Sumenep, satunews.id – Aliansi Masyarakat Sumenep Peduli (AMSP) menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolres Sumenep, soroti kasus dugaan aliran dana BSPS tahun 2024. Kamis, 07/08/2025.
Kedatangan mereka menyikapi beberapa kasus yang hingga saat ini belum ditangani serius oleh penyidik Polres Sumenep, seperti kasus Bank Jatim, dan kasus aliran dana BSPS yang saat ini menjadi perbincangan hangat di beberapa sosial media.
Tak sedikit kasus aliran dana BSPS tahun 2024 yang diduga masuk ke salah satu oknum anggota Polres Sumenep melalui kurir COD senilai Rp 250 juta.
Dalam orasinya, Nurrahmat menyampaikan bahwa Polres Sumenep hari ini bukan lagi milik rakyat, akan tetapi menjadi milik kepentingan para elit maupun para pemilik modal.
“Kami datang menuntut pertanggungjawaban. Kapolri sendiri bilang: ikan busuk mulai dari kepala. Kalau kepala institusinya kotor, jangan harap ekornya bersih,” teriak Nurrahmat saat memimpin aksi.
Ia juga menyebut dugaan kuat adanya praktik “setoran rutin” yang melibatkan oknum perwira di jajaran Polres Sumenep, mulai dari kasus BSPS, galian C ilegal, BBM ilegal, hingga rokok tanpa cukai.
“Ada oknum penyidik yang diduga menerima Rp250 juta dari kasus BSPS. Galian C dan BBM ilegal dikoordinir oleh oknum Kanit berinisial RN. Rokok ilegal? Lewat oknum Resmob berinisial D. Bahkan ada kepala desa yang rutin setor Rp25 juta per bulan,” ungkapnya.
AMSP juga menyoroti berbagai laporan korupsi yang mangkrak di Polres Sumenep. Kasus Bank Jatim dengan kerugian Rp20 juta, serta laporan dugaan korupsi tunjangan profesi guru tahun 2020–2021 yang dilaporkan sejak 2023, semuanya disebut hilang tanpa proses hukum yang jelas.
AMSP melayangkan empat tuntutan kepada Kapolda Jatim dan Mabes Polri:
1. Mencopot Kasat Reskrim Polres Sumenep.
2. Mengaudit total seluruh kinerja penanganan
kasus.
3. Membentuk tim khusus dari Mabes Polri untuk
mengusut dugaan jaringan setoran ilegal.
4. Memproses semua laporan korupsi yang mandek
secara transparan.
“Kalau suara rakyat terus dibungkam, kami akan datang lagi dengan jumlah lebih besar. Jangan uji kesabaran rakyat kecil,” tegas Nurrahmat.
Hingga berita ini tayang, aksi demonstrasi damai masih terus berlangsung. Mereka menyampaikan seruan untuk kembali turun ke jalan dengan massa lebih besar jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.
(rul)




























