Kata Sutisna, Diduga Ada Indikator KKN Berasal dari Dana Desa

Satunews.id

- Redaksi

Minggu, 27 Agustus 2023 - 03:54 WIB

507 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Purwakarta // Tercium aroma KKN (korupsi, kolusi, nepotisme) dari penggunaan anggaran ketahanan pangan yang berasal dari dana desa di Kabupaten Purwakarta.

Adanya aroma KKN penggunaan anggaran ketahanan pangan yang berasal dari dana desa tersebut disampaikan Ketua DPC Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Purwakarta Sutisna Sonjaya.

“Kita menduga ada praktik KKN dalam penggunaan anggaran ketahanan pangan yang berasal dari dana desa di Purwakarta,” kata Sutisna, Sabtu, 26 Agustus 2023.
Sutisna menjelaskan, indikasi KKN tersebut didapatkan berdasarkan hasil survei lapangan yang dilakukan Pospera Purwakarta ke beberapa desa.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diantaranya, mayoritas kelompok tani yang menerima dan mengelola anggaran ketahanan pangan belum terdaftar di Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan).

“Mayoritas kelompok tani yang mengelola anggaran ketahanan pangan tidak terdaftar di Simluhtan. Nah, terindikasi yang mengelola itu kelompok tani dadakan, atau yang dekat dengan perangkat desa setempat,” ujarnya.

Sutisna menjelaskan, jika kelompok tani itu sudah terdaftar di Simluhtan, dipastikan kelompok tani tersebut mengerti anggaran ketahanan pangan akan digunakan untuk apa.

Yang pasti, kata Sutisna, ada mekanisme yang harus dilakukan kelompok tani dalam penggunaan anggaran ketahanan pangan. Seperti pembuatan RAB yang sesuai aturan

Bahkan Pospera mendapatkan informasi anggaran ketahanan pangan ada yang dikelola oleh perangkat desa,” kata Sutisna.

Adanya temuan tersebut, ujar Sutisna, Pospera Purwakarta dalam waktu dekat akan mencoba meminta penjelasan pihak-pihak terkait, seperti DPMD, Dispangtan, serta Diskanak Purwakarta.

“Ini kita lakukan agar penggunaan anggaran ketahanan pangan yang berasal dari dana desa dapat digunakan sesuai aturan dan bermanfaat bagi masyarakat di desa,” jelasnya.

Untuk diketahui, sebagai amanat Peraturan Presiden tentang Rincian APBN Tahun Anggaran 2022, salah satu prioritas penggunaan dana desa adalah untuk ketahanan pangan dengan besaran minimal 20 persen dari total pagu yang diterima desa.

Baca Juga: Ini Para Bacaleg Partai Golkar Purwakarta Tiap Dapil Berdasarkan DCS

Melalui kebijakan ini diharapkan Pemerintah Desa dapat melaksanakan kegiatan yang sesuai dengan potensi desanya. Bagaimana dana desa dipergunakan untuk kegiatan tergantung pada hasil musyawarah desa.

Selain itu, program ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas nasional dalam RPJMN 2020-2024. Sebagai panduan desa diterbitkan Peraturan Menteri Desa PDTT Nomor 7 tahun 2021 tentang prioritas penggunaan Dana Desa tahun 2022, Peraturan Menteri Desa PDTT Nomor 8 tahun 2022 tentang prioritas penggunaan Dana Desa tahun 2023 serta Keputusan Menteri Desa nomor 82 Tahun 2022 tentang Pedoman Ketahanan Pangan di Desa.

Sumber.
Redaksi
Sinarjabar

Berita Terkait

Diskominfo Cimahi Raih Predikat Zona Integritas, Apresiasi Kemenpan-RB*
Pemdes Jonggol Bangun Budaya Bersih Lewat Korve Rutin Setiap Senin, Rabu dan Jum’at
Reses DPRD di Babakan Madang Aspirasi Masyarakat Mengalir,14 program Strategis Siap Dikawal 
Marif Yoga Yanda Perdana Terpilih Menjadi Ketua FPTI Kabupaten Indramayu Periode 2026 – 2030
Reses DPRD di Cileungsi: Sampah dan Pendidikan Jadi Sorotan Utama
TPST Utama Cimahi Selatan Diresmikan, Langkah Nyata Atasi Sampah di Kota Cimahi
Warga Indramayu Laporkan Pemilik Pabrik Beras ke Polisi atas Dugaan Perusakan dan Ancaman
Kepala UPL PLN Purwakarta Enggan Temui Insan Pers, Jurnalis Kecewa

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 13:53 WIB

Setelah Sosialisasi, Bangunan Liar di Bantaran Citarum Dayeuhkolot Dibongkar

Senin, 9 Februari 2026 - 15:44 WIB

Camat Kankan Taufik Tegaskan Banyak Jalur Aspirasi, Musrenbang Tetap Jadi Aksi Nyata Masyarakat

Minggu, 8 Februari 2026 - 19:55 WIB

Pentahelix Dayeuhkolot Ajak Para Ketua RW Berkolaborasi Atasi Banjir Dayeuhkolot

Minggu, 8 Februari 2026 - 15:59 WIB

Jembatan Dayeuhkolot Diprotes Warga, KDM: Sudah Dianggarkan, Tinggal Proses Teknis

Jumat, 6 Februari 2026 - 17:58 WIB

Camat Baleendah Tinjau Perbaikan 3 Pintu Air Duckbill, Upaya Nyata Tekan Banjir

Rabu, 4 Februari 2026 - 16:10 WIB

Renie Rahayu Pastikan Aspirasi Rakyat Tak Berhenti di Janji, Warga Paseh Terima Manfaat Nyata

Rabu, 4 Februari 2026 - 15:40 WIB

Kadis PUTR Zeis Zultaqawa: Jasa Konstruksi Bukan Sekadar Bangun Fisik, Tapi Fondasi Ekonomi Daerah

Selasa, 3 Februari 2026 - 23:21 WIB

Atasi Banjir di Sempadan Sungai, Pentahelix : Bangunan Liar Harus Ditertibkan

Berita Terbaru