pengawas lebih memperhatikan kualitas bahan dan metode pelaksanaan proyek.

“Kami hanya ingin jalan ini kuat dan tahan lama, jangan sampai baru selesai sudah rusak. Kalau materialnya saja tidak bagus, hasilnya pasti tidak maksimal,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya, Jumat (24/10/2025).

Proyek tanggap darurat sejatinya merupakan langkah cepat pemerintah daerah dalam memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat kondisi darurat. Namun, jika pelaksanaannya dilakukan asal-asalan tanpa memperhatikan standar mutu, maka hal itu justru dapat menimbulkan kerugian anggaran dan kekecewaan masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun perwakilan dari DPUTR Purwakarta belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan penggunaan material yang dinilai kurang layak tersebut.

Masyarakat berharap, pengawasan dari DPUTR Purwakarta dapat diperketat agar setiap kegiatan pembangunan berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai spesifikasi teknis, sehingga hasilnya benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

(Red)

Berita Terkait

BKK 2026 Desa Karang Tengah Diluncurkan! Kades Suhandi Apresiasi Bupati Bogor, Pembangunan Dituntut Transparan dan Tepat Sasaran
8 Tersangka Pengeroyokan di Pasar Caringin Diamankan Polrestabes Bandung
PT Phytochemindo Reksa Turun Tangan Perbaiki Jalan Cibugis! Kades Gonon: Sinergi Perusahaan dan Desa, Manfaatnya Dirasakan Warga
Calon Tunggal di Desa Lemeu, Kadis PMD Lebong: Pemilihan Tetap Dilanjutkan
Duka di Pasar Caringin, Farhan Minta Aparat Kewilayahan Lebih Perhatikan Wilayahnya
Pemkot Bandung dan Kemenkes Bakal Bangun Central Medical Unit di Ujungberung
Pilkades Serentak Lebong 2026, Panitia Tetapkan Nomor Urut dan Deklarasi Damai
102 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan MBG, Ketua FJP2 Desak BGN Bongkar Pengawasan SPPG: Siapa Bertanggung Jawab?

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:13 WIB

BKK 2026 Desa Karang Tengah Diluncurkan! Kades Suhandi Apresiasi Bupati Bogor, Pembangunan Dituntut Transparan dan Tepat Sasaran

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:04 WIB

PT Phytochemindo Reksa Turun Tangan Perbaiki Jalan Cibugis! Kades Gonon: Sinergi Perusahaan dan Desa, Manfaatnya Dirasakan Warga

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:10 WIB

Calon Tunggal di Desa Lemeu, Kadis PMD Lebong: Pemilihan Tetap Dilanjutkan

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:47 WIB

Duka di Pasar Caringin, Farhan Minta Aparat Kewilayahan Lebih Perhatikan Wilayahnya

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:43 WIB

Pemkot Bandung dan Kemenkes Bakal Bangun Central Medical Unit di Ujungberung

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:38 WIB

Pilkades Serentak Lebong 2026, Panitia Tetapkan Nomor Urut dan Deklarasi Damai

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:49 WIB

102 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan MBG, Ketua FJP2 Desak BGN Bongkar Pengawasan SPPG: Siapa Bertanggung Jawab?

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:46 WIB

Tutup HJKB, Pawai Jampana Berlangsung Meriah dan Penuh Makna

Berita Terbaru