PMI Pangandaran Disorot: Dana PMR Hilang, Stok Darah Seret, Transparansi Dipertanyakan

Satunews.id

- Redaksi

Rabu, 24 September 2025 - 23:49 WIB

5055 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pangandaran, Satunews.id – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pangandaran, yang selama ini dipandang publik sebagai lembaga kemanusiaan independen dan profesional, kini berada di bawah sorotan tajam. Sejumlah indikasi kejanggalan muncul ke permukaan, mengguncang kepercayaan masyarakat terhadap lembaga kemanusiaan ini.

Salah satu sorotan utama adalah ketiadaan pembinaan Palang Merah Remaja (PMR). Padahal, PMR merupakan ujung tombak regenerasi relawan kemanusiaan. Fakta bahwa kegiatan pembinaan seolah lenyap memunculkan pertanyaan serius: ke mana sebenarnya anggaran pembinaan PMR yang seharusnya dialokasikan PMI?

Lebih jauh, RSUD Pangandaran disebut tidak tercukupi kebutuhan darahnya oleh PMI. Akibatnya, pihak rumah sakit harus mencari stok darah dari luar daerah. Pertanyaan mendasar pun mencuat: mengapa PMI tidak mampu memenuhi kebutuhan darah di wilayahnya sendiri? Ada apa dengan manajemen Unit Donor Darah (UDD) PMI?

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

PMI memiliki dua sumber utama pendanaan: Markas dan UDD. Keduanya kini sama-sama dipertanyakan.

Dana Markas PMI: setiap tahun, PMI menggalang dana masyarakat melalui “Bulan Dana” dengan menjual kupon Rp2.000 per lembar. Namun publik mulai bertanya: berapa total dana yang terkumpul tiap tahun, dan di mana laporan pertanggungjawabannya?

Dana UDD PMI: dari informasi yang dihimpun, RSUD membayar Rp490.000 per kantong darah, sementara rata-rata setiap bulan PMI memproduksi 150 kantong. Itu artinya, ada pemasukan sekitar Rp73,5 juta per bulan. Namun, publik ragu apakah dana ini benar-benar digunakan sesuai peruntukannya. Adakah audit independen yang pernah dilakukan?

Lebih mengejutkan lagi, sumber internal (24/09/2025) mengungkapkan bahwa PMI Pangandaran justru memiliki hutang dari kerja sama dengan pihak ketiga untuk pengadaan bahan habis pakai, seperti labu darah.

Hal ini menimbulkan pertanyaan besar: bagaimana mungkin lembaga kemanusiaan bisa berutang untuk alat vital pelayanan darah? Apa isi kontraknya? Adakah potensi konflik kepentingan?

PMI Pangandaran kini berada di persimpangan: menjawab dengan jujur atau kehilangan kepercayaan publik. Sebagai lembaga yang berdiri di atas kepercayaan masyarakat, PMI seharusnya menjunjung tinggi transparansi dan akuntabilitas.

Hingga berita ini diterbitkan, PMI Pangandaran belum memberikan klarifikasi resmi. Sesuai amanat UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ), Satunews.id memberikan hak jawab bagi pihak-pihak terkait untuk memberikan klarifikasi.

Satunews.id akan terus menelusuri dugaan ini hingga tuntas. Publik berhak tahu ke mana arah dana kemanusiaan digelontorkan. Kemanusiaan tak boleh dikotori oleh praktik kotor.

(red)

Berita Terkait

BKK 2026 Desa Karang Tengah Diluncurkan! Kades Suhandi Apresiasi Bupati Bogor, Pembangunan Dituntut Transparan dan Tepat Sasaran
8 Tersangka Pengeroyokan di Pasar Caringin Diamankan Polrestabes Bandung
PT Phytochemindo Reksa Turun Tangan Perbaiki Jalan Cibugis! Kades Gonon: Sinergi Perusahaan dan Desa, Manfaatnya Dirasakan Warga
Calon Tunggal di Desa Lemeu, Kadis PMD Lebong: Pemilihan Tetap Dilanjutkan
Duka di Pasar Caringin, Farhan Minta Aparat Kewilayahan Lebih Perhatikan Wilayahnya
Pemkot Bandung dan Kemenkes Bakal Bangun Central Medical Unit di Ujungberung
Pilkades Serentak Lebong 2026, Panitia Tetapkan Nomor Urut dan Deklarasi Damai
102 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan MBG, Ketua FJP2 Desak BGN Bongkar Pengawasan SPPG: Siapa Bertanggung Jawab?

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Preseden Buruk Bagi Birokrasi di Kabupaten Bekasi, TP2D Kankangi Lembaga Resmi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Edi Suprapto Kukuhkan Pengurus SWI Kota dan Kabupaten Bandung dalam Rapat Koordinasi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:52 WIB

Pimpred Kabarnusa24: Belum Saatnya Pak Plt !!! Pembentukan TP2D Kabupaten Bekasi Lampaui Batas Kewenangan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:47 WIB

MUSKOT KORMI Kota Bandung Tetapkan Topan Ardian Saputra sebagai Ketua Definitif

Rabu, 9 September 2026 - 20:34 WIB

THE GAME HAS CHANGED: Perry & Chandra, Karakter Adalah Modal Utama Bisnis di Era Sulit

Minggu, 6 September 2026 - 19:43 WIB

DPD KKJN Jawa Barat 2026-2030 Resmi Terbentuk Komitmen Lahirkan Jurnalis Profesional dan Berintegritas

Rabu, 2 September 2026 - 22:48 WIB

Tiga Nama Berebut Kursi Ketua KADIN Kabupaten Bogor, MUKAB IX Jadi Penentu Arah Dunia Usaha 2026–2031

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:17 WIB

Kang Awang Tegaskan Komitmen LBI Kota Bandung: Bukan Sekadar Kumpul, Tapi Bermanfaat dan Siap Kawal Visi ‘Bandung Utama’

Berita Terbaru