*Bersama Para Buruh, Putra Ketum PWDPI Ikut Unjuk Rasa Tuntut Cabut UU Cipta Kerja

- Redaksi

Rabu, 1 Mei 2024 - 15:49 WIB

507 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung – Memperingati hari buruh internasional atau May Day, ratusan massa melakukan aksi unjuk rasa di Tugu Adipura, Bandar Lampung, Rabu (1/5/2024).

Tak hanya di Tugu Adipura, ratusan massa juga melakukan aksi unjuk rasa di depan DPRD Provinsi Lampung.

Adapun tuntutan para aksi unjuk rasa yakni cabut UU Cipta Kerja beserta PP turunannya, tolak politik upah murah, tegakkan perlindungan buruh migran yang adil gender.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ditempat yang sama hadir dalam aksi unjuk rasa, Putra Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat, Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia ( DPP PWDPI), M.Nurullah Roni Salim yakni, Ahmad Fauzun Arrasyid yang saat ini sedang duduk di bangku kuliah Perguruan Tinggi Malahayati Lampung, Fakultas Hukum Pidana.

Fauzan Panggilan akrab Fauzan Arrasyid Nurwansyah saat dikonfirmasi mengatakan, kehadirannya beserta mahasiswa lainnya tidak lain dalam rangka ikut partisipasi melakukan aksi damai memperjuangkan nasip para buruh.

Dia juga menjelaskan, Tuntunan para aksi unjuk rasa yakni meminta agar pemerintah mencabut UU Cipta Kerja beserta PP turunannya, tolak politik upah murah, tegakkan perlindungan buruh migran yang adil gender.

“Kemudian, ratifikasi konvensi ILO 190, stop union busting, sahkan RUU PRT, cabut UU no 1 tahun 2023 tentang KUHP, cabut UU ASN, wujudkan pendidikan gratis, ilmiah dan demokratis, wujudkan reforma agraria sejati, hentikan represifitas dan kriminilasi terhadap gerakan rakyat, serta tuntaskan pelanggaran HAM,” tegas Putra Pertama Ketum DPP PWDPI.

Fauzan juga mengatakan Kegiatan hari ini adalah memperingati May Day 2024 di Provinsi Lampung dan kami di sini bergerak dengan kawan kawan mahasiswa dan buruh lainnya,” katanya.


Fauzan mengatakan aksi unjuk rasa kali ini bukan hanya menyampaikan aspirasi. Menurutnya, pihaknya juga menggelar bakti sosial.

“Kami sudah mulai bergeser, kami ada kegiatan-kegiatan yang bermanfaat, salah satunya konsultasi hukum gratis, konsultasi kesehatan gratis, ada pembagian baju layak pakai yang nanti kita bagikan kepada yang membutuhkan,”ujarnya.(Tim/*)

Berita Terkait

Pimpinan Pusat Komunitas BBC: Dari Silaturahim ke Aksi Nyata: Organisasi Siap Kawal Politik Kerakyatan
Polda Sumsel Tindak Tegas Pelaku Kekerasan Jalanan, Tujuh Terduga Pelaku Masih Diburu
“Kita Nggak Punya DPRD”, Dian Rahadian Beber Strategi Hanura Jabar Hadapi Pemilu 2029
Empat Patung Legenda Persib Dipamerkan di Grey Art Gallery Braga, Karya Seniman Mantan Pemain
Bobotoh Bawa Balita Ikut Rayakan Juara PERSIB, Jl. Asia Afrika Jadi Panggung Euforia
HUT ke-23 Forum RW Kota Bandung: Lili Mulyana Tekankan Silaturahmi dan Sinergi dengan Pemkot
Dari Semarang ke Bandung: Warisan Kuliner Kepala Manyung Bu Fat Sejak 1969 Kini Bisa Dinikmati
Ribuan Warga Padati Bandung, Kirab Milangkala Tatar Sunda Jadi Panggung Budaya Terbuka

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 18:26 WIB

Polda Sumsel Kawal Aksi Damai Mahasiswa UIN Raden Fatah, Pastikan Stabilitas Keamanan Kota Palembang

Minggu, 14 Juni 2026 - 05:18 WIB

Polda Sumsel Ungkap Kasus Curanmor di Palembang, Temuan Senpi dan Alat Pembuat Kunci Jadi Fokus Pengembangan

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:28 WIB

Polda Sumsel Bersama Bea Cukai dan Bareskrim Putus Jalur Distribusi Narkoba Lintas Provinsi

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:20 WIB

Kapolda Sumsel: Penanggulangan Senpi Ilegal Bukan Sekadar Penegakan Hukum, Tetapi Menjaga Kemanusiaan

Selasa, 10 Februari 2026 - 13:54 WIB

Warga Indramayu Laporkan Pemilik Pabrik Beras ke Polisi atas Dugaan Perusakan dan Ancaman

Rabu, 3 Desember 2025 - 19:28 WIB

Motip Penganiayaan Apep, Masih Dalam Penyelidikan Pihak Kepolisian

Kamis, 27 Februari 2025 - 13:00 WIB

Ciptakan Ramadan Kondusif, Kabupaten Bandung Gencar Razia Miras

Minggu, 16 Februari 2025 - 20:14 WIB

Viral !!.. Kades Sukaharja Diduga Miliki 13 Titik Lahan Ilegal di Wilayahnya

Berita Terbaru